Sering mendengar istilah financial planning atau perencanaan keuangan? Jangan buru-buru menganggap ini topik yang berat karena menurut Financial Planning Standards Board Indonesia, ini hanyalah sebuah proses terencana untuk mengelola uang demi mencapai tujuan hidup yang kita idamkan.
Singkatnya, ini adalah peta jalan (roadmap) untuk mencapai kebebasan finansial atau financial freedom. Di sisi lain, ada persepsi keliru bahwa perencanaan ini hanya untuk mereka yang bergaji besar atau sudah berkeluarga. Faktanya, semakin dini kita memulai, akan semakin cepat kita mengamankan masa depan.
Dikutip dari laman resmi Bank BSI, ada beberapa hal kenapa kita harus mulai peduli dengan financial planning. Untuk langkah pertama, sangat penting untuk mulai mengamati tren ekonomi sehingga kita bisa memulai mengapa harus memulainya sekarang.
Kendali penuh dan stabilitas, perencanaan keuangan akan membuat kita berpikir dua kali sebelum belanja impulsif sehingga kondisi finansial lebih tertata, stabil, dan terhindar dari masalah.
Alasan lain perlunya optimalisasi pendapatan dan bukan soal seberapa besar gaji anda tapi seberapa efektif kita mengelolanya. Dengan rencana yang jelas, kita bisa menyisihkan dana untuk investasi secara konsisten.
Berikutnya untuk ketenangan masa depan karena hidup penuh dengan ketidakpastian. Dengan memiliki dana pensiun atau asuransi yang terencana melalui financial planning, artinya kita telah melindungi diri dari risiko ekonomi di masa depan.
Mari simak langkah taktis untuk memulai perencanaan keuangan. Intinya, ini bukan sesuatu yang rumit dan kita bisa memulainya dengan beberapa pilar mendasar. Tentukan tujuan yang jelas dan tetapkan target yang spesifik.
Misalnya, kita ingin menunaikan ibadah haji dalam 10 tahun ke depan, dengan tujuan yang konkret seperti ini akan memudahkan untuk menyusun langkah selanjutnya. Langkah selanjutanya yaitu skala prioritas: needs vs wants. Kunci utamanya adalah mendahulukan kebutuhan primer di atas keinginan sesaat. Pisahkan mana yang wajib dibayar dan mana yang sekadar lapar mata.
Susun budgeting yang realistis, buat gambaran jelas antara pemasukan dan pengeluaran. Tentu kita tetap boleh bersenang-senang, misalnya alokasikan 10 persen dari pendapatan khusus untuk entertainment seperti nongkrong di coffee shop, membeli barang lucu, atau traveling. Ini untuk membuat rencana tetap menyenangkan namun terkontrol.
Lakukan evaluasi berkala, cek progres secara rutin, apakah tabungan sudah mendekati target yang disusun sebelumnya? Jika belum, lakukan penyesuaian. Berikutnya bisa dengan memanfaatkan fitur yang ditawarkan institusi perbankan. Bank BSI misalnya, ada aplikasi BYOND by BSI.
Di era digital, strategi yang bagus butuh alat eksekusi yang praktis. Agar perencanaan keuangan tidak hanya berakhir di atas kertas, BYOND by BSI bisa dijadikan sebagai solusi all-in-one untuk mempermudah gaya hidup finansial yang dijalani.
Integrasi fitur di dalamnya dirancang untuk mendukung setiap pos tujuan, misalnya ingin investasi aman. Ada fitur BSI E-mas atau BSI Cicil Emas untuk mulai membangun aset masa depan. Niat ke tanah suci, mulai langkah spiritual ini dengan membuka Tabungan Haji langsung dari aplikasi.
Punya dream car, bisa memanfaatkan fitur BSI Oto untuk mewujudkan kendaraan impian. Satu hal yang harus dipahami, masa depan yang tenang tidak datang tiba-tiba tapi harus diciptakan melalui kebiasaan hari ini. Mengelola keuangan dengan cerdas merupakan solusi kekinian dengan bantuan teknologi untuk mencapainya.


