Close Menu
UrbanBaz.id: Berita Properti Terkini Terlengkap Akurat
    Berita Terpopuler

    Danantara Sukses Terbitkan Obligasi Global

    June 17, 2026

    10 Tahun Terakhir Apartemen Menengah Bawah Naik Signifikan

    December 23, 2024

    Nih Syarat Untuk Dapat Kredit Program Perumahan

    October 29, 2025

    Satu Dekade Aksi Nyata Sharp Greenerator

    December 12, 2025

    Karya Arsitektur Lokal Bertengger di Barcelona

    July 21, 2024
    Berita Terpopuler

    Danantara Sukses Terbitkan Obligasi Global

    June 17, 2026

    10 Tahun Terakhir Apartemen Menengah Bawah Naik Signifikan

    December 23, 2024

    Nih Syarat Untuk Dapat Kredit Program Perumahan

    October 29, 2025

    Satu Dekade Aksi Nyata Sharp Greenerator

    December 12, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    UrbanBaz.id: Berita Properti Terkini Terlengkap AkuratUrbanBaz.id: Berita Properti Terkini Terlengkap Akurat
    • Properti

      Greenpark Group Hadirkan Le Houz Signature Depok, Rumah 2 Lantai Mulai Rp399 Juta

      September 29, 2026

      Menara Astra Terapkan Teknologi AI untuk Optimasi Sistem HVAC

      September 29, 2026

      Kementerian PKP Percepat Program Perumahan dengan Pemerintah Daerah

      September 28, 2026

      Menengok Klaster Amerta di Maestria Residence yang Dirancang Thoughtfully Planned

      September 28, 2026

      Interzum-IHF-IFFINA+ Disatukan di NICE PIK2

      September 25, 2026
    • Pembiayaan

      Anggaran Kementerian PKP 2027 Fokus untuk Program Perumahan

      September 28, 2026

      Dari Target 350 Ribu, Penyaluran KPR FLPP Baru Mencapai 148.508

      September 25, 2026

      Bank BRI Telah Salurkan Pembiayaan Perumahan Senilai Rp12 Triliun

      September 19, 2026

      Bank BSI Dorong Kolaborasi untuk Perbesar Penyaluran KPR Subsidi FLPP

      September 3, 2026

      Dorong Literasi-Inklusi Keuangan Syariah, Bank BSN Gelar Akad Massal Hingga 10 Ribu Unit

      August 25, 2026
    • Desain

      Efek Psikologis Granite Tile Terhadap Ruang

      August 6, 2026

      PLN Usung Program Smart & Green Building

      May 31, 2026

      Pasang Keramik Jangan Asal, Simak Aplikasi Yang Benar

      May 31, 2026

      Bawa Inspirasi Alam Ke Dalam Kamar

      May 28, 2026

      Lebih Jauh Dengan Konsep Rumah Kantilever

      April 4, 2026
    • Tips

      Penting Mengatur Keuangan In This Economy

      July 14, 2026

      5 Tips Beli Rumah Pertama

      June 28, 2026

      Mitra 10 Berbagi Tips Pilih Cat Yang Sesuai

      April 19, 2026

      Rumah Adem Tanpa AC, Bisa!

      March 29, 2026

      Rumah Bersih-Rapi Selama Lebaran, Simak Tipsnya

      March 20, 2026
    • Figur

      Kuasa 42 Persen Jalan Tol, Laba Jasa Marga Capai Rp1,91 Triliun

      September 28, 2026

      Giant Sea Wall Berhadapan Dengan Risiko Ekologis Hingga HAM

      September 23, 2026

      MRT Jakarta Angkut Lebih 30 Juta Penumpang Hingga Agustus 2026

      September 19, 2026

      Lagi, Perusahaan Developer Terjerat Kasus Suap

      September 16, 2026

      Aktivitas Pengembangan SML Kembali Raih Penghargaan

      September 10, 2026
    • Investasi

      Pola Pikir FOMO-JOMO untuk Investasi

      September 28, 2026

      Bank BSI Lelang Aset dengan Harga Kompetitif, Ada Rumah Hingga Gudang

      September 16, 2026

      Otorita IKN-Pemprov Jawa Tengah Jajaki Kolaborasi Pembangunan Kedua Kawasan

      August 7, 2026

      Potensi Sektor Industri Capai Ribuan Triliun

      August 3, 2026

      Lindungi Dana Dengan “Money Lock”

      July 30, 2026
    • Landscape

      Ada Toolkit Rumah Sehat-Rumah Hemat dari GBCI dan Rujak Center

      September 28, 2026

      Hari Udara Bersih 2026, Negara Masih Abai Memenuhi Hak Warga

      September 9, 2026

      Perdagangan Karbon Hingga Pengembangan Eco-Tourism Jadi Potensi Besar Daerah

      August 11, 2026

      BSD Urbanatura Eco Urban Park Jadi Ruang Terbuka Baru Di BSD City

      August 6, 2026

      Lippo dan Pakuwon Tegaskan Pagar Mal Tidak Perlu

      August 5, 2026
    • Lifestyle

      ILON Academy Perluas Jenjang Pendidikan di BSD City

      September 29, 2026

      Pilah dan Hitung Sampahmu

      September 23, 2026

      Mewujudkan Smart & Liveable City Melalui Cahaya, Signify Beberkan Panduannya

      September 5, 2026

      Ada Layanan Lebih di Hitachi Brand Store Darmawangsa

      September 5, 2026

      Tenant Mix Jadi Faktor Penting Dorong Pertumbuhan Pusat Perbelanjaan

      August 31, 2026
    • Opini

      Karhutla dan Kebakaran TPA yang Gagal Diatasi Pemerintah

      September 12, 2026

      Pasar Perkantoran Pulih Bertahap

      August 23, 2026

      Babak Baru Hotel Jakarta-Bali

      August 6, 2026

      Membangun Kota Adil dan Tangguh Melalui Perumahan Kooperatif

      July 13, 2026

      BBM Naik Hingga Pelemahan Rupiah Bikin Beban Konsumen Berlapis

      July 8, 2026
    UrbanBaz.id: Berita Properti Terkini Terlengkap Akurat
    Home»Investasi»Pola Pikir FOMO-JOMO untuk Investasi
    Investasi

    Pola Pikir FOMO-JOMO untuk Investasi

    UrbanBaz.idBy UrbanBaz.idSeptember 28, 2026No Comments6 Mins Read
    Pola Pikir FOMO-JOMO untuk Investasi
    Ilustrasi investasi (Dok. IIM)

    Salah satu fenomena yang terjadi pada generasi muda khususnya Gen z yaitu dihadapkan pada berbagai pilihan untuk terus mengikuti berbagai yang muncul atau justru memilih untuk melewatkannya.

    Situasi ini mengemuka istilah baru yaitu Joy of Missing Out (JOMO), sebuah pola pikir yang berbeda dari Fear of Missing Out (FOMO). Jika FOMO mendorong seseorang mengikuti tren karena khawatir tertinggal atau tidak menjadi bagian dari suatu pengalaman, JOMO justru menekankan kesadaran untuk memilih apa yang memang dibutuhkan dan sesuai dengan nilai personal.

    Konsep tersebut sejalan dengan penelitian yang dipublikasikan dalam Telematics and Informatics Reports1, yang mendefinisikan JOMO sebagai kenikmatan ketika seseorang memilih untuk mengambil jeda dari interaksi maupun tuntutan sosial.

    Pada akhirnya JOMO bukan semata-mata tentang menghindari lingkungan sosial, melainkan mengenai otonomi dalam menentukan kapan seseorang ingin terhubung dan kapan memilih untuk mengambil waktu bagi diri sendiri.

    Dalam konteks tren yang bergerak cepat, perspektif ini menunjukkan bahwa tidak mengikuti setiap tren tidak selalu berarti tertinggal, tetapi dapat menjadi bagian dari proses memilih secara lebih sadar atau mindful.

    Menurut Riley Gardiner, seorang pakar komunikasi London dalam wawancaranya dengan Daily Mail menyebutkan, Gen Z kini mulai mengadopsi tren JOMO ketimbang FOMO. Menurutnya, generasi ini mulai menyadari bahwa tidak terlibat dalam setiap acara bukanlah sebuah kerugian, terutama jika sejak awal acara tersebut memang tidak mereka minati.

    “Jika tren FOMO lahir dari dorongan untuk senantiasa hadir di mana saja, JOMO justru menawarkan kepuasan saat seseorang memilih menepi dan mengambil jeda untuk diri sendiri,” ujarnya.

    Perubahan cara pandang tersebut juga dapat diterapkan dalam pengambilan keputusan finansial, termasuk investasi. Di tengah derasnya informasi dan berbagai tren investasi yang beredar di media sosial, kemampuan untuk tidak selalu ikut-ikutan dapat menjadi bagian dari kebiasaan investasi yang lebih terencana.

    Direktur PT Insight Investments Management (IIM) Ria M. Warganda mengatakan, JOMO dapat menjadi perspektif yang relevan untuk membangun perilaku finansial yang lebih bijak, khususnya bagi generasi muda.

    “JOMO menunjukkan adanya perubahan cara generasi muda memandang tren. Mereka mulai merasa tidak harus selalu mengikuti apa yang sedang ramai untuk mendapatkan pengalaman atau merasa diterima. Dalam konteks keuangan, pola pikir ini dapat menjadi hal yang positif karena mendorong seseorang untuk lebih selektif dalam menentukan ke mana uangnya akan dialokasikan,” bebernya.

    Menurut Ria, prinsip tersebut juga relevan untuk diterapkan dalam keputusan investasi. Kemudahan akses terhadap isi informasi dan berbagai platform investasi membuat generasi muda semakin mudah mengetahui instrumen yang sedang populer. Namun, popularitas sebuah instrumen tidak selalu berarti instrumen tersebut sesuai dengan kebutuhan setiap orang.

    “Prinsip JOMO juga relevan dalam investasi karena tidak semua instrumen yang sedang populer harus diikuti. Kita perlu memiliki kesadaran untuk berhenti sejenak, memahami karakteristik dan risikonya, kemudian menilai apakah investasi tersebut memang sesuai dengan tujuan keuangan. Dengan begitu keputusan investasi tidak semata-mata didorong oleh tren atau kekhawatiran tertinggal dari orang lain,” imbuhnya.

    Dalam investasi, FOMO dapat muncul ketika seseorang mengambil keputusan karena melihat suatu aset atau instrumen sedang ramai diperbincangkan atau banyak orang memperoleh keuntungan darinya.

    Kondisi tersebut dapat membuat keputusan investasi lebih dipengaruhi oleh sentimen dan dorongan untuk ikut serta dibandingkan dengan pertimbangan yang matang. Paparan informasi yang berlebihan, terutama dari sumber yang tidak terverifikasi, juga berpotensi mendorong keputusan yang lebih impulsif.

    Sebaliknya, prinsip JOMO dapat menjadi titik awal untuk membangun mindful investing, yaitu kebiasaan mengambil keputusan investasi secara lebih sadar dan tidak reaktif terhadap tren.

    Generasi muda dapat mulai membangun kebiasaan ini dengan memberikan jeda sebelum mengambil keputusan, memahami tujuan investasi, profil risiko, jangka waktu, serta karakteristik produk yang dipilih.

    Dengan pendekatan tersebut, keputusan investasi tidak hanya didasarkan pada potensi keuntungan atau apa yang sedang populer tetapi juga pada kebutuhan dan kondisi finansial masing-masing. Kesadaran dan pengendalian diri menjadi penting agar keputusan investasi tidak semata-mata didorong oleh sentimen pasar, tren, maupun kekhawatiran tertinggal.

    “Mindful investing bukan berarti menghindari peluang atau selalu berada di luar pasar. Justru, mindful investing berarti memahami mengapa kita berinvestasi, apa yang ingin dicapai, seberapa besar risiko yang dapat diterima, dan apakah instrumen yang dipilih sesuai dengan kebutuhan tersebut. Ketika keputusan dibuat berdasarkan pemahaman, kita akan lebih mampu membedakan antara peluang yang relevan dan sekadar FOMO,” jelas Ria.

    Di tengah semakin cepatnya penyebaran informasi investasi, kemampuan memilah informasi juga menjadi semakin penting. Media sosial dapat menjadi sarana untuk memperoleh edukasi dan memperluas pengetahuan mengenai investasi terutama ketika informasi yang diakses bersifat edukatif dan kredibel. Namun, konten yang sensasional atau spekulatif juga dapat memperkuat bias dan mendorong keputusan investasi yang kurang terukur.

    Oleh karena itu memberikan jeda sebelum mengambil keputusan dapat menjadi salah satu cara menerapkan mindful investing, terutama ketika suatu instrumen sedang menjadi tren. Tidak langsung mengikuti sebuah tren bukan berarti kehilangan peluang, melainkan memberikan kesempatan untuk memahami risiko dan karakteristik produk secara lebih menyeluruh.

    Prinsip mindful investing juga dapat diterapkan ketika mulai memilih reksa dana. Dengan beragam jenis dan karakteristik reksa dana yang tersedia, masyarakat perlu terlebih dahulu menentukan tujuan investasi, jangka waktu, dan profil risiko sebelum memilih produk yang sesuai.

    Pemilihan produk juga sebaiknya tidak hanya didasarkan pada tingkat imbal hasil atau seberapa populer suatu produk di tengah masyarakat. Memahami karakteristik produk dan menyesuaikannya dengan kebutuhan menjadi bagian penting agar keputusan investasi dapat dilakukan secara lebih terukur.

    Salah satu contohnya adalah Reksa Dana Insight Money (I-Money), yang ditujukan bagi investor dengan profil risiko konservatif dan jangka waktu investasi pendek hingga menengah.

    Berdasarkan Fund Fact Sheet Insight per 31 Agustus 2026, I-Money mencatat kinerja 3,29 persen secara YTD, 5,20 persen dalam satu tahun, 30,76 persen dalam lima tahun, dan 94,71 persen sejak diluncurkan. Pada periode yang sama, benchmark yang digunakan dalam Fund Fact Sheet, yaitu Infovesta Money Market Fund Index, masing-masing mencatat 2,65 persen, 4,20 persen, 21,72 persen, dan 59,78 persen.

    Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja di masa yang akan datang. Masyarakat perlu membaca dan memahami prospektus serta Fund Fact Sheet sebelum mengambil keputusan investasi. Pada akhirnya, konsistensi dan pemahaman terhadap tujuan investasi menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan investasi.

    “Investasi seharusnya menjadi kebiasaan, bukan perlombaan. Tidak apa-apa melewatkan tren ketika kita tahu bahwa investasi tersebut belum tentu sesuai dengan tujuan dan profil risiko kita. Yang lebih penting adalah memiliki tujuan yang jelas, memahami risiko, dan konsisten dengan keputusan yang telah dibuat,” pungkas Ria.

    Sejalan dengan prinsip JOMO yang mendorong seseorang untuk mengambil keputusan secara lebih sadar, termasuk dalam berinvestasi. Prinsip tersebut dapat diterapkan melalui kebiasaan investasi yang lebih terencana, salah satunya dengan memanfaatkan akses investasi reksa dana secara digital melalui InvestasiIN.

    JOMO bukan semata menghindari lingkungan sosial tapi menengai otonom Pola pikir FOMO dan JOMO untuk investasi Tran yang bergerak cepat tidak harus merasa tertinggal terlebih untuk investasi
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    UrbanBaz.id
    UrbanBaz.id

    Urbanbaz menyuguhkan berita properti terkini, terlengkap, dan akurat. Serta menawarkan solusi lengkap bagi pengembang properti dalam mempromosikan produk, baik secara offline maupun online.

    Berita Terkait

    ILON Academy Perluas Jenjang Pendidikan di BSD City

    September 29, 2026

    Greenpark Group Hadirkan Le Houz Signature Depok, Rumah 2 Lantai Mulai Rp399 Juta

    September 29, 2026

    Menara Astra Terapkan Teknologi AI untuk Optimasi Sistem HVAC

    September 29, 2026

    Ada Toolkit Rumah Sehat-Rumah Hemat dari GBCI dan Rujak Center

    September 28, 2026

    Kementerian PKP Percepat Program Perumahan dengan Pemerintah Daerah

    September 28, 2026

    Kuasa 42 Persen Jalan Tol, Laba Jasa Marga Capai Rp1,91 Triliun

    September 28, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    ILON Academy Perluas Jenjang Pendidikan di BSD City

    September 29, 2026

    Kualitas sebuah kota mandiri modern tidak hanya tercermin dari pertumbuhan hunian dan kawasan bisnisnya tetapi…

    Panduan IKEA untuk Manajemen Penyimpanan Yang Terus Berubah

    September 29, 2026

    Greenpark Group Hadirkan Le Houz Signature Depok, Rumah 2 Lantai Mulai Rp399 Juta

    September 29, 2026

    Menara Astra Terapkan Teknologi AI untuk Optimasi Sistem HVAC

    September 29, 2026
    logo footer

    Your Daily Property
    and Lifestyle News

    Urbanbaz.id portal berita menyuguhkan berita properti terkini, terlengkap, dan akurat. Serta menawarkan solusi lengkap bagi pengembang properti dalam mempromosikan produk, baik secara offline maupun online.

    Kategori
    Properti
    Pembiayaan
    Investasi
    Desain
    Landscape
    Lifestyle
    Tips
    Opini
    Figur
    Global
    Video
    Informasi
    About Us
    Privacy Policy
    Ketentuan Layanan
    Contact Us
    Disclaimer
    Advertise
    Redaksi
    Media Sosial
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    All Rights Reserved | Optimized © 2026 by URBANBAZ

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.