Kawasan industri menjadi salah satu segmen bisnis properti yang terus menunjukkan kinerja yang baik. Hal ini salah satunya didorong oleh pasokan di kawasan Jabodetabek yang terus berkembang yang dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan dan beragamnya tingkat ketersediaan di berbagai sub-pasar.
Situasi ini membuat setiap kawasan memiliki peran khas dalam peta pengembangan industri yang lebih luas di sekitar Jakarta. Menurut Head of Research Colliers Indonesia Ferry Salanto, pasar lahan industri di wilayah Jabodetabek terus menunjukkan dinamika yang signifikan pada periode semester pertama tahun 2025 dan diperkirakan terus berlanjut sepanjang tahun.
“Walaupun dari sisi total penjualan masih relatif lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, berbagai tanda pemulihan mulai terlihat khususnya pada periode kuartal kedua 2025 yang mencatat lonjakan cukup besar,” ujarnya.
Kawasan industri utama seperti Artha Industrial Hill (AIH) dan Modern Cikande tampil sebagai pusat aktivitas yang didorong oleh tingginya minat sektor manufaktur dan energi terbarukan termasuk arus investasi dari perusahaan asal China.
Sementara itu Purwakarta dan Subang mulai menarik perhatian sebagai alternatif strategis berkat ketersediaan lahan yang luas serta pengembangan infrastruktur terutama Pelabuhan Patimban.
Stabilitas harga lahan juga terus mencerminkan pasar yang relatif seimbang sekaligus menunjukkan sikap lebih hati-hati para pengembang dalam menjaga daya saing kawasan industri yang dikembangkan dan dipasarkan.
Dengan berbagai kondisi ini, Ferry memberikan saran untuk pengembangan kawasan industri perlu bersikap lebih fleksibel dan visioner. Saat melakukan ekspansi ke wilayah baru seperti Subang dan Purwakarta penting untuk meningkatkan infrastruktur pendukung serta menonjolkan nilai tambah yang ditawarkan seperti insentif investasi dan prosedur perizinan yang lebih sederhana.
Kemudian membangun kemitraan strategis dengan berbagai industri yang berkembang pesat seperti manufkatur berteknologi tinggi, energi terbarukan dan logistik akan menjadi kunci dalam menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan.
Selain itu menjaga stabilitas harga sambil tetap responsif terhadap permintaan pasar akan membantu kalangan pengembang tetap kompetitif di tengah kenaikan biaya dan ketidakpastian kondisi global.
“Secara keseluruhan, pasokan lahan industri di wilayah Jabodetabek menunjukkan tingkat konsentrasi yang semakin tinggi. Meskipun Bekasi dan Karawang masih menjadi pusat utama aktivitas industri namun keterbatasan pasokan mulai mengalihkan minat ke wilayah Serang serta ke arah timur seperti Purwakarta dan Subang,” terangnya.
Perubahan ini mengindikasikan bahwa peta pertumbuhan industri ke depan akan semakin meluas dari pusat-pusat tradisional menuju kawasan baru yang menawarkan lahan lebih luas, harga lebih kompetitif, serta dukungan infrastruktur yang akan terus berkembang.


