Bank BSI kembali menghadirkan program Gebyar Lelang Serentak (GREAT BSI) 2026 dengan menyiapkan sekitar 2.000 frekuensi lelang aset dengan harga yang kompetitif. Program ini mengusung tema “Peluang Emas Meraih Aset Impian” dan berlangsung hingga 12 Desember 2026.
Menurut SEVP Retail & Consumer Risk Bank BSI Firman Jatnika, program GREAT BSI menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan berbagai aset dengan proses lelang yang transparan serta didukung sinergi dengan instansi pemerintah terkait.
“Program ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memanfaatkan momen terbaik dalam mendapatkan aset terbaik. Pelaksanaanya digelar live lelang di sejumlah kota seperti Aceh, Jakarta, Bogor, Banten, Tangerang, Meulaboh, hingga Bandung,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan program ini, Bank BSI bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan serta Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Sinergi berkelanjutan tersebut dilakukan untuk mendukung kelancaran proses lelang sekaligus memberikan kepastian dan keamanan kepada masyarakat yang mengikuti lelang.
Firman menjelaskan, aset yang ditawarkan dalam GREAT BSI 2026 memiliki jenis yang beragam, antara lain rumah tinggal, tanah kosong, ruko, apartemen, dan gudang. Bank BSI menargetkan pelaksanaan sebanyak 2.000 frekuensi lelang.
Dalam pelaksanaannya, Bank BSI juga melibatkan tim marketing aset lelang di seluruh Indonesia serta melakukan koordinasi dengan DJKN/KPKNL dan Kantor Pertanahan ATR/BPN di berbagai wilayah.
Secara nasional kinerja pembiayaan Bank BSI tumbuh solid dan sehat. Tercatat hingga Juni 2026, kualitas pembiayaan NPF 1,80 persen membaik dibandingkan posisi sebelumnya 1,88 persen. Program GREAT BSI telah menjadi salah satu upaya strategis Bank BSI dalam melakukan pemulihan atau recovery aset dan perbaikan kualitas pembiayaan.
Tahun ini Bank BSI juga memperkuat kolaborasi dengan agen properti, balai lelang swasta yang telah menjadi rekanan perusahaan, serta marketplace properti seperti Rumah123 serta berbagai e-channel mulai dari website, BYOND by BSI, ATM, media sosial, media informasi online, serta media publikasi di jaringan cabang.
“Masyarakat yang berminat mengikuti program lelang dapat melakukan tiga tahapan utama. Pertama, memilih aset yang diminati melalui kanal informasi lelang Bank BSI. Kedua, menghubungi petugas Bank BSI pengelola aset melalui nomor kontak yang tercantum pada informasi aset. Ketiga, mengikuti proses lelang objek agunan Bank BSI melalui mekanisme lelang resmi DJKN/KPKNL, dan yang terakhir selalu mengecek informasi resmi hanya di Bank BSI dan selama proses tetap mewaspadai oknum-oknum yang mengatasnamakan Bank BSI,” beber Firman.
Kepada masyarakat juga dihimbau untuk selalu berhati-hati terhadap pihak yang mengatasnamakan Bank BSI dan menawarkan proses lelang di luar mekanisme resmi. Melalui GREAT BSI 2026 Bank BSI berharap pemulihan aset dapat terus meningkat sekaligus memberikan akses kepada masyarakat untuk memperoleh aset yang dibutuhkan dengan proses yang transparan, aman, dan kompetitif.


