Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mengusulkan sosialisasi program perumahan kepada kader Posyandu sebagai bagian dari penguatan kolaborasi lintas kementerian/lembaga dalam mendukung transformasi Posyandu.
Usulan tersebut disampaikan Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera Sid Herdi Kusuma, saat melakukan audiensi bersama Tim Pembina Posyandu Pusat di Kantor Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Jakarta, pekan ini. Agenda audiensi membahas penguatan sinergitas kementerian/lembaga dalam implementasi transformasi Posyandu.
Sid menilai kader Posyandu memiliki posisi strategis karena berada dekat dengan masyarakat hingga tingkat desa. Karena itu, BP Tapera melihat peluang memberikan pembekalan terkait program pembiayaan perumahan agar informasi mengenai akses kepemilikan rumah dapat semakin luas diterima masyarakat.
“Posyandu ini betul-betul sampai grassroots karena bisa hadir hingga ke desa-desa. Jadi sangat mungkin bisa kita eksplor berbagai kemungkinan untuk masyarakat di desa bahwa ada program pemerintah yang bisa memudahkan mereka dapat memiliki rumah,” ujar Sid.
Sementara itu, Koordinator Kesekretariatan Tim Pembina Posyandu Pusat Yane Ardian Bima Arya menyampaikan, ada sekitar 1,2 juta kader Posyandu yang memiliki potensi besar menjadi perpanjangan tangan program pemerintah. Para kader diharapkan memperoleh pembekalan dari kementerian/lembaga sesuai bidang pelayanan Posyandu.
“Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas edukasi mengenai program perumahan, termasuk KPR subsidi, sekaligus mendekatkan informasi program pemerintah kepada masyarakat di tingkat desa dan komunitas,” katanya.


