Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas di Istana Merdeka, awal pekan ini, guna membahas percepatan program perumahan rakyat secara nasional. Dalam rapat tersebut, pemerintah menegaskan komitmen kuat untuk memperluas akses hunian layak melalui berbagai langkah strategis, salah satunya peningkatan bedah rumah rakyat.
“Barusan kami rapat bersama Bapak Presiden dan dukungan yang luar biasa dari Presiden Prabowo untuk perumahan rakyat. Satu di antaranya ada langkah strategis untuk peningkatan program bedah rumah rakyat dan ini sedang dipersiapkan bersama dengan Menteri Keuangan,” ujar Menteri Perumahan dan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dikutip dari siaran pers Jumat (10/04).
Program bedah rumah akan mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun ini, pemerintah menargetkan sebanyak 400 ribu rumah untuk direnovasi yang akan disebar di seluruh kabupaten-kota di Indonesia. Program ini juga akan berdampak pada peningkatan aktivitas ekonomi nasional.
Presiden juga memberikan arahan lain yaitu pemanfaatan lahan negara khususnya yang berada di area strategis perkotaan bisa dioptimalkan untuk pembangunan rumah susun. Lahan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN), termasuk sektor perkeretaapian turut diprioritaskan untuk mendukung kebutuhan hunian masyarakat.
“Jadi bagaimana lahan-lahan negara ini bisa dikelola untuk perumahan rakyat. Nanti dikombinasi juga untuk masyarakat berpenghasilan rendah, juga yang menengah, supaya ada kombinasi,” imbuhnya.
Pemanfaatan lahan ini nantinya tidak hanya di Jakarta tetapi juga di sejumlah wilayah lainnya seperti Bandung dan pemerintah telah mengidentifikasi sejumlah lahan potensial untuk pembangunan hunian vertikal tersebut.
Terkait program ini telah diidentifikasi lokasi di kawasan Jalan Kramat, Jakarta Pusat, untuk pembangunan 300 unit. Kemudian dipersiapkan juga lahan milik KAI sebanyak 500 unit yang semuanya diprogramkan untuk dilaksanakan pada bulan Juni 2026.
Untuk itu koordinasi juga dilakukan dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terkait percepatan penyediaan lahan. Lahan yang disiapkan ini akan dibangun dengan pendanaan dari Danantara.
“Program ini bukan sekadar program pembangunan fisik tapi juga investasi masa depan untuk mengurangi angka kemiskinan, meningkatkan kualitas hidup, dan memperkuat fondasi ekonomi nasional. Dengan langkah besar ini untuk memastikan setiap masyarakat bisa mengakses hunian yang layak,” pungkas Maruarar.


