Menara Astra, sebagai bagian dari Astra Property, telah menandatangani perjanjian untuk menerapkan teknologi AI optimisasi HVAC (Heating, Ventilation, and Air Conditioning) otomatis dari BTune, yang menandai implementasi pertama solusi tersebut di gedung komersial di Jakarta.
Inisiatif ini menargetkan salah satu sumber utama konsumsi energi gedung, sebagian besar gedung memiliki potensi untuk mengurangi konsumsi energi sebanyak 20-30 persen melalui adopsi teknologi terbaru.
Perjanjian tersebut ditandatangani di Menara Astra antara Menara Astra dan Colliers Indonesia awal pekan ini. Sebagai bagian dari komitmennya dalam menghadirkan solusi keberlanjutan yang praktis bagi sektor properti komersial, Colliers Indonesia memperkenalkan BTune dan konsep optimasi HVAC otomatis kepada Menara Astra.
BTune terhubung dengan Building Management System (BMS) atau Building Automation System (BAS) yang telah digunakan Menara Astra dan secara berkelanjutan melakukan penyesuaian pengendalian HVAC secara real-time. Teknologi ini dirancang untuk mengurangi konsumsi energi sekaligus mempertahankan lingkungan yang nyaman bagi penghuni gedung.
Solusi ini diimplementasikan melalui infrastruktur gedung yang telah tersedia, dengan memberikan penawaran berupa tidak memerlukan penambahan peralatan HVAC, tidak memerlukan pemrograman ulang sistem secara menyeluruh, hingga gangguan yang minimal terhadap operasional gedung yang sedang berlangsung.
Konsep ini juga berarti optimisasi HVAC secara berkelanjutan berdasarkan kondisi operasional real-time, identifikasi dan penyelesaian isu kinerja HVAC yang lebih cepat, dan tanpa kebutuhan investasi awal (model bebas capex), dengan implementasi yang didasarkan pada model penghematan berbasis kinerja (performance-linked savings model).
President Director PT Menara Astra Wibowo Muljono menambahkan, sistem HVAC menyumbang porsi yang signifikan terhadap penggunaan energi di gedung komersial sehingga pengoperasian yang efisien menjadi prioritas penting bagi Menara Astra.
“Sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan, kami terus berfokus pada pengurangan jejak karbon sekaligus meningkatkan kinerja operasional dan kenyamanan penghuni. Penerapan BTune mencerminkan komitmen kami dalam memanfaatkan teknologi yang praktis dan inovatif guna mengoperasikan Menara Astra secara lebih efisien dan berkelanjutan,” bebernya.
Di Menara Astra, BTune akan secara berkelanjutan memantau dan mengoptimalkan kinerja HVAC melalui sistem yang sudah ada. Berdasarkan cakupan awal proyek, implementasi ini diharapkan dapat menghasilkan penghematan energi rata-rata sebesar 10-20 persen, sekaligus menurunkan emisi karbon dan biaya operasional.
Dalam berbagai implementasinya, BTune mencatat sejumlah hasil berikut, rata-rata penurunan konsumsi energi keseluruhan gedung sebesar 18 persen, pengurangan waktu penelusuran dan identifikasi gangguan HVAC sebesar 30-50 persen, peningkatan kinerja HVAC tanpa adanya penggantian peralatan yang sudah ada, hingga kenyamanan penghuni yang lebih konsisten melalui optimasi berkelanjutan.
Managing Director Colliers Indonesia Mike Broomell menjelaskan, Colliers Indonesia berkomitmen untuk menghadirkan solusi keberlanjutan yang memberikan manfaat operasional dan lingkungan yang terukur bagi pemilik properti.
“Kerja sama ini menjadi langkah penting bagi sektor properti komersial Jakarta, yang menunjukkan bagaimana gedung perkantoran modern seperti Menara Astra dapat memanfaatkan teknologi cerdas untuk meningkatkan efisiensi energi tanpa mengorbankan kenyamanan penghuni maupun keunggulan operasional. Kami bangga dapat memperkenalkan BTune dan membantu mewujudkan kolaborasi ini,” ujarnya.
BTune dirancang untuk gedung yang disewakan maupun ditempati pemilik sendiri yang telah dilengkapi dengan Building Management System (BMS) atau Building Automation System (BAS). Potensi penerapannya meliputi gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, pusat konvensi, hotel, hingga properti berskala besar lain yang dikelola secara terpusat.
Kesepakatan ini juga mencerminkan semakin pentingnya manajemen gedung berbasis data (data-driven building management) dalam pasar properti komersial Indonesia. Seiring meningkatnya perhatian penyewa, pemilik, dan investor terhadap kinerja keberlanjutan, teknologi optimasi otomatis menjadi solusi praktis untuk mengurangi konsumsi energi, menekan emisi karbon, serta meningkatkan nilai dan kinerja aset dalam jangka panjang.


