Teknologi Artificial Intelligent (AI) sejauh ini telah bisa menggantikan berbagai pekerjaan administratif dan mekanis yang sifatnya pengulangan (repeatable). Situasi ini tentunya terus mendorong efisiensi untuk aktivitas pekerjaan kantor.
Harus diakui AI telah mengubah banyak bidang termasuk bagaimana cara kita bekerja. Tugas yang berbasis aturan dan pengulangan seperti entri data, layanan pelanggan dasar (chatbot), hingga pekerjaan pabrik disebut yang paling berisiko digantikan oleh sistem AI.
Sementara itu pekerjaan yang melibatkan emosional, empati, maupun kreativitas seperti konseling, mengajar, desain, dan sejenisnya disebut masih belum akan tergantikan oleh teknologi ini.
Perusahaan riset dan konsultan properti Cushman & Wakefield merilis berbagai perubahan, potensi pekerjaan, maupun hal lain yang bersinggungan dengan AI dan pengaruhnya kepada sektor real estat dan perkantoran. Riset “How will AI reshape the Commercial Real Estate and Office Markets?” bisa disimak.
Dengan AI, ada tuntutan baru terkait resklilling yang menuntut tenaga kerja untuk menguasai keterampilan baru yang relevan dengan AI seperti analisis data hingga rekayasa prompt (instruksi untuk AI).
Riset Cushman & Wakefield merumuskan antara lain, apakah AI akan menyebabkan hilangnya pekerjaan dalam skala besar? Jawabannya tidak! AI memang akan mengubah komposisi angkatan kerja tetapi prospek dasarnya tetap menunjukkan penciptaan lapangan kerja bersih tetap positif.
Lapangan kerja baru akan tercipta seiring dengan perkembangan bisnis. Permintaan akan pekerjaan bernilai lebih tinggi akan mendorong pertumbuhan lapangan kerja dan menjaga tingkat kekosongan ruang kantor tetap stabil seiring dengan berkurangnya pekerjaan rutin.
Kemudian, akankah AI mengurangi permintaan ruang kantor secara keseluruhan? Meskipun AI dapat mengotomatiskan tugas-tugas rutin, AI diperkirakan akan menciptakan bentuk pekerjaan baru dan mendukung ekspansi bisnis. Seiring pertumbuhan perusahaan dan evolusi kebutuhan tenaga kerja, permintaan ruang kantor kemungkinan akan berubah bentuk, bukan berkurang secara signifikan.
Selanjutnya, jenis ruang kantor seperti apa yang akan dibutuhkan oleh penyewa seiring dengan percepatan adopsi AI? Permintaan terkuat diprediksi akan bergeser ke arah gedung perkantoran berkualitas tinggi di lokasi utama untuk menjadi solusi tempat kerja yang fleksibel.
Selain AI, ada tren untuk menciptakan lingkungan yang lebih kolaboratif dan berorentasi pada pengalaman. Seiring kantor berkembang menjadi pusat kolaborasi,pengambilan Keputusan, dan keterlibatan klien, kualitas menjadi semakin penting.
Cushman & Wakefield menyarankan kalangan penyewa memikirkan strategi propertinya karena dalam lingkungan yang berubah dengan cepat, fleksibilitas menjadi keunggulan kompetitif.
Maka tindakan yang direkomendasikan antara lain, meningkatkan penggunaan solusi kantor fleksibel, mempertahankan struktur sewa yang mudah beradaptasi, memprioritaskan kualitas tempat kerja dan pengalaman karyawan, hingga mengamankan ruang premium sejak dini di pasar yang pasokannya terbatas.
Prediksi berikutnya terkait skenario AI yang paling mungkin akan terjadi yaitu, adopsi AI secara bertahap yang ditandai dengan peningkatan produktivitas yang moderat, pertumbuhan ekonomi yang stabil, penciptaan lapangan pekerjaan yang berkelanjutan, permintaan ruang kantor yang berkelanjutan, hingga skenario yang akan mendukung fundamental sektor perkantoran yang tangguh sekaligus mempercepat tren perpindahan ke kualitas.


