Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) meresmikan Program Dana Alokasi Khusus (DAK) Tematik Pengentasan Permukiman Kumuh Terpadu (PPKT) di Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
Program ini menghadirkan 166 rumah yang dibangun, direnovasi, dan direvitalisasi di atas lahan seluas sekitar 7 hektar yang dilengkapi dengan infrastruktur dasar kawasan sebagai wujud kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dunia usaha dalam menghadirkan permukiman yang lebih layak huni, sehat, dan berkelanjutan.
Menurut AHY, rumah layak merupakan fondasi utama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sehingga sebelum berbicara mengenai produktivitas dan kualitas hidup, harus dipastikan masyarakat bisa memiliki tempat tinggal yang layak.
“Program ini menjadi bukti penanganan kawasan kumuh membutuhkan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Ini membuktikan kalau persoalan permukiman hanya bisa diselesaikan melalui kolaborasi sehingga pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat harus terus bergandengan untuk menghadirkan kawasan yang lebih layak huni,” ujarnya.
Program DAK Tematik PPKT di Desa Campurejo tidak hanya menghadirkan rumah yang lebih layak tetapi juga menata kawasan secara menyeluruh melalui pembangunan jaringan air bersih, saluran rumah tangga, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), tandon air, jalan lingkungan, drainase, serta berbagai fasilitas sanitasi.
Pendekatan seperti ini menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan nyaman sehingga masyarakat dapat menjalani kehidupan yang lebih produktif. Pelaksanaan Program DAK Tematik PPKT melibatkan sinergi lintas sektor, mulai dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT), Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kementerian Pekerjaan Umum, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Gresik, hingga dukungan dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Program penataan kawasan permukiman merupakan bagian dari prioritas pemerintah yang terus dikawal pelaksanaannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan yang berdampak langsung.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, program penataan kawasan permukiman akan terus dilanjutkan dan program di Desa Campurejo ini merupakan pelaksanaan Tahun Anggaran 2025 sementara pada tahun ini Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah merencanakan pengembangan di enam lokasi lainnya sesuai kapasitas pemerintah.
“Pada tahun ini akan ada enam lokasi lagi yang akan kami lanjutkan. Penanganan kawasan kumuh membutuhkan kerja bersama dan dilakukan secara bertahap agar semakin banyak masyarakat yang dapat menikmati lingkungan permukiman yang layak,” katanya.
Secara nasional masih terdapat sekitar 6.000 kawasan yang masih terkategori sebagai kawasan kumuh, termasuk sejumlah kawasan di Jawa Timur. Karena itu sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi penting agar penataan kawasan terus diperluas.
“Kita akan terus melakukan transformasi, mengubah kawasan-kawasan kumuh menjadi kawasan permukiman yang lebih layak huni, sehat, aman, dan berkualitas bagi masyarakat. Melalui program DAK Tematik PPKT diharapkan akan semakin banyak kawasan permukiman yang bertransformasi menjadi lingkungan yang sehat, tertata, dan produktif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung pengembangan wilayah yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkas AHY.


