Perbankan merupakan salah satu garda terdepan untuk mensukseskan program perumahan pemerintah khususnya melalui penyaluran KPR subsidi. Bank Syariah Nasional (Bank BSN) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung keberhasilan program KPR subsidi bukan hanya dari sisi penyaluran pembiayaan tapi juga memastikan fasilitas ini tepat sasaran kepada penerima masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Data Bdan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), Bank BSN mencatatkan tingkat validasi elektronik monitoring evaluasi (e-Monev) melalui pelaporan aplikasi akuHUNI mencapai 92,58 persen. Capaian ini mencakup tingkat keterhunian sebanyak 3.381 kalangan MBR penerima manfaat.
“Raihan ini menempatkan kami sebagai salah satu bank penyalur dengan kinerja terbaik dalam pelaporan dan pemantauan pemanfaatan rumah subsidi. Pada akhirnya keberhasilan program ini bukan hanya diukur dari pertumbuhan kuantitas pencairan akad tapi juga keterhimpunan dan pemanfaatan nyata fisik bangunan sebagai tempat tinggal,” ujar Direktur Consumer Banking Bank BSN Mochamad Yut Penta.
Indikator keterhunian bagi Bank BSN juga sangat penting untuk memastikan program subsidi pemerintah bisa memberikan manfaat secara tepat sasaran. Karena itu pengawasan pasca penyaluran juga menjadi bagian integral dari strategi Bank BSN dalam menjaga kualitas portofolio pembiayaan secara berkelanjutan. Langkah ini sekaligus menekan risiko adanya aset rumah subsidi yang tidak terhuni (idle), disewakan, atau dialihkan kepemilikannya secara ilegal.
Dalam ekosistem perumahan nasional, akuHUNI menjadi instrumen penting yang bisa menjaga kualitas program KPR subsidi karena keberhasilan program ini tidak cukup hanya diukur dari jumlah rumah yang berhasil dibiayai. Lebih jauh, rumah subsidi harus benar-benar dimiliki, dihuni, dan dimanfaatkan oleh MBR yang menjadi sasaran program pemerintah.
“Kami ingin tumbuh dengan kualitas. Semakin besar penyaluran KPR Subsidi Bank BSN, semakin besar pula tanggung jawab kami untuk memastikan rumah yang dibiayai benar-benar dihuni oleh penerima manfaat. Bukan sekadar akad, tetapi sampai rumah benar-benar menjadi hunian,” tambahnya.
Guna memperkuat capaian tersebut, Bank BSN akan terus mengoptimalkan pemanfaatan teknologi berbasis data sekaligus mempererat kolaborasi strategis dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), BP Tapera, serta asosiasi perusahaan pengembang.
Dengan pengawasan yang semakin kuat, subsidi perumahan diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan akses kepemilikan rumah bagi MBR tetapi juga menciptakan kawasan hunian yang benar-benar hidup, produktif, dan berkelanjutan.
“Rumah subsidi bukan sekadar angka penyaluran pembiayaan. Di balik setiap akad terdapat keluarga yang membutuhkan tempat tinggal yang layak. Karena itu bagi Bank BSN ukuran keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika rumah yang kami biayai benar-benar menjadi rumah bagi mereka,” tandas Penta.


