Keberlanjutan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) kian ditopang oleh kepercayaan investor melalui nilai investasi yang hingga saat ini telah mencapai Rp72,39 triliun. Menurut Juru Bicara Otorita IKN Troy Pantouw, capaian tersebut menjadi bukti pembangunan Nusantara tidak berhenti seiring dengan menuju hidupnya ekosistem perkotaan.
“Total angka estimasi investasi sebesar Rp72,39 triliun ini menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap IKN terus berjalan. Pembangunan Ibu Kota Nusantara adalah masa depan kota Indonesia dan caranya adalah dengan bersama-sama kita membangun ekosistem kehidupan, layanan, hunian, dan berbagai aktivitas ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Saat ini, total estimasi investasi di IKN terdiri dari investasi swasta murni sebesar Rp60,29 triliun serta fasilitas publik dan penugasan Kementerian/Lembaga (K/L) sebesar Rp12,1 triliun. Secara keseluruhan, telah terdapat 75 Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan 65 pelaku usaha yang masuk dalam investasi swasta murni serta 15 penugasan kepada K/L.
Komposisi investasi tersebut juga menunjukkan keterlibatan pelaku usaha nasional dan internasional. Dari total 75 PKS, sebanyak 11 PKS berasal dari investor asing dengan delapan perusahaan dari enam negara yaitu Korea Selatan, Tiongkok, Uni Emirat Arab, Rusia, Malaysia, dan Singapura.
Sementara 64 PKS lainnya berasal dari pelaku usaha dalam negeri. Kehadiran investasi ini terlihat pada berbagai sektor, mulai dari hunian, infrastruktur, energi, akomodasi, pusat olahraga, hingga fasilitas komersial.
Di sisi lain, aktivitas perekonomian juga mulai tumbuh di kawasan Nusantara, termasuk melalui bisnis makanan, minuman, dan usaha penunjang kebutuhan masyarakat lainnya, baik bagi pekerja maupun pengunjung yang beraktivitas di kawasan Nusantara.
Salah satu contoh perkembangan ekosistem bisnis di IKN terlihat dari masuknya pelaku usaha merek ternama, yaitu Roti’O. Hadirnya entitas bisnis ini menjadi salah satu contoh bagaimana pelaku usaha melihat peluang jangka panjang di Nusantara.
“Semenjak buka kemarin, antusiasme pengunjung lumayan ramai. Saat grand opening itu ada lebih dari seratus orang yang datang. Kalau di sini mungkin akan ramai, apalagi kemungkinan untuk orang-orang liburan tentunya ke depan kawasannya akan semakin ramai,” ujar Harfi, Leader/Kepala Toko Roti’O.
Merespons hal tersebut, Troy menambahkan bahwa investasi yang masuk memberikan sinyal bahwa para investor mulai membaca IKN sebagai pasar masa depan. “Ketika infrastruktur dasar, hunian, energi, layanan publik, dan aktivitas ekonomi mulai terbentuk, di situlah kota ini mulai hidup. Investasi ini menjadi jembatan dari pembangunan menuju kehidupan kota,” pungkasnya.


