Memiliki rumah adalah simbol kemapanan dan telah menjadi keinginan bagi banyak orang. Bukan sekadar hunian, rumah juga bisa dijadikan aset yang berharga di kemudian hari. Dengan harga rumah yang relatif mahal, perlu persiapan finansial yang baik untuk mewujudkan memiliki rumah.
Dikutip dari laman resmi Kementerian Keuangan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum membeli rumah khususnya bagi yang memanfaatkan pembiayaan bank (KPR). Banyak calon pembeli yang tidak siap dengan adanya biaya tak terduga atau proses yang rumit.
Membeli rumah bukan hanya menyiapkan dana besar namun juga harus siap dengan proses aplikasi kredit, penilaian properti, negosiasi harga, serta biaya lain yang timbul seperti uang muka, biaya penutupan, biaya balik nama atau sertifikat, dan biaya lainnya.
Berdasarkan itu semua, setidaknya ada lima hal yang harus diperhatikan:
Periksa Keuangan
Sebelum lebih jauh melakukan pencarian rumah idaman alangkah baiknya memeriksa terlebih dahulu profil keuanganmu. Hitung pendapatan, pengeluaran, tabungan, serta utan. Hitung berapa persen pemasukan yang digunakan untuk ditabung serta berapa yang digunakan untuk membayar utang seperti kredit kendaraan, kartu kredit, atau pinjaman lainnya.
Rasio utang pada pendapatan atau Debt to Income (DTI) adalah hal yang sangat dipertimbangkan terutama oleh pemberi pinjaman atau kredit. Idealnya total utang yaitu sebesar 43 persen dari pendapatan kotor dan cicilan rumah tidak lebih dari 28 persen. Jadi, jangan sampai besar pasak daripada tiang.
Periksa Skor Kredit
Selain DTI, hal yang dipertimbangkan oleh pemberi pinjaman adalah riwayat kredit dan skor kredit calon debitur. Banyak hal yang berpengaruh dengan skor kredit dan supaya skor kredit meningkat, fokuslah untuk melunasi utang kartu kredit tepat waktu jika punya. Melunasinya secara penuh dan tepat waktu setiap bulannya akan sangat penting. Selain itu hindari melakukan pembelian besar atau menggunakan sebagian besar batas kredit sebelum mengajukan KPR karena hal ini bisa mempengaruhi skor kredit. Hal lainnya adalah hindari membuka jalur kredit baru setidaknya untuk satu tahun sebelum mengajukan KPR. Usia rata-rata akun kredit juga menjadi hal yang diperhitungkan.
Siapkan DP
Salah satu cara untuk meringankan cicilan bulanan adalah dengan memperbesar uang muka atau DP yang dibayarkan pada awal transaksi. Kita bisa mulai mengalokasikan tabungan untuk pembayaran uang muka. Agar semakin cepat target terkumpul kita juga bisa menyimpannya di rekening tabungan atau deposito jangka pendek dengan imbal hasil yang tinggi.
Pada umumnya besaran uang muka yang harus dibayarkan adalah sekitar 20 persen dari harga rumah. Selain itu anggarkan juga biaya penutupan yang besarannya sekitar 2 persen sampai 4 persen. Jika tabungan belum mencukupi, carilah alternatif pendanaan lainnya seperti hadiah dari keluarga atau program bantuan dari pemerintah.
Siapkan Biaya Pemeliharaan
Selain mempersiapkan uang muka, yang harus dipersiapkan selanjutnya adalah biaya-biaya yang mungkin akan muncul seperti biaya untuk notaris dan biaya lainnya. Selain itu jangan lupa juga untuk memperhitungkan biaya hidup setelah kita mengambil pinjaman, termasuk untuk utilitas dan perawatan rumah. Jangan sampai membeli rumah idaman baru malah membuat masalah baru karena kurangnya persiapan dan salah perhitungan pada awalnya.
Konsultasi dengan Pemberi Pinjaman
Lakukan survei ke beberapa calon pemberi pinjaman. Pemberi pinjaman akan melihat kemampuan keuangan dan menentukan plafon harga dan jumlah cicilan yang harus dibayarkan. Carilah pemberi pinjaman dan program yang cocok sesuai dengan profil keuangan.
Agar rumah impian tak menjadi momok baru dalam kehidupan, persiapkan dengan matang hal-hal di atas sehingga kita bisa lebih siap dalam menghadapi prosesnya. Selain itu persiapan matang juga akan menghindarkan dari stres keuangan di kemudian hari.


