Pameran dagang untuk sektor material, manufaktur, furnitur, dan interior akan disatukan dalam satu platform strategis yang akan berlangsung pada tahun ini. Penggabungan ini menjadi sebuah platform strategis untuk merepresentasikan keseluruhan rantai nilai industri furnitur.
Pameran ini akan diselenggarakan pada bulan September 2026 dengan rangkaian pameran yang digelar secara bersamaan atau co-located untuk menjadi destinasi terpadu bagi industri furnitur Indonesia. Keseluruhan pameran akan mencakup spektrum lengkap mulai dari material hulu dan teknologi produksi hingga desain dan solusi siap pasar di sisi hilir.
Penyelenggaraan pameran ini dilakukan di dua lokasi: Nusantara International Conventuon Exhibition (NICE) PIK 2 dan JIExpo Kemayoran. Pameran terpadu ini akan menghadirkan sebuah platform bisnis dan pengetahuan yang komprehensif bagi para pelaku industri.
Amara Group dan Koelnmesse GmbH akan secara bersama-sama mengambil alih pengelolaan IFFINA+, pameran furnitur tahunan unggulan milik ASMINDO, serta bergabung dalam tim penyelenggara IFMAC WOODMAC, pameran mesin pengerjaan kayu terkemuka di Indonesia.
Kedua pameran ini akan diselenggarakan secara co-located bersama Interzum Jakarta dan International Hardware Fair Indonesia hingga membentuk portofolio kuat merek pameran dagang berstandar internasional yang menegaskan peran Indonesia sebagai pusat manufaktur, sumber produksi, dan desain regional bagi pasar furnitur dan interior global.
Pada sisi hilir yang berorientasi pasar, IFFINA+ hadir sebagai platform utama untuk produk furnitur jadi, desain, dan produk gaya hidup. Interzum Jakarta merepresentasikan segmen hulu dengan fokus pada material, komponen, permukaan, fittings, serta solusi produksi interior.
Sementara itu, segmen manufaktur menengah diwakili oleh IFMAC WOODMAC yang menampilkan mesin, sistem manufaktur, dan teknologi pendukung produksi furnitur skala industri.
Diinisiasi oleh Amara Group dan Koelnmesse GmbH, kolaborasi ini mempertemukan platform pameran yang telah mapan dan memiliki posisi strategis dalam satu kerangka ekosistem terkoordinasi yang mencerminkan cara industri furnitur beroperasi di sepanjang rantai nilainya.
Penyelarasan ini dengan tetap menjaga karakter, kekuatan inti, dan posisi pasar masing-masing pameran sekaligus mendorong konektivitas industri yang lebih kuat, kolaborasi lintas sektor, serta pengalaman kunjungan yang lebih terintegrasi.
Secara keseluruhan, ekosistem terpadu ini diperkenalkan sebagai Indonesia Materials, Manufacturing & Furniture Connect, sebuah platform terintegrasi yang menghubungkan material dan produksi di sisi hulu dengan furnitur, desain, dan solusi siap pasar di sisi hilir dalam satu pekan industri yang terkoordinasi.
“Penyelarasan ini menyatukan berbagai platform industri utama sesuai dengan cara industri furnitur bekerja saat ini. Dengan dukungan kuat dari ASMINDO, inisiatif ini memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat manufaktur dan sumber produksi yang semakin strategis sekaligus menyediakan platform yang relevan bagi pelaku internasional dan regional untuk pengembangan bisnis, pertukaran pengetahuan, dan kolaborasi jangka panjang,” ujar Dedy Rochimat, Ketua ASMINDO.
“Inisiatif ini juga mendukung pengembangan bisnis serta akses ke pasar internasional melalui platform industri menyeluruh dari hulu ke hilir. Konsep co-location dan penyelarasan ini merupakan tonggak penting dalam pengembangan platform industri di Indonesia dan kawasan Asia Pasifik,” imbuh Mathias Küpper, Managing Director dan Regional President Asia Pacific Koelnmesse Pte Ltd.
Konsep pameran seperti ini juga diapresiasi oleh Ketua HDII (2024-2027) Adi Surya. Menurutnya, dari perspektif komunitas desain, format ekosistem ini juga mendorong kolaborasi yang lebih erat antara disiplin kreatif dan industri dengan menghubungkan desain, material, dan produksi dalam satu pekan industri yang terkoordinasi hingga platform ini mendorong kolaborasi yang lebih efektif di sepanjang rantai nilai.
Selain area pameran, rangkaian acara ini akan dilengkapi dengan program terkurasi termasuk forum industri, diskusi yang dipandu para ahli, sesi berfokus pada keberlanjutan, serta pertukaran pengetahuan lintas sektor.
Seiring Indonesia terus memperkuat posisinya sebagai pusat manufaktur dan sumber produksi regional, platform industri terpadu ini menawarkan peluang strategis bagi exhibitor dan pengunjung untuk terhubung dengan pengambil keputusan, profesional industri, dan talenta baru di seluruh ekosistem furnitur.
Bersama International Hardware Fair Indonesia, platform ini juga meluas ke sektor perangkat keras dan perkakas tangan hingga menegaskan posisinya sebagai platform industri menyeluruh dari hulu ke hilir.


