Close Menu
UrbanBaz.id: Berita Properti Terkini Terlengkap Akurat
    Berita Terpopuler

    Nih Syarat Untuk Dapat Kredit Program Perumahan

    October 29, 2025

    Karya Arsitektur Lokal Bertengger di Barcelona

    July 21, 2024

    OPINI: ‘Tanah-Hanif’ (In Memoriam Raden Rasich Hanif Radinal)

    September 27, 2024

    Menengok Perkembangan Kawasan TOD LRT City

    May 5, 2025

    AI-IoT Bikin Rumah Kian Canggih

    March 10, 2025
    Berita Terpopuler

    Nih Syarat Untuk Dapat Kredit Program Perumahan

    October 29, 2025

    Karya Arsitektur Lokal Bertengger di Barcelona

    July 21, 2024

    OPINI: ‘Tanah-Hanif’ (In Memoriam Raden Rasich Hanif Radinal)

    September 27, 2024

    Menengok Perkembangan Kawasan TOD LRT City

    May 5, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    UrbanBaz.id: Berita Properti Terkini Terlengkap AkuratUrbanBaz.id: Berita Properti Terkini Terlengkap Akurat
    • Properti

      Pengguna KRL Terus Meningkat Dorong Pertumbuhan Hunian

      April 17, 2026

      Babak Baru Pengembangan Ekosistem Kesehatan di KEK ETKI BSD City

      April 10, 2026

      Paradise Indonesia Hadirkan Vila Berkonsep Boutique Quiet Luxury Living Di Bali

      April 8, 2026

      Kawasan Kiaracondong Milik KAI Akan Dibangun TOD

      April 7, 2026

      Program BSPS Bukan Sekadar Renovasi Tapi Mendorong Perekonomian Daerah

      April 3, 2026
    • Pembiayaan

      Habis SiKasep Terbit Tapera Mobile

      April 17, 2026

      Dua Bulan, Bank BSI Salurkan Rp1,65 Triliun Untuk UMKM

      April 8, 2026

      Salurkan KUR Perumahan Tertinggi, Jawa Tengah Dapat Alokasi KPR Subsidi 40 Ribu Unit

      April 3, 2026

      Langkah Bank BSI Perkuat Digital Terbukti Efektif Dengan Meraih Laba Rp1,36 Triliun

      April 2, 2026

      BP Tapera Dorong Kolaborasi Lintas Sektor Percepat Penyaluran KPR Subsidi

      March 21, 2026
    • Desain

      Lebih Jauh Dengan Konsep Rumah Kantilever

      April 4, 2026

      Podomoro Park Bandung Membuat Rumah Yang Menyatu Indoor-Outdoor

      March 20, 2026

      Produk Switch-Socket in-Lite untuk Beyond Illumination

      February 8, 2026

      Perbandingan WPC vs Kayu Asli Untuk Area Outdoor Rumah

      February 3, 2026

      Bikin Ruang Baca Estatetik Di Rumah

      January 29, 2026
    • Tips

      Rumah Adem Tanpa AC, Bisa!

      March 29, 2026

      Rumah Bersih-Rapi Selama Lebaran, Simak Tipsnya

      March 20, 2026

      Ikuti Tips Strategi Finansial Sesuai Fase Kehidupan

      February 9, 2026

      Solusi Untuk Dinding Lembap-Luntur

      January 27, 2026

      Yuk Mulai Investasi Kecil-kecilan

      January 18, 2026
    • Figur

      Energi Minyak Rentan, Energi Surya Bisa Jadi Solusi

      April 14, 2026

      Apakah Perusahaan Kehilangan Kendali Saat Dimiliki Publik?

      April 14, 2026

      Kampus Didorong Terlibat Dalam Perencanaan Hingga Pengelolaan Tata Kota

      April 7, 2026

      Bank BRI Sukses Kembangkan Program Desa BRILiaN

      April 4, 2026

      Tujuh Tahun Beroperasi, Pengguna MRT Capai 192 Juta

      March 31, 2026
    • Investasi

      Pilihan Investasi Beragam, Mana Yang Lebih Untung Antara Reksadana dan Emas?

      March 20, 2026

      THR Jangan Dihabiskan, Bisa Untuk Investasi Passive Income

      March 11, 2026

      Investasi Mudah dan Menguntungkan Emas Digital

      March 8, 2026

      Instrumen Investasi Obligasi Bank BJB Mengintegrasikan Prinsip ESG

      March 6, 2026

      Investasi Senilai Rp4 Triliun Masuk Ke IKN

      January 26, 2026
    • Landscape

      SML Gandeng Telkom Wujudkan Jaringan 5G Di BSD City

      March 13, 2026

      Kawasan Industri Greater Jakarta Diuntungkan Dengan Kondisi Geopolitik

      March 11, 2026

      Peruri Juga Punya Properti, Bisa Untuk Hangout Hingga Olahraga Padel

      March 8, 2026

      MRT Jakarta-GoTo Luncurkan Blok M Hub Gojek, Wujud TOD Perkotaan

      February 12, 2026

      IKN Dijadikan Laboratorium Hidup Pengembangan Kota Berkelanjutan

      February 12, 2026
    • Lifestyle

      Medical Suites Di D-HUB SEZ BSD City Tutup Atap

      April 17, 2026

      Terapkan Praktik Keuangan Berkelanjutan, Bank BNI Ajak Nasabah Hitung Jejak Karbon

      April 10, 2026

      Paradise Indonesia Hadirkan Maison AELA Dengan “Kemewahan Baru”

      April 10, 2026

      Kebijakan WFH Jadi Katalis Yang Perkuat Tren Perkantoran

      April 10, 2026

      Platform Media Sosial Kian Dipercaya Untuk Branding Proyek Properti

      April 2, 2026
    • Opini

      Pengertian Hingga Aturan Hukum Tanah Musnah

      March 8, 2026

      Konflik Iran-Israel-Amerika dan Dampaknya Ke Sektor Properti

      March 6, 2026

      Memaknai Perumahan Rakyat Bak Gurindam

      February 16, 2026

      Menilai Jargon Properti: Lokasi-Lokasi-Lokasi

      February 9, 2026

      Menengok Kondisi Pasar Properti Asia Pasifik

      January 31, 2026
    UrbanBaz.id: Berita Properti Terkini Terlengkap Akurat
    Home»Figur»Peluang Besar Di Industri Baja Yang Penuh Tantangan
    Figur

    Peluang Besar Di Industri Baja Yang Penuh Tantangan

    UrbanBaz.idBy UrbanBaz.idJanuary 10, 2025No Comments5 Mins Read
    Peluang Besar Di Industri Baja Yang Penuh Tantangan

    Memasuki tahun 2025 masih ada sejumlah tantangan yang dihadapi industri baja di Indonesia. Menurut Irfan Fauzie, Wakil Presiden Sales & Marketing PT NS BlueScope Indonesia, tetap ada potensi besar untuk sektor ini berkembang khususnya yang didorong dari sektor konstruksi dann properti.

    “Makanya kami optimistis menatap kegiatan bisnis tahun 2025 ini dan berkomitmen untuk mendukung pembangunan infrastruktur di dalam negeri dengan menyediakan baja berkualitas tinggi yang sesuai dengan kebutuhan proyek-proyek strategis,” ujarnya.

    Secara umum sektor konstruksi Indonesia diperkirakan akan terus menggeliat dan menjadi pendorong utama perekonomian nasional pada tahun 2025. Hal ini tentunya akan memberikan dampak terhadap industri baja yang menjadi salah satu material utama berbagai proyek infrastruktur.

    Irfan juga memaparkan berbagai tantangan dan optimisme yang akan mewarnai perjalanan industri baja pada tahun ini. Diantaranya, kelebihan kapasitas global dan persaingan baja impor yang akan menjadi tantangan besar termasuk kelebihan kapasitas produksi.

    Data Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA) mencatat pada tahun 2022, kelebihan kapasitas global mencapai 632 juta ton dan OECD (Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi) memproyeksikan ada tambahan kapasitas sebesar 158 juta ton yang akan terjadi pada periode 2024-2026. Kelebihan kapasitas ini menyebabkan peningkatan ekspor baja terutama dari Tiongkok yang merugikan produsen baja di negara-negara tujuan ekspor termasuk Indonesia.

    Direktur IISIA Widodo Setiadharmaji menambahkan, lonjakan ekspor baja Tiongkok pada 2023 yang meningkat 39 persen menjadi 92 juta ton, telah menambah persaingan dalam pasar global. Sementara itu pada 2023, impor baja dari Tiongkok ke Indonesia meningkat tajam hingga 42 persen mencapai 4,05 juta ton yang memicu kesulitan bagi produsen baja lokal untuk bersaing. Hal ini disebabkan harga baja dari Tiongkok yang lebih murah mengingat dukungan pemerintah Tiongkok terhadap industri baja mereka.

    Berbagai tantangan ini bisa disiasati dengan berbagai kebijakan yang mendukung untuk meningkatkan daya saing. Beberapa usulan yang mengemuka antara lain kebijakan harga gas bumi tertentu (HGTB). Ini bisa menjadi kebijakan yang memberikan tantangan sekaligus harapan bagi industri baja nasional.

    Pemerintah Indonesia baru saja memperpanjang kebijakan ini melalui penerbitan Kepmen ESDM No. 255.K/MG.01/MEM.M/2024 untuk memberikan tarif gas bumi yang lebih kompetitif untuk industri baja. Dengan pasokan energi yang lebih terjangkau, produsen baja di Indonesia dapat memproduksi baja dengan biaya yang lebih efisien hingga meningkatkan daya saing produk baja domestik baik di pasar lokal maupun internasional.

    “Kebijakan HGBT diharapkan dapat meringankan beban biaya produksi baja yang pada akhirnya memungkinkan industri baja Indonesia untuk mempertahankan pangsa pasar domestik serta memperluas pasar ekspornya,” jelas Irfan.

    Kemudian ada juga peluang dari produk baja khusus yang memiliki nilai tambah lebih tinggi seperti electrical steel, baja untuk kereta api (railway steel), dan baja berkualitas tinggi lainnya. Produk baja khusus ini tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik tetapi juga berpotensi besar untuk diekspor ke pasar global.

    Sejauh ini BlueScope telah mengembangkan berbagai produk baja khusus yang sangat diperlukan untuk proyek-proyek besar mulai dari konstruksi gedung tinggi, infrastruktur transportasi, hingga pembangkit listrik. Selain itu BlueScope juga aktif berinvestasi dalam peningkatan kualitas dan inovasi produk untuk menghadapi tantangan pasar yang semakin kompetitif.

    Tantangan lainnya terkait peningkatan proteksionisme di banyak negara besar. Mengutip IISIA, negara-negara seperti India, Amerika Serikat, dan Uni Eropa telah menerapkan kebijakan proteksi untuk melindungi industri baja domestik mereka termasuk tarif impor yang lebih tinggi bagi produk baja asal Tiongkok.

    Amerika Serikat mengenakan tarif sebesar 25 persen untuk produk baja dari Tiongkok sementara India menaikkan tarif bea masuk baja menjadi 10-12 persen. Bahkan negara-negara ini juga memperkenalkan tarif tambahan dan kebijakan trade remedies untuk mengurangi dampak produk baja murah dari luar.

    Kondisi ini memerlukan kebijakan serupa di Indonesia seperti peningkatan pengawasan produk baja di pasar domestik dan kebijakan trade remedies untuk menghindari praktik dumping dari negara lain khususnya Tiongkok. Penerapan tarif anti dumping dan bea masuk yang lebih tinggi terhadap produk baja impor dapat membantu persaingan industri baja menjadi lebih sehat.

    Kemudian untuk menjaga kualitas dan keamanan pasar baja domestik, Irfan mengatakan Indonesia juga perlu meningkatkan pengawasan terhadap baja impor. Menurutnya, Standar Nasional Indonesia (SNI) yang lebih ketat harus diterapkan untuk memastikan produk baja yang masuk ke pasar memenuhi persyaratan kualitas yang tinggi. Hal ini penting untuk melindungi konsumen dan industri baja lokal dari produk baja murah yang tidak memenuhi standar kualitas.

    “Di sisi lain kebijakan impor baja juga harus disesuaikan dengan neraca komoditas yang mempertimbangkan kapasitas produksi baja dalam negeri. Dengan pengawasan yang ketat dan implementasi kebijakan yang efektif diharapkan kualitas baja yang beredar di pasar domestik dapat terjaga serta mencegah praktik impor baja yang tidak memenuhi standar SNI,” pungkasnya.

    Berbagai situasi ini tetap membuat BlueScope optimistis terkait sektor baja di tanah air yang akan meningkat pesat khususnya untuk kebutuhan konstruksi. Dengan kesiapan untuk memanfaatkan peluang di sektor baja khusus dan adaptasi terhadap kebijakan yang mendukung industri, tahun 2025 diharapkan menjadi tahun pemulihan dan penguatan sektor baja Indonesia.

    Sebagai informasi, BlueScope didirikan tahun 1994 sebagai produsen baja lapis logam datar dan baja bercat di Cilegon. Tahun 2013 BlueScope bekerja sama dengan Nippon Steel & Sumitomo Metal Corporation (NSSMC) yang memberikan akses ke teknologi baru dan membantu dalam mengembangkan jangkauan pelanggan yang lebih luas.

    Saat ini kapasitas pabrik di Cilegon mencapai 275 ribu ton per tahun untuk baja lapis logam dan 55 ribu ton per tahun baja bercat. Beberapa brand yang dihasilkan antara lain Zincalume, Colorbond, Kirana, BlueScope Zacs, Perisai, Perisai Nectalite, Coolroom, dan HRP Antibacterial. Berbagai produk ini untuk memenuhi kebutuhan industri, perumahan, komersial, maupun aplikasi manufaktur lainnya.

    Baja Indonesia Cilegon Banten IISIA Indonesian Iron and Steel Industry Association Industri Baja
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    UrbanBaz.id
    UrbanBaz.id

    Urbanbaz menyuguhkan berita properti terkini, terlengkap, dan akurat. Serta menawarkan solusi lengkap bagi pengembang properti dalam mempromosikan produk, baik secara offline maupun online.

    Berita Terkait

    Habis SiKasep Terbit Tapera Mobile

    April 17, 2026

    Pengguna KRL Terus Meningkat Dorong Pertumbuhan Hunian

    April 17, 2026

    Medical Suites Di D-HUB SEZ BSD City Tutup Atap

    April 17, 2026

    Energi Minyak Rentan, Energi Surya Bisa Jadi Solusi

    April 14, 2026

    Apakah Perusahaan Kehilangan Kendali Saat Dimiliki Publik?

    April 14, 2026

    Terapkan Praktik Keuangan Berkelanjutan, Bank BNI Ajak Nasabah Hitung Jejak Karbon

    April 10, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Habis SiKasep Terbit Tapera Mobile

    April 17, 2026

    Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) meluncurkan aplikasi Sistem Informasi KPR Subsidi Perumahan (SiKasep) tahun…

    Pengguna KRL Terus Meningkat Dorong Pertumbuhan Hunian

    April 17, 2026

    Medical Suites Di D-HUB SEZ BSD City Tutup Atap

    April 17, 2026

    Energi Minyak Rentan, Energi Surya Bisa Jadi Solusi

    April 14, 2026
    logo footer

    Your Daily Property
    and Lifestyle News

    Urbanbaz.id portal berita menyuguhkan berita properti terkini, terlengkap, dan akurat. Serta menawarkan solusi lengkap bagi pengembang properti dalam mempromosikan produk, baik secara offline maupun online.

    Kategori
    Properti
    Pembiayaan
    Investasi
    Desain
    Landscape
    Lifestyle
    Tips
    Opini
    Figur
    Global
    Video
    Informasi
    About Us
    Privacy Policy
    Ketentuan Layanan
    Contact Us
    Disclaimer
    Advertise
    Redaksi
    Media Sosial
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    All Rights Reserved | Optimized © 2026 by URBANBAZ

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.