Emiten properti PT Indonesian Paradise Property Tbk (Paradise Indonesia/INPP) menunjukkan kinerja bisnis yang positif hingga akhir kuatral ketiga (Q3) 2026. Di periode sembilan bulan pertama tersebut INPP mencatatkan kontribusi pendapatan berulang (recurring income) lebih dari 75 persen dari total pendapatan perusahaan yang mencapai Rp1,3 triliun.
Pada periode ini segmen komersial kembali menjadi pendorong kinerja utama Paradise Indonesia dengan kontribusi mencapai 40 persen dari total pendapatan. Segmen komersial tumbuh 25 persen secara tahunan (yoy) menjadi lebih dari Rp521 miliar.
Kinerja bisnis yang diraih pada periode ini didukung oleh strategi pengembangan pusat perbelanjaan dengan skala menengah (mid-size malls) selain melakukan diversifikasi tenant serta fokus pada pengembangan specialty tenant khususnya menyasar segmen menengah ke atas.
Melalui strategi ini memungkinkan Paradise Indonesia terus memperkuat daya tarik aset yang dimiliki sekaligus menjaga relevansi portofolio bisnis komersial dikaitkan dengan respon maupun tanggap kebutuhan pasar yang terus berubah.
Selain segmen komersial, segmen hospitality melalui pengelolaan beberapa hotel turut memberikan kontribusi siginifikan terhadap pendapatan perusahaan. Segmen ini mencatatkan pertumbuhan lebih dari 3,5 persen (yoy) menjadi sekitar Rp473 miliar. Sementara itu, segmen property sales berkontribusi sekitar Rp310 miliar terhadap total pendapatan.
Wakil Presiden Direktur & CFO Paradise Indonesia Surina mengatakan, diversifikasi portofolio bisnis menjadi kunci perusahaan berhasil menjaga kinerja yang solid di tengah berbagai situasi bisnis yang masih penuh tantangan.
“Segmen komersial dan hospitality menjadi penopang pendapatan berulang perusahaan sementara property sales sebagai penggerak pengembangan bisnis. Dengan capaian bisnis seperti ini kami membukan laba bersih mencapai Rp170 miliar pada periode ini,” bebernya.
Paradise Indonesia juga terus mendorong optimalisasi utilisasi aset properti eksistingnya untuk terus mendorong peningkatan kinerja bisnis perusahaan. Jadi selain dari kontribusi lini bisnis utama, optimalisasi aset diarahkan untuk mendukunug pencapaian tersebut.
Selain itu peningkatan EBITDA sekitar 9,3 persen (yoy) atau lebih dari Rp36 miliar juga menunjukkan perbaikan profitabilitas operasional perusahaan di tengah pendapatan yang relatif stabil. Dengan pengalaman lebih dari dua dekade, Paradise Indonesia akan terus memperkuat fondasi pertumbuhan melalui ekspansi yang terukur dan pengembangan portofolio aset yang konsisten.
Tahun ini Paradise Indonesia menambah aset melalui peresmian 23 Semarang Shopping Center dan melanjutkan pengembangan fase pertama kompleks komersial 88 Plaza Balikpapan. Hingga saat ini 88 Plaza Balikpapan progres penjualannya mencapai 50 persen.
“Berbagai langkah ini merupakan strategi kami untuk terus memperluas basis aset sekaligus membuka peluang pertumbuhan pendapatan di masa mendatang melalui ekspansi dan juga optimalisasi aset. Ke depan kami akan terus menyelaraskan itu untuk penguatan lini bisnis dan menjaga pertumbuhan,” pungkas Surina.


