Bank BSI terus memperkuat komitmennya dalam mendukung program pemerintah di sektor perumahan melalui penyaluran Pembiayaan Kredit Program Perumahan (KPP) berbasis syariah.
Menurut Wakil Direktur Utama Bank BSI Bob Tyasika Ananta, pembiayaan KPP menjadi langkah strategis untuk membantu masyarakat memperoleh hunian pendukung usaha yang layak sekaligus menggerakkan sektor ekonomi produktif seperti pengembangan, kontraktor, hingga UMKM bahan bangunan.
“Bank BSI mendukung penuh inisiatif pemerintah dalam menghadirkan pembiayaan perumahan yang inklusif, terjangkau, dan berbasis syariah. Program ini bukan hanya membantu masyarakat memiliki rumah tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan penciptaan lapangan kerja,” ujarnya.
Pembiayaan KPP yang diberikan kepada pelaku UMKM juga menawarkan margin yang terjangkau sebesar setara 6 persen efektif per tahun sehingga dapat membantu pelaku usaha memperoleh akses modal kerja maupun investasi pembangunan dan pembelian rumah pendukung usaha dengan proses yang mudah dan aksesibel.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait turut mengapresiasi kinerja pembiayaan KPP Bank BSI dan telah menunjukkan komitmen yang luar biasa dalam mendukung program tiga juta rumah yang dicanangkan pemerintah.
“Penyaluran pembiayaan KPP yang terus meningkat dan bahkan mencetak rekor menjadi bukti nyata dukungan sektor perbankan syariah terhadap akses hunian yang lebih mudah, cepat, dan terjangkau bagi masyarakat. Semoga sinergi ini terus berlanjut demi kebaikan rakyat,” kata Maruarar.
Sejak diluncurkan pada Oktober 2025 hingga April 2026, Bank BSI telah menyalurkan pembiayaan KPP sebesar Rp819 miliar kepada 2.385 nasabah. Sementara khusus sepanjang tahun 2026 hingga April, realisasi penyaluran KPP mencapai Rp747 miliar kepada 2.190 nasabah atau sekitar 60 persen dari kuota pemerintah sebesar Rp1,25 triliun.
Penyaluran tersebut terdiri atas pembiayaan sisi demand sebesar Rp740 miliar dan sisi supply sebesar Rp7 miliar. Khusus di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), penyaluran pembiayaan KPP Bank BSI mencapai Rp44 miliar kepada 110 nasabah atau sekitar 5,9 persen dari total penyaluran KPP Bank BSI secara nasional.
Selain program KPP, Bank BSI juga aktif mendukung berbagai program strategis pemerintah lainnya. Hingga April 2026, Bank BSI telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp3,78 triliun kepada 25.785 nasabah, mendukung pembangunan dapur SPPG Program Makan Bergizi Gratis sebesar Rp198 miliar untuk 211 titik, serta mendukung program 3 juta rumah melalui penyaluran KPR FLPP sebanyak 1.201 unit rumah sepanjang Januari hingga April 2026.
Secara korporasi, Bank BSI juga mencatatkan pertumbuhan bisnis yang solid. Hingga kuartal pertama 2026, aset Bank BSI mencapai Rp460 triliun atau tumbuh 14,78 persen secara tahunan dengan laba bersih sebesar Rp2,2 triliun atau tumbuh 17,1 persen. Penyaluran pembiayaan mencapai Rp329 triliun dan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp376,8 triliun. Pencapaian ini menempatkan Bank BSI dalam jajaran lima besar bank nasional berdasarkan aset dan profitabilitas.
“Kami berharap program pembiayaan perumahan ini dapat menjadi solusi nyata bagi masyarakat untuk memiliki hunian yang layak sekaligus memperkuat pembangunan ekonomi yang berkelanjutan,” pungkas Bob.


