Menghadirkan 111 ribu konsumen untuk ikut berkontribusi memberikan 427 ribu suara, ajang The People’s Choice 2026 yang ketiga kembali hadir. Rumah123 dan Indonesia Property Wath (IPW) menghadirkan kategori khusus people choice untuk menggambarkan situasi riil yang dibutuhkan oleh masyarakat.
The People’s Choice merupakan ajang apresiasi bagi berbagai merek di industri properti nasional. Sebanyak 55 penghargaan diserahkan pada malam puncak awal pekan ini di Raffles Hotel Jakarta. Angka partisipasi yang besar ini juga menandai pergeseran yang jarang terlihat di industri properti nasional.
Penilaian atas kualitas dan kepercayaan tidak lagi datang dari sesama pelaku industri, melainkan dari orang-orang yang benar-benar mencari, membandingkan, dan membeli rumah. Rata-rata setiap konsumen memberikan penilaian pada tiga hingga empat kategori berbeda untuk indikasi bahwa mereka menilai secara sadar, bukan sekadar memilih nama yang paling dikenal.
Penghargaan The People’s Choice 2026 terbagi dalam delapan kategori utama: Best Choice Housing Project, Best Choice Home Design, Best Choice Subsidized Housing Project, Best Choice Home Appliances, Best Choice Building Materials, Best Choice Luxury Building Materials, Best Choice Brand SPKLU, dan Company of The Year. Selain itu, ajang tahun ini juga menghadirkan Special Recognition Awards sebagai bentuk apresiasi terhadap pencapaian dan kontribusi khusus di luar kategori utama, salah satunya Indonesia Property Record dan Special Award.
Di jajaran penghargaan tertinggi, Ciputra Group meraih gelar Developer of The Year dan Grand Wisata dinobatkan sebagai Project of The Year. Di sektor perbankan digital, balé by BTN mengamankan predikat Best Digital Mortgage Super Apps, mendampingi puluhan pengembang regional dan penyedia industri pendukung dari seluruh Indonesia.
“The People’s Choice 2026 bukan sekadar penganugerahan, melainkan penegasan atas standar baru pasar properti Indonesia. Kami di 99 Group dan Rumah123 mengapresiasi para pemenang yang konsisten membuktikan kualitasnya. Pencapaian ini kami harapkan memicu iklim industri yang semakin kompetitif, adaptif, dan berfokus pada nilai nyata bagi masyarakat,” ujar Darius Cheung, CEO 99 Group.
CEO IPW Ali Tranghanda menambahkan, konsumen hari ini tidak lagi terbujuk popularitas atau promosi masif namun lebih memperhitungkan rekam jejak, kualitas eksekusi, hingga nilai investasi jangka panjang.
“Hasil The People’s Choice 2026 memetakan dengan jelas brand mana yang benar-benar mampu memenuhi ekspektasi pasar yang kian matang ini. Kita juga bisa melihat adanya pergeseran perilaku konsumen Indonesia yang kian kritis dan edukatif,” katanya.
Rangkaian acara dibuka dengan sesi press conference dan Exclusive Business Networking yang mempertemukan para pemangku kepentingan industri. Diskusi panel yang dipandu oleh Ali Tranghanda bersama perwakilan KENCANA Ahlinya Baja Ringan, Dekkson, dan PT Pertamina Patra Niaga menyoroti bahwa keputusan membeli rumah kini ditentukan oleh kualitas material bangunan, teknologi hardware, sekaligus kelengkapan fasilitas di sekitar kawasan.
PT Pertamina Patra Niaga menempatkan SPBU sebagai bagian dari kebutuhan harian penghuni sekaligus nilai tambah yang dapat dimanfaatkan pengembang untuk memperkuat proposisi sebuah kawasan hunian.
Senior Commercial Advisor Rumah123 Maria Herawati Manik mengatakan, skala partisipasi masyarakat ini berangkat dari basis pencari properti yang setiap bulan memulai perjalanan kepemilikan rumahnya di Rumah123 dan membuktikan konsumen saat ini mengambil peran sentral dalam memvalidasi brand yang mereka percaya.
“Setiap bulan ada jutaan orang yang membuka Rumah123 untuk mencari rumah, menghitung kemampuan KPR hingga mengajukan KPR. Tembusnya angka 427 ribu suara merupakan sinyal kuat bahwa masyarakat Indonesia semakin proaktif mengawal brand yang menemani perjalanan kepemilikan dan penghunian rumah mereka,” bebernya.
Seluruh data voting yang masuk juga telah melalui tahapan audit dan verifikasi berlapis, memastikan bahwa setiap penghargaan yang diberikan murni merepresentasikan preferensi objektif dari konsumen nyata di lapangan.


