Close Menu
UrbanBaz.id: Berita Properti Terkini Terlengkap Akurat
    Berita Terpopuler

    Nih Syarat Untuk Dapat Kredit Program Perumahan

    October 29, 2025

    Satu Dekade Aksi Nyata Sharp Greenerator

    December 12, 2025

    Karya Arsitektur Lokal Bertengger di Barcelona

    July 21, 2024

    OPINI: ‘Tanah-Hanif’ (In Memoriam Raden Rasich Hanif Radinal)

    September 27, 2024

    Menengok Perkembangan Kawasan TOD LRT City

    May 5, 2025
    Berita Terpopuler

    Nih Syarat Untuk Dapat Kredit Program Perumahan

    October 29, 2025

    Satu Dekade Aksi Nyata Sharp Greenerator

    December 12, 2025

    Karya Arsitektur Lokal Bertengger di Barcelona

    July 21, 2024

    OPINI: ‘Tanah-Hanif’ (In Memoriam Raden Rasich Hanif Radinal)

    September 27, 2024
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    UrbanBaz.id: Berita Properti Terkini Terlengkap AkuratUrbanBaz.id: Berita Properti Terkini Terlengkap Akurat
    • Properti

      Menengok Pengelolaan Hunian Pekerja Konstruksi IKN

      August 3, 2026

      Kementerian PKP Jajaki Kerja Sama Perumahan Dengan Tiongkok

      August 3, 2026

      Presiden Prabowo Apresiasi Akad Massal 62 Ribu Unit Rumah

      August 3, 2026

      Ditopang Recurring Income, Paradise Indonesia Kembali Catatkan Kinerja Bisnis Positif

      August 3, 2026

      Bank BSI Berikan Banyak Kemudahan Di Danantara Housing Expo 2026

      July 30, 2026
    • Pembiayaan

      Total Penyaluran Pembiayaan SMF Capai Lebih Rp141 Triliun

      August 5, 2026

      Total Penyaluran KPR Bank BSI Capai Lebih Rp61 Triliun

      August 4, 2026

      Bank BSI-BPJS Ketenagakerjaan Mudahkan Akses Miliki Rumah

      July 13, 2026

      Pemerintah Dorong Penyerapan KPR Subsidi

      July 4, 2026

      Plafon Kredit Program Perumahan Ditingkatkan Jadi Rp50 Triliun

      June 27, 2026
    • Desain

      PLN Usung Program Smart & Green Building

      May 31, 2026

      Pasang Keramik Jangan Asal, Simak Aplikasi Yang Benar

      May 31, 2026

      Bawa Inspirasi Alam Ke Dalam Kamar

      May 28, 2026

      Lebih Jauh Dengan Konsep Rumah Kantilever

      April 4, 2026

      Podomoro Park Bandung Membuat Rumah Yang Menyatu Indoor-Outdoor

      March 20, 2026
    • Tips

      Penting Mengatur Keuangan In This Economy

      July 14, 2026

      5 Tips Beli Rumah Pertama

      June 28, 2026

      Mitra 10 Berbagi Tips Pilih Cat Yang Sesuai

      April 19, 2026

      Rumah Adem Tanpa AC, Bisa!

      March 29, 2026

      Rumah Bersih-Rapi Selama Lebaran, Simak Tipsnya

      March 20, 2026
    • Figur

      Bedah Estetika Khas Korea Selatan Hadir di D-HUB SEZ BSD City

      July 29, 2026

      Mesin Cuci Hingga AC Sharp Kembali Raih Penghargaan

      July 23, 2026

      United Tractors dan BNPB Helat Training Kampung Tangguh Bencana

      July 21, 2026

      AHY: Sektor Konstruksi Merupakan Pilar Pembangunan Berkelanjutan

      July 10, 2026

      Bank BRI Dorong Layanan Wealth Management Hingga Berbuah Penghargaan

      June 12, 2026
    • Investasi

      Potensi Sektor Industri Capai Ribuan Triliun

      August 3, 2026

      Lindungi Dana Dengan “Money Lock”

      July 30, 2026

      Sinergi Bank Muamalat-Antam Dorong Rantai Pasok Logam Mulia

      July 21, 2026

      Investasi Bisa Dimulai Dengan Uang Saku

      July 11, 2026

      Mau Investasi Modalnya Dari Rumah, Bisa

      July 4, 2026
    • Landscape

      Lippo dan Pakuwon Tegaskan Pagar Mal Tidak Perlu

      August 5, 2026

      Upaya Tangani Kawasan Kumuh Dengan Program Tematik

      August 4, 2026

      Stasiun MRT Blok M BCA Jadi Pendorong Kembalinya Pamor Blok M

      July 27, 2026

      IKN Jadi Kota 10 Menit

      July 27, 2026

      Bank BRI Tanam 24 Ribu Mangrove Di Karawang

      July 27, 2026
    • Lifestyle

      Besarnya Potensi Bisnis MICE Di Indonesia

      August 3, 2026

      SaloneSatellite Permanent Collection Bakal Hadir Di PIK2

      July 27, 2026

      Langkah Strategis Pengembangan Ekosistem Wisata Kesehatan

      July 27, 2026

      Begini Kalau Bank dan Maskapai Kolaborasi, Ada Banyak Untungnya

      July 21, 2026

      Sharp Run for the Future Sekaligus Ajak Peserta Tanam Pohon

      July 10, 2026
    • Opini

      Membangun Kota Adil dan Tangguh Melalui Perumahan Kooperatif

      July 13, 2026

      BBM Naik Hingga Pelemahan Rupiah Bikin Beban Konsumen Berlapis

      July 8, 2026

      Pasar Properti dan KPR Pasca BI Rate Naik

      June 20, 2026

      Tranformasi Mal Menjadi Pusat Experience

      May 20, 2026

      Mutlak, Penerapan Manajemen Digital untuk Efektivitas Pelaksanaan Proyek

      May 15, 2026
    UrbanBaz.id: Berita Properti Terkini Terlengkap Akurat
    Home»Opini»Opini: Diantara Rumah Mini dan Asset Management
    Opini

    Opini: Diantara Rumah Mini dan Asset Management

    UrbanBaz.idBy UrbanBaz.idJune 26, 2025Updated:July 1, 2025No Comments5 Mins Read
    Diantara Rumah Mini dan Asset Management
    Muhammad Joni (Foto: Dok. Pribadi)

    Ibukota negara masih Jakarta dengan presiden yang berkantor di Istana Negara. Ibukota Negara Jakarta itu bertabalkan Kota Megapolitan yang konon makin berdandan menjadikan diri berstandar dunia: Jakarta Kota Global, yang makin tinggi pencakar langitnya, makin cepat melaju keretanya. Desis anginnya saja tak bisa dikejar, siapa yang ridho dibuat ketinggalan mengikuti derap imaji Kota Global dan Berbudaya. Kota dibangun tanpa satu pun tertinggalkan, itu prinsip universal versi SDG’s.

    Akankah kota makin berbudaya tatkala hanya memberi intervensi bedah rumah pada sepotong kawasan di sana sini kepada warga Jakarta? Adakah kabar-kabar kolaborasi  dengan otoritas Pemprov DKI Jakarta yang masih memegang catatan tagihan hunian berimbang dan daftar kewajiban pengembang pasca pembebasan lahan?  

    Tapi semakin cepat Jakarta melaju, semakin sempit pula ruang hidup rakyat kecil yang dulu membangun kota ini dengan keringat dan doa bahkan orasi dan petisi, tentunya juga fiskal negara.

    Usah heran, potret warga kota dengan rumah-rumah mereka yang padat, tak layak dan tersuruk di kawasan kumuh kota becek, jamak komunitas itu berpindah karena pernah digusur dan direlokasi berkali-kali hingga direkayasa kebijakan dan investasi mahal. Mereka tinggal di “kampung terjepit” atau tersisih menjauh keluar lokus bekerja dan etos rentak budaya asalnya. 

    Kini, malah di era Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan rakyat tersenyum, nguyu, jangan sampai tersingkir dari “pulau” kehidupan a.k.a. ruang spasialnya. Eeh, kenapa malah mereka ditawari opsi “rumah” 18 meter persegi yang katanya itu konon masih “opsi”. Tak ada opsi normatif rumah mini yang ada hanya rumah MBR yang melekat duo syarat: layak dan terjangkau.

    The HUD Institute Menambahnya Opsi Rumah Sehat dan Produktif

    Tersebar kabar media, Puan Sri Haryati, Dirjen Perumahan Perkotaan Kementerian PKP, menjelaskan rumah subsidi mini itu bukan paksaan tapi opsi pilihan untuk generasi muda model Gen Z, pekerja urban, dengan cicilan murah.

    Tapi pertanyaan tajam muncul dari balik akal sehat eksponen pegiat dan pengabdi perumahan rakyat. Kalau negara punya lahan luas milik sendiri, kenapa malah memilih opsi mengecilkan ruang hidup rakyat?

    Bukankah ukuran kelayakan dan hidup mengglobal berbudaya adalah peningkatan ruang spasial.  Bukan malah kemerosotan keadilan spasial. Bukan pula inflasi derajat martabat.

    Patut direnungkan, beleid rumah 18 m2 itu pilihan atau pemiskinan atas nama angka target pencapaian?

    Wamen PKP Fahri Hamzah mengungkap rencana pengadaan rumah subsidi minimalis dengan luas bangunan 18 m2 itu belum disetujui oleh Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo.

    Lantas siapa mendapat apa dan hendak siaga menguasai cuan?

    “Rumah bukan hanya tembok. Ia ruang hidup, ruang didik, ruang budaya. Rumah 18 meter persegi bukan solusi, tapi ruang sempit bagi mimpi besar rakyat,” ujar Ketua Umum The HUD Institute Zulfi Syarif Koto.

    Saat pemerintah menyebut rumah sempit itu sebagai “opsi”, kita perlu bertanya, opsi untuk siapa? Apakah rakyat di Medan, Semarang, Surabaya atau Makassar juga harus ditawari opsi itu? Ditawari opsi itu dengan kenyataan harga tanahnya yang masih masuk akal?

    Pembangunan perumahan bukan hanya tentang bangunan melainkan keputusan moral dan hati Nurani, apakah negara benar-benar berpihak pada rakyat atau hanya menyesuaikan anggaran.

    Di Mana Peran Bank Tanah?

    Bank Tanah yang seharusnya hadir menyelamatkan kebutuhan lahan untuk rumah rakyat malah seakan mati langkah. Hingga saat ini tidak satu pun proyek rumah susun rakyat yang diumumkan hasil sinergi Bank Tanah, pemda, dan kementerian. Padahal wewenang Badan Bank Tanah diperkuat agar tak loyo untuk fastabiqul khairat pada perumahan rakyat.

    Bank Tanah itu seperti gudang logistik yang terkunci. Potensinya besar tapi tidak menyentuh dapur rakyat. Sementara itu ada banyak lahan nyaris kosong dan nyaris terlantar sehingga tak efektif dan produktif yang sebenarnya bisa ditangani, ditata ulang dengan ilmu teknis urban development.

    Jangan biarkan aset milik negara lama terbengkalai dalam arti abai dan tidak berguna bagi kontribusi program 3 juta rumah, program andalan Presiden Prabowo. The HUD Institute memiliki data relatif lengkap, malahan sebagian sudah disurvei lapangan dan studi kelayakan.

    Sebut saja eks rumah dinas DPR di Kalibata, HPL Setneg di Senayan dan Kemayoran, tanah-tanah BUMN/BUMD dari Rawamangun sampai Cawang, lahan BUMN Perumnas maupun BUMN-BUMN Karya, juga lokasi cantik seluas 17 hektar tanah dalam wewenang Kementerian PU di kawasan segi tiga “berlian” Lebak Bulus yang bisa berkembang menjadi 30 hektar dengan konsolidasi vertikal yang terkoneksi pengembangan konsep TOD Lebak Bulus.

    Saat diskusi dengan The HUD Institute, sangat baik untuk mendorong langkah cepat dan tegap agar dikelola lewat Asset Management for Public Housing yang memang disiapkan untuk membangun rusun MBR dan mix-used housing vertikal yang adil, layak, dan terkoneksi TOD.

    Tangerang, Jakarta, dan Arah Masa Depan

    Di Tangerang, tekanan harga tanah dan urbanisasi juga meningkat. Perda-perda harus mengarah pada rumah vertikal. Tetapi mengapa oh mengapa, pemerintah pusat malah melempar bola rumah tapak 18 m2. Pemprov Jakarta bahkan sudah menutup pintu untuk rumah tapak rakyat dalam beleid tata ruang a.k.a RDTR. Arah masa depan adalah vertikal yang manusiawi bukan rumah tapak yang menyempitkan dan menggerogoti budaya manusia.

    “Kalau bisa rusun TOD di atas lahan negara, kenapa rakyat dipaksa beli rumah tapak sempit jauh dari pusat kota?” imbuh Zulfi Syarif Koto.

    Rumah sebagai Penjaga Budaya

    Dalam semangat HUT Jakarta ke-498 sebagai Kota Global Berbudaya, kita patut mengingat bahwa rumah adalah ruang budaya pertama bangsa. Dari rumah yang genah dan layak itulah lahir anak-anak membacakan asa, pelantun doa, perawat nilai, dan penjaga egaliter bangsa.

    Rakyat Jakarta yang dulu memelihara budaya Betawi, memeluk keberagaman, membesarkan anak-anak dengan budi bahasa dan sambal tumis pete, jangan dikhianati dengan rumah 18 meter tanpa leluasa sirkulasi hajat manusiawi.

    Epilog: Bangun Keadilan, Bukan Hanya Bangunan

    Kita tentu tidak menolak rumah kecil, tapi kita menolak penyempitan ruang martabat.

    “Kalau bisa asset management, mengapa memilih opsi rumah mini?”

    Itu pertanyaan untuk para pengambil kebijakan yang hendak menuliskan sejarah keadilan ruang spasial dan sosial. Ruang fiskal mengikuti. Jakarta tak kekurangan langit. Tapi jangan sampai ia kekurangan hati untuk rakyatnya sendiri.

    Karena Kota Global yang berbudaya, bukan yang paling tinggi bangunannya tetapi yang paling tinggi ikhwal memanusiawikan rumah-rumah warganya.

    Selamat Ulang Tahun Kota Jakarta ke 498. Sing tangguh dan tabah menapaki imaji menjadi Kota Global dan Berbudaya. Tabik.

    Ada banyak aset lahan nganggur yang mestinya bisa ditata dengan Teknik urban development untuk memakmurkan warga Assets management tidak dioptimalkan malah memilih opsi rumah mini Rumah 18 m2 tidak layak untuk membangun budaya dan bertentangan dengan beleid pengembangan vertikal
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    UrbanBaz.id
    UrbanBaz.id

    Urbanbaz menyuguhkan berita properti terkini, terlengkap, dan akurat. Serta menawarkan solusi lengkap bagi pengembang properti dalam mempromosikan produk, baik secara offline maupun online.

    Berita Terkait

    Total Penyaluran Pembiayaan SMF Capai Lebih Rp141 Triliun

    August 5, 2026

    Lippo dan Pakuwon Tegaskan Pagar Mal Tidak Perlu

    August 5, 2026

    Total Penyaluran KPR Bank BSI Capai Lebih Rp61 Triliun

    August 4, 2026

    Upaya Tangani Kawasan Kumuh Dengan Program Tematik

    August 4, 2026

    Menengok Pengelolaan Hunian Pekerja Konstruksi IKN

    August 3, 2026

    Kementerian PKP Jajaki Kerja Sama Perumahan Dengan Tiongkok

    August 3, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Total Penyaluran Pembiayaan SMF Capai Lebih Rp141 Triliun

    August 5, 2026

    Sebagai perusahaan BUMN dengan tugas khusus penyedia likuiditas sekaligus alat fiskal pemerintah dalam mendukung keberlanjutan…

    Lippo dan Pakuwon Tegaskan Pagar Mal Tidak Perlu

    August 5, 2026

    Total Penyaluran KPR Bank BSI Capai Lebih Rp61 Triliun

    August 4, 2026

    Upaya Tangani Kawasan Kumuh Dengan Program Tematik

    August 4, 2026
    logo footer

    Your Daily Property
    and Lifestyle News

    Urbanbaz.id portal berita menyuguhkan berita properti terkini, terlengkap, dan akurat. Serta menawarkan solusi lengkap bagi pengembang properti dalam mempromosikan produk, baik secara offline maupun online.

    Kategori
    Properti
    Pembiayaan
    Investasi
    Desain
    Landscape
    Lifestyle
    Tips
    Opini
    Figur
    Global
    Video
    Informasi
    About Us
    Privacy Policy
    Ketentuan Layanan
    Contact Us
    Disclaimer
    Advertise
    Redaksi
    Media Sosial
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    All Rights Reserved | Optimized © 2026 by URBANBAZ

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.