Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Wakil Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN Tedi Bharata, Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja, dan CEO Lippo Group James Riady melakukan peninjauan progres pembangunan rumah susun (rusun) subsidi di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan progres pembangunan rusun subsidi berjalan sesuai target sekaligus mendukung percepatan penyediaan hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Dalam kesempatan tersebut Maruarar menegaskan kalau pemerintah terus mendorong berbagai inovasi penyediaan hunian vertikal yang terjangkau, khususnya di kawasan penyangga Jakarta.
“Kita ingin masyarakat berpenghasilan rendah memiliki akses terhadap hunian yang layak, terjangkau, dan dekat dengan pusat aktivitas ekonomi maupun tempat kerja. Pembangunan rumah susun menjadi salah satu solusi penting untuk mengatasi backlog perumahan sekaligus keterbatasan lahan di kawasan perkotaan,” ujarnya.
Hunian vertikal seperti rusun subsidi seperti ini bisa menjadi solusi masa depan terutama di wilayah dengan kebutuhan rumah tinggi dan harga tanah yang terus meningkat. Maruarar juga menyampaikan progres pembangunan Rusun Meikarta yang sesuai rencana dan telah masuk tahapan test pile. Dari total 8.600 pile telah terpasang sebanyak 1.836 pile.
Pembangunan proyek ini dilakukan dengan skema kolaborasi dan posisi Kementerian PKP sebagai pembuat kebijakan atau regulator. Untuk pembiayaan dan pembangunan dilakukan melalui Danantara sementara tanahnya merupakan hibah dari Lippo seluas 30 hektar untuk tiga lokasi pembangunan.
Proyek ini direncanakan akan menyediakan total sekitar 141.000 hunian dari tiga lokasi lahan yang telah disiapkan. Ini juga merupakan salah satu proyek hunian vertikal terbesar yang diharapkan dapat membantu masyarakat pekerja memiliki rumah layak di dekat pusat ekonomi dan industri.


