Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meluncurkan konsep desain transformasi Blok M Fase Ulimate yang bertempat di Blok M Hub MRT Jakarta. Bekerja sama dengan Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD), konsep desain Blok M Hub yang baru akan menghasilkan perluasan ruang publik baru mencapai lima kali lipat dari kondisi saat ini.
Menurut Pramono, proses transformasi Blok M tidak boleh kehilangan ruh utamanya saat ini sebagai salah satu destinasi wisata perkotaan di Jakarta. Karena itu secara khusus Pramono berpesan, selama proses transformasi ini tetap memegang konsep utama Blok M sebagai tempat yang bersifat hidup maupun tempat untuk bekerja yang tidak putus.
“Saya ingin Blok M tetap menjadi kawasan yang terkoneksi dengan segala sesuatu di seluruh dunia, tempat segala sesuatu yang bisa melihat kemajuan anak muda, dan juga tradisi budaya baru hasil kolaborasi yang datang dari mana saja. Hal-hal tersebut yang membuat Blok M tetap terjaga dari berbagai asepk budaya, ekonomi, maupun komersial,” ujarnya.
Dengan tranformasi ini, kawasan Blok M diharapkan bisa tetap menjadi contoh dan bukti kalau pendekatan konsep transit oriented development (TOD) yang dikembangkan di sektor transportasi dapat dilaksanakan di kawasan lain dengan mengikuti pembangunan sistem transportasi publik perkotaan lainnya.
Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat mengatakan, ada lima transformasi utama yang akan dilaksanakan di Blok M. “Transformasi Blok M Fase Ultimate akan dilakukan pada lima aspek utama yang mencakup revitalisasi terminal hingga gerai retail di kawasannya.
“Jadi revitalisasi terminal yang akan dijadikan lebih modern dan terintegrasi, pengembangan mixed-use kawasan Blok M-Sisingamangaraja yang lebih accessible, inklusif, dan dinamis, integrasi dan interkoneksi antarmoda bagi pejalan kaki, destinasi komersial baru yang dilengkapi gerai retail gaya hidup, food and beverage, serta ruang terbuka publik yang lebih aman untuk berinteraksi,” bebernya.
Saat ini, setiap hari ada sekitar 25 ribu pengunjung yang datang ke Blok M Hub. Tingginya angka kunjungan ini mendorong MRT Jakarta untuk menghadirkan desain baru yang bisa memenuhi kebutuhan akan ruang-ruang interaksi yang lebih aman dan nyaman.
Transformasi Blok M Hub menjadi Blok M Fase Ultimate akan berlangsung secara bertahap, dimulai dengan revitalisasi terminal dan Blok M Hub (retail) dengan target penyelesaian pada 2029, dilanjutkan dengan bangunan mixed-use pada tahun berikutnya.
Proyek transformasi ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang pengembangan kawasan berorientasi transit Blok M-Sisingamangaraja, yang mencakup kawasan di sekitar Stasiun Blok M BCA dan Stasiun ASEAN Headquarters. Pengembangannya berdasarkan Peraturan Gubernur No. 55 Tahun 2020 tentang Panduan Rancang Kota Kawasan Pembangunan Berorientasi Transit Blok M dan Sisingamangaraja.
“Tujuan transformasi ini adalah untuk mewujudkan kawasan Blok M dan Sisingamangaraja sebagai pusat perkotaan yang aktif, inklusif, dinamis, dan layak huni di Jakarta. Investasi revitalisasi Blok M Hub bersumber bukan dari APBD sehingga MRT Jakarta sebagai pengelola kawasan, mengedepankan skema creative financing dan bekerja sama dengan berbagai mitra strategis,” pungkas Tuhiyat.


