Sinar Mas Land (SML) melalui PT Sinar Medika Langgeng menandatangani nota kesepahaman (MOU) dengan PT Bundamedik Tbk untuk pengembangan fasilitas rumah sakit berstandar internasional di Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (KEK ETKI) Banten, BSD City.
Kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat ekosistem layanan kesehatan nasional sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan berkualitas di dalam negeri, termasuk layanan unggulan di bidang fertilitas, ibu dan anak, serta bedah berbasis teknologi bedah robotik. Kerja sama ini juga diapresiasi oleh Kementerian Kesehatan.
“Kementerian Kesehatan memiliki tiga fokus utama lima tahun ke depan, yang pertama memberikan pelayanan kesehatan yang mudah aksesnya, bagus kualitasnya, dan terjangkau. Kedua kita ingin memastikan health system resilience kita kuat, dan ketiga sektor kesehatan harus berkontribusi terhadap Gross Domestic Product (GDP) growth dan job creation,” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi.
Sektor kesehatan juga memiliki potensi besar untuk berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Karena itu peran swasta menjadi sangat penting untuk mendorong pengembangan sektor ini ke depan.
Karena itu kerja sama antara KEK ETKI Banten dan Bundamedik yang menjadi langkah konkret untuk mengurangi kebutuhan masyarakat berobat ke luar negeri sekaligus memperkuat layanan kesehatan di Indonesia.
Kepala BUPP KEK ETKI Banten Lindawaty Chandra menambahkan, kehadiran Bundamedik akan memperkuat daya tarik investasi kawasan serta mempercepat terbentuknya ekosistem kesehatan yang terintegrasi di KEK ETKI Banten atau yang juga dikenal sebagai D-HUB SEZ
yang akan terus berkolaborasi antara Bundamedik dan Sinar Medika Langgeng.
“Kami akan berkolaborasi dalam mengembangkan dan mengelola rumah sakit berkelas internasional, membangun pusat riset dan inovasi layanan kesehatan digital, termasuk telemedicine, pelatihan klinis, dan pengembangan tenaga medis. Hal ini tidak hanya meningkatkan valuasi kawasan tetapi juga menciptakan efek pengganda ekonomi melalui integrasi sektor kesehatan dengan hunian, ritel, dan hospitality,” katanya.
President Commissioner Bundamedik Ivan Rizal Sini mengatakan, berbagai inovasi tanpa henti terus memperkuat posisi Bundamedik sebagai pemimpin industri kesehatan di Indonesia. Bundamedik merupakan pionir dalam layanan bedah robotik dengan pengalaman lebih dari 13 tahun dan telah menangani lebih dari 800 kasus.
“Kami juga menjadi satu-satunya di Indonesia bahkan di Asia Tenggara, yang berhasil melakukan prosedur skin sparing mastectomy menggunakan teknologi robotik serta memiliki kapabilitas lengkap untuk layanan transplantasi ginjal. Selain itu pengalaman kami dalam mengembangkan layanan RS Bunda Group menjadi modal penting untuk berkontribusi dalam pengembangan rumah sakit di KEK ETKI Banten,” bebernya.
Bundamedik dikenal sebagai ekosistem layanan kesehatan keluarga Indonesia yang holistik dan komprehensif yang hadir untuk mendampingi setiap tahapan kehidupan keluarga mulai dari perencanaan kehamilan, masa kehamilan dan persalinan, tumbuh kembang anak, hingga layanan kesehatan bagi dewasa dan lansia.
Dengan luas area sekitar 59,68 hektar, D-HUB SEZ akan memberikan berbagai kemudahan investasi bagi investor lokal dan global untuk membangun usaha di bidang pendidikan, kesehatan, teknologi, dan ekonomi kreatif.
Kawasan ini menawarkan insentif fiskal termasuk tax holiday/tax allowance, pembebasan PPN, bea masuk, dan cukai, serta insentif non-fiskal meliputi perizinan dan birokrasi yang lebih sederhana, kemudahan imigrasi, hingga kelancaran lalu lintas barang dan tenaga kerja.


