PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP/Paradise Properti) Kembali menegaskan komitmen untuk menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan melalui pengembangan portofolio properti berkualitas, penguatan fundamental keuangan, serta berbagai aktivitas transformasi perusahaan.
Di tengah tantangan industri maupun dinamika ekonomi global, Paradise Indonesia berhasil mempertahankan tren pertumbuhan yang konsisten selama lima tahun terakhir dengan terus menghadirkan proyek-proyek strategis yang kian memperkuat basis pendapatan jangka panjang.
Dalam lima tahun terakhir secara berturut, bisnis Paradise Indonesia terus mendorong visi perusahaan untuk menjadi pengembang destinasi gaya hidup ikonik. Konsistensi pertumbuhan kinerja bisnisnya tercermin dari rekam jejak pengembangan proyek khususnya lima tahun terakhir.
Bila dirinci, ekspansi beachwalk Shopping Center dan akuisisi Antasari Place tahun 2021, penguatan segmen hospitality melalui Yello Hotel dan Aloft Hotel tahun 2022, peluncuran 31 Sudirman Suites Makassar tahun 2023, operasional Hyatt Place Makassar, serta serah terima Antasari Place tahun 2024 hingga peluncuran Citadines Antasari tahun 2025 yang terus memperkuat basis pendapatan berulang (recurring income) perusahaan.
Keunggulan Paradise Indonesia juga pada dominasi recurring income yang menjadi fondasi ketahanan bisnis hingga menjadikan INPP sebagai salah satu yang tertinggi di sektor properti Indonesia. Kontribusi pendapatan yang berasal dari pusat perbelanjaan, hotel, serviced apartment, dan aset komersial lainnya menciptakan arus kas yang lebih stabil dibandingkan model bisnis properti yang hanya bergantung pada penjualan aset.
Strategi ini menjadi fondasi penting dalam menjaga ketahanan bisnis sekaligus mendukung ekspansi jangka panjang perusahaan. Tahun 2025 juga dijadikan momentum untuk menjalin
kerja sama strategis dengan Hankyu Hanshin Properties, salah satu pengembang properti terkemuka Jepang.
Kolaborasi ini menjadi validasi terhadap kualitas portofolio Perseroan sekaligus membuka peluang pengembangan proyek-proyek berskala internasional di masa mendatang. Kepercayaan pasar terhadap fundamental perusahaan tercermin dari keberhasilan penerbitan obligasi perdana senilai Rp500 miliar.
Berbagai capaian yang baik ini dijadikan fondasi untuk menyiapkan fase pertumbuhan berikutnya. Seiring bertambahnya portofolio aset dan ekspansi di berbagai kota besar Indonesia, Paradise Indonesia juga melakukan penyesuaian susunan direksi dan dewan komisaris berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada 18 Juni 2026.
Langkah ini merupakan bagian dari proses regenerasi kepemimpinan sekaligus penguatan tata kelola perusahaan untuk mendukung keberlanjutan strategi pertumbuhan jangka panjang persuahaan. Dalam susunan baru tersebut, Andri Hadi ditunjuk sebagai Presiden Direktur menggantikan Anthony Prabowo Susilo yang kini mengemban amanah sebagai Presiden Komisaris.
Perubahan ini mencerminkan komitmen Paradise Indonesia dalam menjaga kesinambungan kepemimpinan, memperkuat fungsi pengawasan, serta memastikan pelaksanaan strategi bisnis yang telah dibangun dapat terus berjalan secara konsisten dan berkelanjutan.
“Dengan kombinasi pengalaman manajemen yang solid dan portofolio aset yang terus berkembang, kami optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan yang telah terbangun selama beberapa tahun terakhir dan telah menjadi rekam jejak perusahaan dalam menjaga konsistensi realisasi proyek, memperkuat kualitas pendapatan, serta menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Andri Hadi, Presiden Direktur INPP.
Paradise Indonesia memiliki keunggulan kompetitif pada model bisnis yang menitikberatkan stabilitas arus kas. Dengan kinerja yang dicapai selalu positif, perusahaan menargetkan kontribusi pendapatan berulang tetap terjaga kuat tetap diatas 75 persen dari total pendapatan pada tahun 2026 ini, disokong oleh performa solid dari portofolio komersial dan perhotelan.
Prediktabilitas arus kas yang kuat ini ditopang oleh struktur modal yang sangat sehat dan konservatif. Perusahaan mempertahankan rasio Net Debt to Equity (Net DER) yang sangat rendah di level 0,21x, mencerminkan disiplin alokasi modal yang ketat serta porsi utang yang sangat moderat.
Keberhasilan operasional ini juga tercermin dari EBITDA kuartal pertama 2026 yang meningkat 20 persen menjadi Rp100,67 miliar, serta catatan historis pendapatan neto akhir tahun 2025 yang tumbuh 32,9 persen (tahunan/yoy) mencapai Rp1,74 triliun.
Wakil Presiden Direktur Paradise Indonesia Surina menambahkan, perusahaan telah membangun fondasi pertumbuhan yang kuat melalui kombinasi portofolio aset berkualitas, recurring income yang dominan, neraca yang sehat, dan disiplin eksekusi proyek.
“Dengan dukungan tim manajemen yang diperkuat serta proyek-proyek baru yang mulai beroperasi, kami optimistis dapat terus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pemegang saham, pelanggan, mitra usaha, dan masyarakat,” katanya.
Paradise Indonesia juga terus mendorong penerapan prinsip environmental, social, and governance (ESG) ke dalam operasional dan pengembangan proyek. Perusahaan secara konsisten bertahap menerapkan konsep green building, efisiensi energi, pengelolaan limbah dan air, pemberdayaan masyarakat sekitar, serta penguatan tata kelola perusahaan yang baik.


