PT Aneka Tambang (Antam) Tbk menggandeng Bank Muamalat untuk kolaborasi strategis distribusi logam mulai Antam melalui skema wholesaler. Kerja sama ini merupakan bagian dari upaya kedua perusahaan untuk terus memperkuat ekosistem emas nasional sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap kepemilikan emas melalui layanan pembiayaan emas berbasis prinsip syariah.
Bank Muamalat dan Antam akan bersinergi dalam perdagangan emas fisik logam mulia melalui jaringan kantor cabang maupun kanal digital Bank Muamalat. Selain itu kedua perusahaan juga akan berkolaborasi dalam berbagai program pemasaran, edukasi, dan literasi investasi emas kepada masyarakat.
Melalui sinergi ini diharapkan akan terus memperkuat rantai pasok emas nasional sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap investasi emas yang aman, terpercaya, dan sesuai prinsip syariah dan pada akhirnya sejalan dengan upaya mendorong pengembangan ekosistem emas nasional.
“Selama ini kami telah menjalin kerja sama dengan Antam sudah cukup lama dan melalui kemitraan terbaru ini kedua pihak diharapkan dapat memperluas distribusi, memperkuat rantai pasok emas nasional, dan meningkatkan akses masyarakat dan badan usaha terhadap kepemilikan emas sebagai instrumen investasi yang aman dan sesuai prinsip syariah melalui pembiayaan syariah,” ujar Ricky Mulyadi, Direktur Bank Muamalat.
Kedua perusahaan telah memiliki sejarah panjang dalam hal kemitraan bisnis yang strategis dan masing-masing perusahaan juga memiliki keunggulan yang dapat disinergikan. Oleh karena itu kedua pihak juga optimistis inisiatif terbaru ini akan membawa benefit bagi kedua belah pihak serta mendorong investasi emas syariah di masyarakat dengan dukungan pasokan emas berkualitas dari Antam.
Selama ini Bank Muamalat juga terus berupaya memfasilitasi peningkatan animo nasabah dan masyarakat untuk memiliki emas batangan. Apalagi meningkatnya minat masyarakat terhadap emas tidak terlepas dari semakin baiknya literasi keuangan masyarakat.
Hal itu dikarenakan emas semakin dipandang sebagai instrumen investasi yang mampu menjaga nilai aset (safe haven) di tengah dinamika ekonomi global sekaligus menjadi bagian penting dalam perencanaan keuangan jangka panjang.
Adapun untuk badan usaha, keputusan berinvestasi emas merupakan bagian dari strategi manajemen risiko yang matang khususnya untuk memperkokoh fundamental keuangan perusahaan. Selain itu, emas juga dapat dijadikan program investasi untuk kesejahteraan karyawan badan usaha.
Sejalan dengan tren tersebut, pembiayaan emas Bank Muamalat melalui produk Solusi Emas Hijrah terus menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Hingga Juni 2026, outstanding pembiayaan emas mencapai Rp1,9 triliun atau tumbuh 537 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, total booking emas nasabah telah melampaui 1,2 ton dengan sekitar 54 persen di antaranya merupakan emas logam mulia Antam.
“Kami berharap pembiayaan emas Bank Muamalat dapat menjadi solusi bagi masyarakat dalam mewujudkan berbagai tujuan keuangan sesuai prinsip syariah, antara lain untuk pelunasan haji, dana pendidikan anak, hingga perencanaan masa depan keluarga,” tambahnya.
Sementara itu Direktur Komersial Antam Handi Sutanto mengatakan, kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus memperluas akses masyarakat terhadap produk logam mulia sekaligus memperkuat ekosistem emas nasional melalui kolaborasi dengan berbagai mitra strategis.
“Antam terus berupaya menghadirkan produk logam mulia yang berkualitas, terpercaya, dan semakin mudah diakses masyarakat melalui kemitraan strategis dengan berbagai institusi. Sinergi bersama Bank Muamalat diharapkan dapat memperluas distribusi logam mulia, meningkatkan literasi investasi emas, serta mendukung pengembangan ekosistem emas nasional yang semakin inklusif dan berkelanjutan,” katanya.


