Investasi, khususnya pada produk properti kerap menunggu waktu yang tepat. Situasi ini yang membuat kalangan investor wait and see dan menunggu momentum untuk mendapatkan harga maupun investasi terbaik.
Nah, kapan sebenarnya waktu yang tepat untuk berinvestasi properti? Dalam dunia properti, ada siklus dan timing bukan hanya soal menebak harga yang paling murah melainkan membaca momentum yang terbentuk dari berbagai faktor.
Beberapa faktor yang harus dicermati supaya produk properti yang dibeli optimal antara lain suku bunga, ketersediaan unit di pasar (supply-demand), hingga kebijakan pemerintah yang tengah berlaku.
Beberapa indikator saat ini yang bisa dibaca, dari sisi pembiayaan suku bunga KPR relatif kompetitif dibandingkan periode-periode sebelumnya. Susku bunga relatif rendah akan membuat cicilan bulanan menjadi lebih terjangkau.
Di sisi lain, developer juga masih menawarkan berbagai pilihan unit, baik rumah jadi maupun yang siap huni dalam waktu dekat. Hal ini memberi calon pembeli lebih banyak opsi untuk menyesuaikan dengan kebutuhan dan budget.
Hal lainnya lagi, kondisi pasar yang belum terlalu “panas” justru bisa jadi keuntungan tersendiri. Pembeli memiliki ruang negosiasi yang lebih fleksibel serta waktu yang cukup untuk membandingkan sebelum mengambil keputusan.
Berbeda dengan saat demand tinggi, unit yang tersedia akan cepat terserap dan pilihan jadi terbatas. Situasi seperti ini memberi kesempatan untuk membeli dengan lebih rasional dan terukur.
Yang tidak kalah penting adanya dukungan kebijakan dari pemerintah untuk memperkuat momentum ini. Ditambah lagi dengan kebijakan PPN 100 persen yang ditanggung pemerintah (PPN DTP) untuk pembelian rumah tertentu, total biaya yang biasanya cukup besar bisa ditekan secara signifikan.
Ini menjadi entry point untuk memiliki properti jadi lebih ringan dan kompetitif dibandingkan kondisi normal. Situasi ini juga bisa menjadi langkah awal yang tepat untuk memiliki rumah sekaligus aset jangka panjang.


