Untuk terus menambah sarana hunian perkotaan, Perum Perumnas memulai pembangunan (groundbreaking) hunian vertikal subsidi Samesta Alonia Jakarta beberapa waktu lalu. Groundbreaking proyek ini menjadi tonggak penting untuk mempercepat penyediaan hunian yang layak dan terjangkau di kawasan perkotaan dan sebagai bagian dari percepatan program tiga juta rumah.
Menurut Menteri Perancanaan Pembangunan Nasional Rachmat Pambudy, pembangunan hunian subsidi perlu terus dipercepat dan diperluas khususnya di kawasan perkotaan agar semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dapat memiliki hunian yang layak, terjangkau, dan berada di lokasi yang dekat dengan pusat aktivitas ekonomi dan layanan publik.
“Masih banyak saudara-saudara kita seperti kalangan para guru yang belum punya rumah dan kalaupun punya rumah jauh dari tempat aktivitasnya. Saya kira ini adalah semangat Perum Perumnas untuk terus mempercepat dan mendorong lagi pembangunan perumahan,” ujarnya.
Pembangunan Samesta Alonia Jakarta menjadi langkah awal untuk mewujudkan pembangunan perumahan rakyat yang lebih besar. Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah mengatakan, pembangunan proyek ini menjadi momentum penting bagi kebangkitan kembali Perumnas dalam menjalankan peran sebagai pengembang perumahan rakyat.
“Aktivitas ini bukan sekadar peletakan batu pertama tetapi ini adalah penanda kembalinya Perumnas sebagai pemain utama perumahan rakyat sekaligus untuk mendukung upaya pemerintah mengatasi backlog perumahan nasional,” katanya.
Mengusung tagline “Tumbuh di Tengah Kota”, Samesta Alonia Jakarta menghadirkan konsep hunian vertikal subsidi yang memungkinkan masyarakat tidak lagi harus memilih antara memiliki rumah yang terjangkau atau tinggal dekat dengan tempat bekerja. Hunian ini dirancang agar masyarakat dapat hidup lebih produktif dengan memangkas waktu perjalanan sehari-hari dan menikmati kualitas hidup yang lebih baik.
Dibangun di atas lahan seluas 3.750 m2, Samesta Alonia Jakarta menghadirkan 609 unit dengan tipe 1 Bedroom (1BR), 1 Bedroom Plus (1BR+), dan 2 Bedroom, yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan berbagai segmen keluarga muda maupun individu.
Lokasinya yang strategis menjadi salah satu keunggulan utama proyek ini. Berada di kawasan Kemayoran yang merupakan salah satu pusat pertumbuhan ekonomi Jakarta. Samesta Alonia Jakarta memiliki akses yang sangat dekat dengan pusat bisnis, kawasan perkantoran, fasilitas pendidikan, rumah sakit, serta berbagai pusat pelayanan publik. Mobilitas penghuni juga semakin mudah melalui konektivitas dengan berbagai moda transportasi, seperti halte Trans Jakarta, Stasiun KRL, serta akses langsung menuju gerbang tol Kemayoran.
Dengan lokasi yang terintegrasi tersebut, penghuni dapat menghemat waktu perjalanan, mengurangi biaya transportasi harian, sekaligus memiliki lebih banyak waktu berkualitas bersama keluarga maupun untuk meningkatkan produktivitas.
Plt. Direktur Utama Perum Perumnas Imelda Alini Pohan menyampaikan, pembangunan Samesta Alonia Jakarta merupakan bentuk transformasi penyediaan hunian bagi masyarakat perkotaan yang menjawab kebutuhan gaya hidup masyarakat urban masa kini.
“Samesta Alonia Jakarta tidak hanya dibangun sebagai tempat tinggal. Melalui konsep Connected Living, Perumnas menghadirkan hunian yang terkoneksi dengan pusat ekonomi, pusat layanan publik, serta jaringan transportasi massal. Hadirnya Samesta Alonia Jakarta memungkinkan masyarakat tidak lagi dihadapkan pada pilihan antara memiliki rumah yang terjangkau atau tinggal dekat dengan tempat bekerja. Kini keduanya dapat diwujudkan secara bersamaan,” bebernya.
Melalui pembangunan Samesta Alonia Jakarta, Perumnas kembali menegaskan komitmennya sebagai pengembang perumahan rakyat yang terus menghadirkan solusi hunian berkualitas bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Tidak hanya menyediakan tempat tinggal yang layak dan terjangkau, Perumnas juga mendorong terciptanya kawasan hunian yang terkoneksi dengan pusat-pusat aktivitas kota sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung pembangunan perkotaan yang lebih inklusif, berkelanjutan dan berdaya saing.


