Ciputra Group meresmikan gedung Universitas Ciputra (UC) Jakarta di Ciputra International Superblock, Jakarta Barat. Peresmian dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo dan dilanjutkan dengan sesi kuliah umum dengan tema “Peran Generasi Muda, Kewirausahaan, dan Inovasi dalam Membangun Jakarta sebagai Kota Global”.
“Kehadiran UC Jakarta memberikan warna baru bagi pendidikan di Jakarta. UC hadir melalui pendidikan yang menumbuhkan kreativitas, inovasi, jiwa Entrepreneurship, serta berkontribusi dalam membangun Jakarta sebagai kota global” ujar Pramono saat acara peresmian pekan ini.
Rangkaian peresmian UC dilakukan dengan cara berbeda. Pengalaman entrepreneurship dilakukan melalui kegiatan menciptakan dan menjalankan bisnis sederhana di Taman Literasi Martha Christina Tiahahu, Blok M, Jakarta Selatan. Melalui interaksi ini, mahasiswa berkesempatan memahami respons pasar secara langsung sekaligus mengenali hubungan antara produk yang ditawarkan dan kebutuhan masyarakat.
Pemanfaatan kawasan Blok M untuk kegiatan tersebut sejalan dengan dorongan Pramono untuk mengembangkan kawasan ini sebagai ruang kreatif yang menghidupkan aktivitas ekonomi, budaya, dan komunitas. Bagi mahasiswa, pengalaman di kawasan tersebut menjadi bahan belajar yang kemudian dilanjutkan dalam mata kuliah Entrepreneurship pada semester pertama.
Di kelas, pengalaman tersebut dikembangkan melalui pendekatan Real Business Experience (RBX). Mahasiswa belajar memahami bisnis, mengidentifikasi persoalan, lalu mengusulkan solusi tidak hanya secara teori, melainkan secara nyata yang diperkuat oleh keterlibatan mitra industri yang memberikan wawasan dan konteks bisnis.
Menurut Campus Director UC Jakarta Christina Eviutami Mediastika, dengan proses seperti ini mahasiswa bisa menggunakan pengetahuan akademik untuk menelaah kondisi usaha, mempertimbangkan pilihan, dan menyusun gagasan berdasarkan kebutuhan di lapangan.
“Pada akhirnya konsep RBX bisa menjadi jembatan yang menghubungkan mahasiswa agar dapat terkoneksi langsung dengan dunia industri yang akan dihadapinya dan di kampus kami bukan sekadar mengajarkan teori tapi memberikan experience langsung,” bebernya.
Pembelajaran bersama industri ini melibatkan industri besar di antaranya Kawan Lama Group melalui mata kuliah Introduction to Entrepreneurship & Innovation. Kawan Lama Group melibatkan enam bisnis unitnya seperti Azko, Informa, Toys Kingdom, Ataru, Selma, dan Chatime.
Sementara itu Ciputra Group juga ikut mendukung proses pembelajaran melalui unit Mal Ciputra di Jakarta, Tangerang, dan Cibubur, yang menyediakan studi kasus operasional untuk dianalisis dan dikembangkan usulan solusinya melalui beberapa mata kuliah hingga semester berikutnya.
“Kolaborasi ini menghubungkan pembelajaran akademik dengan praktik inovasi, kebutuhan konsumen, dan persoalan bisnis nyata, sekaligus menunjukkan dukungan ekosistem bisnis Ciputra Group terhadap pendidikan melalui UC Jakarta,” imbuh Christina.
Untuk mendukung proses pembelajaran, UC Jakarta juga mendorong pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) secara etis dan bertanggung jawab. Dosen dan mahasiswa dapat menggunakannya sebagai alat bantu untuk mengeksplorasi gagasan, dan mengembangkan solusi dengan tetap mengutamakan ketepatan informasi, kejujuran akademik, serta perlindungan privasi. Dengan pendekatan ini, mahasiswa tetap bertanggung jawab atas pertimbangan dan hasil karya yang mereka susun.
Melalui peresmian ini, UC Jakarta menegaskan komitmennya untuk menghubungkan pendidikan dengan praktik bisnis nyata sejak awal studi. Pengalaman usaha saat orientasi, pembelajaran bersama industri melalui RBX, dukungan ekosistem bisnis Ciputra Group, dan pemanfaatan teknologi yang etis menjadi bagian dari proses yang berkesinambungan untuk membekali mahasiswa memahami kebutuhan masyarakat, mengembangkan solusi, dan menciptakan nilai melalui profesi maupun usaha.
Untuk diketahui, UC pertama kali berdiri di Surabaya pada tahun 2006 dengan entrepreneurship sebagai fondasi pendidikan, kemudian memperluas kehadirannya ke Makassar pada tahun 2021 dan Jakarta sebagai kampus ketiga pada tahun 2026. Melalui pendekatan ini, mahasiswa dari berbagai bidang ilmu dibekali kemampuan untuk mengenali peluang, mengembangkan solusi, dan menciptakan nilai bagi masyarakat.


