Menteri Agama Nasaruddin Umar melaksanakan Salat Subuh hingga Taraweh berjamaah di Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN) sekaligus menyampaikan pesan keagamaan tentang pentingnya mengawali setiap aktivitas dengan memohon perlindungan kepada Allah SWA sebagai salah satu sumber keberkahan.
Pesan tersebut menjadi bagian awal dari rangkaian kajian keagamaan yang akan dihadirkan di Masjid Negara IKN sebagai ruang pembelajaran terbuka bagi masyarakat untuk memperdalam nilai-nilai Islam.
Dengan hadirnya kegiatan ini juga kian menegaskan Ibu Kota Nusantara sebagai kawasan inklusif dengan fasilitas keagamaan yang dapat mendukung peningkatan spiritualitas masyarakat.
Seiring dengan percepatan pembangunan Nusantara, Nasaruddin menyampaikan bahwa Ibu Kota Nusantara nantinya akan menjadi kota yang dirindukan. Ia sekaligus menegaskan bahwa Nusantara akan menjadi kota yang mahbuub (yang dicintai) bagi masyarakat.
“Saya sangat bersyukur menyaksikan perkembangan IKN sejauh ini. Tidak sampai setahun saya tinggalkan, tapi ketika balik lagi itu perkembangannya luar biasa. Saya berharap insyaallah ke depan nanti itu IKN akan menjadi kota yang dirindukan, jadi mahbuub,” katanya.
Kegiatan salat subuh berjamaah ini turut dilanjutkan dengan peninjauan sejumlah kawasan, mulai dari Istana Garuda hingga area Glamping IKN sebagai cerminan keterpaduan antara pembangunan kawasan dengan kehidupan sosial, keagamaan, dan konservasi alam di Nusantara.
Melalui penguatan berbagai kegiatan keagamaan, Masjid Negara IKN diharapkan menjadi pusat dan ruang pembelajaran spiritual yang terbuka bagi masyarakat. Hal ini sekaligus menguatkan harapan agar Nusantara tumbuh sebagai kota yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga menjadi kota yang dicintai dan dirindukan (mahbuub) oleh masyarakat.


