Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho, Direktur Utama Bank BRI Hery Gunardi, beserta jajaran, serta para pemangku kepentingan sektor perumahan menggelar rapat persiapan pelaksanaan akad massal rumah subsidi yang akan diselenggarakan di Perumahan Puri Delta City Side Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
Rapat bertujuan untuk memastikan seluruh rangkaian pelaksanaan akad massal berjalan dengan baik. Kegiatan tersebut juga menjadi wujud sinergi antara pemerintah, BP Tapera, perbankan, pengembang, dan seluruh ekosistem perumahan dalam memperluas akses kepemilikan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Akad massal akan dilaksanakan secara serentak untuk 62.000 unit rumah subsidi yang tersebar di 36 provinsi. Selain itu, pemerintah bersama Bank BRI juga akan melaksanakan akad massal Kredit Program Perumahan (KPP) senilai Rp880 miliar.
Program rumah subsidi melalui skema KPR subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) merupakan salah satu program pemerintah yang memberikan kemudahan bagi MBR untuk memiliki rumah layak dengan bunga tetap, uang muka yang terjangkau, serta jangka waktu pembiayaan yang panjang.
Sementara itu, KPP menjadi instrumen pembiayaan yang mendukung ekosistem sektor perumahan baik dari sisi demand untuk membantu masyarakat memiliki atau meningkatkan kualitas rumah maupun dari sisi supply untuk mendukung pelaku usaha perumahan dalam mempercepat penyediaan hunian.
“Rapat hari ini bersama seluruh stakeholder untuk membahas persiapan pelaksanaan akad massal 62.000 rumah subsidi yang akan dilaksanakan pada Kamis, 30 Juli 2026 di Kabupaten Batang. Bersamaan dengan itu juga akan dilaksanakan akad massal KPP sehingga kami ingin memastikan seluruh persiapannya berjalan dengan baik,” ujar Maruarar.
Maruarar juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini menjadi bagian dari ekosistem perumahan nasional. Semua yang terlihat dalam ekosistem perumahan harus terus bekerja sama dalam mendukung berbagai program pemerintah.
Kegiatan ini bisa berjalan dengan baik salah satuny berkat data dari BP Tapera yang disiapkan seperti data penerima secara lengkap by name by address untuk memastikan kalau program ini diterima oleh masyarakat yang berhak. Hingga saat ini BP Tapera telah menyalurkan sebanyak 278.868 unit pada tahun 2025 dan menjadi angka penyaluran tertinggi sepanjang penyelenggaraan program.
“Pelaksanaan akad massal di Batang merupakan penyelenggaraan ketiga setelah sebelumnya sukses dilaksanakan di Cileungsi pada September 2025 sebanyak 26.000 unit dan di Serang pada Desember 2025 sebanyak 50.030 unit rumah subsidi,” kata Heru Pudyo Nugroho, Komisioner BP Tapera.
Adapun Direktur Konsumer Bank BRI Aris Hartanto mengatakan, komitmen Bank BRI dalam mendukung seluruh programpemerintah di sektor perumahan dan pada pelaksanaan akad massal nanti, Bank BRI akan menyalurkan KPP senilai Rp880 miliar untuk sekitar 7.100 debitur.


