Bank BNI menawarkan sekitar 2.600 aset agunan melalui program Gelegar Lelang BNI 2026. Aset yang dipasarkan mencakup rumah, rumah toko, gudang, apartemen, hotel, serta berbagai jenis properti lain yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia.
Program Gelegar Lelang BNI 2026 ini akan berlangsung hingga 15 September dengan puncak lelang akan dijadwalkan serentak pada tanggal 21 Agustus. Program ini diselenggarakan dengan tujuan untuk memperluas akses masyarakat terhadap aset properti melalui mekanisme lelang yang terbuka, aman, dan transparan.
Menurut Senior Executive Vice President Remedial & Recovery Bank BNI Saridatun, Gelegar Lelang BNI menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk memperoleh aset sekaligus mengoptimalkan penyelesaian aset agunan perusahaan.
“Gelegar Lelang BNI merupakan komitmen kami untuk menghadirkan proses pemasaran aset yang terbuka, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Lelang bukan hanya menjadi sarana penyelesaian aset agunan perbankan tapi juga menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin memiliki maupun berinvestasi pada properti,” ujarnya.
Dalam penyelenggaraan program ini Bank BNI bersinergi dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai mekanisme lelang sekaligus memastikan seluruh proses dilaksanakan sesuai ketentuan.
Kolaborasi itu mencakup juga kegiatan edukasi melalui diskusi, konsultasi, serta penyampaian informasi mengenai tata cara mengikuti lelang, hak dan kewajiban peserta, hingga tahapan pelaksanaan transaksi.
Melalui edukasi tersebut Bank BNI dan DJKN berupaya memperkuat pemahaman bahwa lelang merupakan mekanisme yang terbuka dan akuntabel serta dapat menjadi alternatif untuk memperoleh aset dengan harga kompetitif.
Gelegar Lelang BNI 2026 juga akan hadir dalam rangkaian wondrX BNI 2026 yang berlangsung pada 21–23 Agustus 2026 di Indonesia Convention Exhibition, BSD City, Tangerang, Banten.
Di ajang ini pengunjung dapat melihat katalog aset yang ditawarkan sekaligus memperoleh penjelasan mengenai mekanisme dan prosedur mengikuti lelang. Informasi lengkap terkait mekanisme maupun produk lelang bisa juga diakses melalui katalog digital Bank BNI sementara proses lelang bisa melalui platform resmi DJKN.
“Melalui penawaran ribuan objek tersebut kami berharap dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan lelang sekaligus membangun ekosistem pemasaran aset agunan yang lebih inklusif, transparan, dan akuntabel,” imbuh Saridatun.


