Pollux Properties merupakan perusahaan pengembang dengan portofolio yang tersebar di berbagai kota. Fokus pengembangannya antara lain menghadirkan kawasan terpadu modern (mixed-use) melalui pembangunan apartemen mewah, kawasan komersial, perhotelan, hingga ritail di kota-kota utama Indonesia.
Beberapa jejak proyek Pollux Properties antara lain Pollux Meisterstadt yang merupakan proyek mega superblock di Batam, pusat perbelanjaan terpadu Pollux Chadstone Cikarang, perkantoran grade A di Mega Kuningan Pollux Skysuites, kondominium dan resor mewah Amarsvati Lombok, hingga beberapa properti ikonik di Semarang yang terdiri dari Pollux Mall Paragon, Central City Mall, tiga hotel, dan apartemen.
Menurut CEO Pollux Properties Handoyo K. Setyady, di paruh kedua tahun 2026 ini pihaknya masih tetap optimistis terkait prospek ekonomi nasional-global maupun bisnis properti dengan menerapkan berbagai strategi yang telah disiapkan.
“Kami melihat untuk segmen apartemen memang masih berat tapi untuk shopping mall, office, dan perhotelan itu masih oke. Jadi dengan kondisi saat ini seperti situasi geopolitik, inflasi, BI Rate, dan lainnya kami masih tetap optimistis dan semuanya masih on the track dengan semua yang kami rencanakan,” ujarnya.
Diakui Handoyo, beberapa proyek memang ada yang di-hold untuk melihat kondisi pasar yang lebih baik. Tapi sektor perhotelan seperti pada bulan Mei yang banyak long weekend maupun Juni dengan libur anak sekolah, okupansi hotel Pollux bisa mencapai 95 hingga 100 persen.
Saat ini mayoritas pendapatan Pollux Properties dari segmen mal yang mencapai lebih dari 50 persen. Untuk segmen apartemen yang kondisinya masih berat, strategi yang diambil dengan mengubah unitnya menjadi service apartment dan hotel. Total ada ratusan unit yang di-switch seperti di Batam dan Cikarang.
Di Batam, unit apartemen yang diubah menjadi hotel hingga satu tower. Masih baiknya segmen hotel juga akan diperkuat di Semarang. Mengelola tiga hotel di “kota lumpia”, Handoyo menyebut okupansi hotelnya relatif baik namun tidak berarti tidak ada inovasi.
Citadines yang merupakan brand operator hotel akan digandeng sebagai bagian dari inovasi yang dijalankan untuk hotel di Semarang. Dengan banyaknya event yang akan dijalankan pada tahun ini, aktivitas pemerintah, maupun kemudahan aksesibilitas yang membuat aktivitas pariwisata meningkat diyakini akan mendorong okupansi hotel maupun mal Pollux di Semarang.
“Jadi kami akan terus improve di semua properti yang kami kelola. Kawasan Industri Batang juga menjadi peluang yang baik untuk okupansi hotel dan mal kami karena dengan pembangunan jalan tol akses ke pusat Kota Semarang hanya 45 menit dan itu meningkatkan akses pasar ke berbagai produk kami,” pungkasnya.


