Dalam berbagai penelitian, Gen Z kerap disebut sebagai generasi yang lebih suka menyewa dibandingkan membeli rumah sendiri. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan cara pandang dengan generasi-generasi sebelumnya.
Kalau dulu memiliki rumah sendiri bisa menjadi sebuah capaian dan simbol kesuksesan, saat ini hunian dianggap kebutuhan yang bisa disesuaikan. Gen Z memiliki alasannya sendiri mengapa memilih sewa.
Beberapa alasannya antara lain, ingin tinggal dekat pusat kota. Survei yang dilakukan Jakpat, 61 persen Gen Z ingin tinggal di kawasan yang nyaman dan strategis. Harga rumah yang semakin mahal dan lokasi di pinggiran kota membuat mengontrak atau sewa menjadi solusi yang dianggap lebih ideal.
Gen Z juga tidak terlalu mementingkan membeli rumah dengan cara mencicil karena terlanjur nyaman menyewa rumah yang cocok dengan penghasilannya. Sewa dianggap lebih mudah dan membuat tidak terbebani dengan cicilan hingga bertahun-tahun kemudian. Di sisi lain sisa penghasilan bisa digunakan untuk hobi ataupun lifestyle.
Gen Z lebih suka sewa dibanding kredit rumah karena biasanya masih belum yakin apakah ingin menetap di satu tempat tertentu. Perubahan karier dan berbagai kemungkinan lain menjadi pertimbangan utama bagi mereka agar lebih fleksibel. Sewa rumah dianggap lebih mudah ketika mereka harus pindah ke kota lain karena tidak ada keterikatan aset jangka panjang.
Dengan sewa juga dianggap lebih ringan dibanding membayar cicilan rumah melalui skema KPR. Fase merintis karier juga tidak mudah bagi generasi ini. 36 persen Gen Z belum mampu membeli properti karena tabungan yang belum cukup untuk membeli rumah.
Di sisi lain tren pasar properti juga cenderung cepat naik khususnya rumah di area perkotaan. Bukan hanya rumah besar, rumah yang kecil dan sederhana juga relatif mahal sehingga tidak terjangkau kalangan ini. Pertimbangan ini yang menjadi alasan kebanyakan Gen Z untuk sewa karena dianggap lebih realistis daripada memaksakan mencicil rumah.
Sewa rumah juga tidak membutuhkan komitmen besar sehingga Gen Z menganggap mereka bisa hidup dengan risiko finansial lebih rendah. Sementara itu, mencicil rumah merupakan keputusan besar dan memerlukan komitmen jangka panjang belasan hingga puluhan tahun. Demi menghindari utang dan memiliki kebebasan serta kualitas hidup, sewa lebih baik.


