Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait didampingi Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar dan Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menerima kunjungan Menteri Perumahan dan Pembangunan Perkotaan-Pedesaan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Ni Hong beserta jajaran dan Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Wang Lutong.
Pertemuan tersebut membahas peluang penguatan kerja sama di sektor perumahan khususnya dalam penyediaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan masyarakat berpenghasilan menengah melalui pertukaran pengalaman, pemanfaatan teknologi konstruksi, dukungan pembiayaan, serta pengembangan investasi yang saling menguntungkan.
Menurut Menteri Perumahan dan Pembangunan Perkotaan-Pedesaan RRT Ni Hong, kerja sama di bidang perumahan antara Indonesia dan Tiongkok memiliki potensi yang sangat besar untuk terus dikembangkan. Menanggapi hal tersebut, Maruarar menegaskan bahwa Indonesia menyambut baik penguatan kerja sama yang dibangun atas dasar kemitraan yang saling menguntungkan (mutual benefit).
“Indonesia tidak ingin hanya menjadi pasar bagi investasi tetapi juga menjadi mitra strategis yang mampu memberikan nilai tambah bagi kedua negara. Untuk mendukung hal tersebut kami akan menyiapkan lahan-lahan strategis yang dapat dikembangkan, menyediakan data kebutuhan perumahan yang akurat berbasis data BPS, serta menyempurnakan regulasi guna menciptakan iklim kerja sama dan investasi yang lebih kondusif,” ujar Maruarar.
Maruarar juga berharap kalau setiap proyek kerja sama yang dikembangkan dapat memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional dengan mengutamakan material bangunan produksi Indonesia yang melibatkan pelaku UMKM lokal dalam rantai pasok pembangunannya. Untuk itu akan disiapkan data market hingga berbagai aturan teknisnya.
Dengan begitu kerja sama sektor perumahan antara Indonesia dan Tiongkok tidak hanya akan mempercepat penyediaan hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat tetapi juga mendorong pertumbuhan industri dalam negeri, membuka lapangan kerja, serta memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi kedua negara.


