Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memperkuat kolaborasi dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) untuk mendorong investasi serta pengembangan pariwisata Indonesia.
Kolaborasi tersebut dituangkan dalam Kesepahaman Bersama yang ditandatangani Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana dan CEO BPI Danantara Rosan Roeslani di Kantor Danantara, Jakarta, pekan ini.
“Penandatanganan nota kesepahaman ini mencerminkan semangat kolaborasi serta kesamaan visi yang kuat dalam mendorong pariwisata Indonesia yang semakin berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan. Kerja sama ini juga menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung visi pemerintah khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Widiyanti.
Pariwisata memiliki peran strategis dalam mewujudkan visi tersebut karena mampu menggerakkan investasi, membuka lapangan kerja, serta menciptakan nilai tambah ekonomi hingga ke daerah.
Peran itu tercermin dari capaian sektor pariwisata nasional yang menghasilkan devisa sebesar 18,27 miliar dolar Amerika atau setara Rp305,4 triliun pada tahun 2025. Sektor pariwisata juga berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja bagi 25,91 juta orang.
Momentum positif tersebut berlanjut pada tahun 2026. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tumbuh 5,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Capaian ini menunjukkan resiliensi sektor pariwisata Indonesia yang tetap mampu tumbuh dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional di tengah dinamika geopolitik,” imbuhnya.
Kerja sama ini juga akan melengkapi dan mendukung agenda pembangunan nasional sekaligus mempercepat kemajuan pariwisata Indonesia. Danantara dengan kapasitas pendanaan dan jangkauan investasi, memiliki posisi strategis untuk mendukung pengembangan destinasi, infrastruktur, serta ekosistem investasi pariwisata. Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka ruang lebih luas bagi pengembangan sektor pariwisata yang memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.
“Kami berharap semangat kolaborasi ini dapat terus terjaga agar setiap peluang kerja sama dapat dikembangkan secara produktif, berkelanjutan, dan akuntabel. Yang terpenting adalah bagaimana kesepahaman ini dapat diterjemahkan menjadi langkah-langkah konkret yang memberikan dampak nyata,” bebera Widiyanti.
Adapun ruang lingkup Kesepahaman Bersama mencakup pertukaran data dan informasi terkait pengembangan pariwisata, peningkatan kapasitas sumber daya manusia pariwisata, pengembangan destinasi dan sarana serta prasarana pariwisata, dan pengembangan produk pariwisata minat khusus.
Kerja sama juga mencakup pengembangan industri dan investasi pariwisata, pemasaran pariwisata di dalam dan luar negeri, serta dukungan terhadap pengembangan dan penyelenggaraan kegiatan (event) pariwisata.
CEO BPI Danantara Rosan Roeslani menambahkan, sektor pariwisata memiliki posisi strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia dan pariwisata merupakan salah satu sektor yang dapat dikembangkan secara cepat sekaligus memiliki efek berganda (multiplier effect) yang besar terhadap berbagai industri, termasuk dalam penciptaan lapangan kerja yang berkualitas dan berkelanjutan.
“Kerja sama ini menjadi langkah strategis yang sangat penting agar kolaborasi dan engagement Danantara beserta seluruh ekosistemnya dapat mendukung peningkatan sektor pariwisata. Peluang kolaborasi dapat mencakup berbagai bidang antara lain pengembangan hotel di bawah naungan InJourney untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan sekaligus mendorong mereka tinggal lebih lama di destinasi,” katanya.


