PT Sarana Multigriya Finansial (Persero/SMF) bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) dan Pemerintah Kota Langsa, serta sejumlah mitra menyelesaikan pembangunan dan renovasi 18 unit rumah layak huni di Gampong Sidorejo, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa, Aceh. Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini dilaksanakan dengan nilai bantuan sebesar Rp1,2 miliar dan telah diserahterimakan kepada masyarakat setempat.
Program peningkatan kualitas hunian tersebut merupakan bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), melalui penyediaan hunian yang lebih aman, sehat, nyaman, serta memenuhi fungsi dasar tempat tinggal yang layak.
“Sebelum dilakukan renovasi, sebagian rumah penerima manfaat mengalami penurunan fungsi bangunan, baik pada bagian lantai, dinding, maupun atap. Selain itu, posisi sejumlah rumah berada lebih rendah dibandingkan muka jalan dan drainase sehingga permukiman masyarakat rentan mengalami genangan ketika hujan,” ujar Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko SMF Bonai Subiakto.
Melalui program ini, perbaikan rumah tidak hanya dilakukan pada aspek tampilan fisik tetapi juga pada fungsi dan kualitas bangunan. Rumah diperkuat dengan konstruksi yang lebih kokoh serta dilengkapi dengan sanitasi dan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) yang lebih layak.
Penyesuaian terhadap kondisi bangunan juga dilakukan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan penghuni, khususnya dalam menghadapi kondisi cuaca dan potensi genangan. Penyelesaian 18 rumah tersebut merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah dalam menghadirkan hunian yang lebih layak sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Bagi kami, peningkatan kualitas rumah bukan sekadar memperbaiki bangunan secara fisik. Yang ingin kita hadirkan adalah tempat tinggal yang lebih aman, sehat, dan nyaman sehingga dapat mendukung kesehatan, kesejahteraan, serta produktivitas keluarga penerima manfaat. Kami berharap rumah yang telah direnovasi ini dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang dan menjadi tempat tumbuhnya kebahagiaan serta kehidupan yang lebih baik bagi setiap keluarga,” imbuhnya.
Program tersebut juga diharapkan dapat mendukung upaya penanganan rumah tidak layak huni di Provinsi Aceh yang berdasarkan Data Susenas per Maret 2025 masih mencapai sekitar 410 ribu rumah tangga yang tinggal di rumah tidak layak huni.
Melalui peningkatan kualitas hunian yang dilakukan secara berkelanjutan dan kolaboratif, SMF berharap dapat berkontribusi dalam mendorong penurunan jumlah rumah tidak layak sekaligus menciptakan kawasan permukiman yang lebih berkualitas.
“Kolaborasi dengan pendekatan pentahelix ini menjadi kunci dalam menghadirkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat. Kami menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, seluruh mitra, serta masyarakat Gampong Sidorejo yang telah mendukung pelaksanaan program ini. Kami berharap sinergi seperti ini dapat terus diperkuat agar semakin banyak masyarakat Indonesia yang dapat menikmati hunian dan lingkungan permukiman yang layak,” pungkas Bonai.
SMF turut mengajak seluruh penerima manfaat untuk menjaga dan merawat rumah yang telah direnovasi serta lingkungan sekitarnya agar tetap bersih, sehat, dan nyaman. Kepedulian masyarakat menjadi bagian penting untuk memastikan manfaat dari program peningkatan kualitas hunian dapat terus dirasakan secara berkelanjutan.
Walikota Langsa Jeffry Sentana S. Putra menambahkan, Pemerintah Kota Langsa tidak dapat bekerja sendiri dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan, khususnya dalam penyediaan hunian yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan masyarakat yang membutuhkan.
“Dukungan program CSR dari SMF ini menjadi contoh nyata bahwa kepedulian dunia usaha dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Kami berharap kerja sama dan kolaborasi seperti ini dapat terus ditingkatkan dan dikembangkan pada masa-masa yang akan datang,” katanya.
Tercatat sejak tahun 2018-2025 SMF telah mengalirkan total bantuan sebesar Rp49,179 miliar untuk membangun dan merenovasi 747 rumah di 33 kota di seluruh Indonesia. Program peningkatan kualitas rumah layak huni ini juga sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs, khususnya melalui penghapusan kemiskinan agar dapat mewujudkan pembangunan kota dan permukiman berkelanjutan sebagaimana tercantum dalam tujuan SDGs nomor 11.
Selain memberikan manfaat secara fisik bangunan, program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan, kenyamanan hidup keluarga penerima manfaat, serta mendorong terciptanya kehidupan masyarakat yang lebih produktif dan berkelanjutan.


