Ibu Kota Nusantara (IKN) dikembangkan dengan konsep forest city dan di tengah aktivitas pembangunannya kehidupan alam mulai tumbuh dan berkembang. Hal itu bisa dilihat dari keberadaan beruang madu, lutung merah, rusa sambar, dan berbagai jenis burung hutan yang kian terpantau di kawasan Nusantara.
Kehadiran satwa liar tersebut menjadi salah satu indikator bahwa ekosistem yang sehat mulai terbentuk seiring upaya mengembalikan fungsi alami kawasan melalui konsep smart-forest city yang selama ini terus dikembangkan.
Bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia bulan ini, Otorita IKN melakukan penanaman pohon bersama PT Pamapersada Nusantara dan Universitas Gadjah Mada (UGM) di kawasan Wanagama IKN pekan ini.
Mengusung tema “Rooting for Future”, kegiatan tersebut dihadiri Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, Rektor UGM Prof. Ova Emilia, serta Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) Kementerian Kehutanan Muhammad Zainal Arifin.
Wanagama IKN merupakan kawasan hutan seluas 621 hektar yang berada di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara. Kawasan ini dikembangkan sebagai pusat pendidikan, penelitian, dan restorasi ekosistem hutan hujan tropis yang mendukung visi IKN sebagai kota yang selaras dengan alam.
Basuki mengatakan, pembangunan IKN tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik tetapi juga pada upaya mengembalikan kehidupan alam agar dapat tumbuh berdampingan dengan aktivitas manusia dan dalam kaitan itu Hari Lingkungan Hidup bukan hanya diperingati setahun sekali tapi dijalankan setiap hari.
“Yang kita lakukan di IKN bukan sekadar menanam pohon tetapi mengembalikan kehidupan alamnya. Karena itu kita mulai melihat berbagai satwa seperti beruang madu dan lutung merah kembali terpantau di kawasan IKN dan ini menunjukkan bahwa ekosistem yang kita bangun mulai hidup dan memberikan ruang bagi keanekaragaman hayati untuk berkembang,” ujarnya.
Untuk itu menanam pohon dan menjaga lingkungan akan terus didorong untuk menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat serta aparatur sipil negara (ASN) yang tinggal dan bekerja di Nusantara. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan IKN sebagai smart-forest city yang tidak hanya modern dan cerdas, tetapi juga berkelanjutan.
Rektor UGM Ova Emilia menambahkan,menjaga kesehatan lingkungan merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan karena kesehatan bumi pada akhirnya akan menentukan juga kesehatan manusia sehingga apa yang dilakukan hari ini merupakan investasi masa depan.
“Kami berharap pohon-pohon yang ditanam di IKN dapat tumbuh dan memberikan manfaat ekologis dalam jangka panjang. UGM siap mendukung pengembangan IKN sebagai smart-forest city yang menjadi contoh pembangunan berkelanjutan,” katanya.
Sementara itu perwakilan PT Pamapersada Nusantara Gunawan Setiadi mengatakan, keterlibatan perusahaan swasta dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen untuk mendukung konservasi lingkungan sekaligus pengembangan ruang pembelajaran berbasis alam.
“Komitmen ini merupakan pengembangan dari konsep eco edu forest yang mengintegrasikan konservasi, pendidikan, dan penelitian dalam satu kawasan. Kami berharap kawasan ini dapat menjadi laboratorium alam sekaligus pusat edukasi lingkungan yang memberikan manfaat bagi generasi masa depan,” bebernya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha, IKN terus memperkuat transformasi sebagai kota masa depan yang mengedepankan keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam.


