Sejalan dengan rencana pemerintah dalam mempercepat transformasi sektor kesehatan nasional melalui peningkatan investasi, inovasi teknologi medis, dan pembangunan fasilitas berstandar global, pengembang Sinar Mas Land (SML) mengambil peran strategis melalui pembangunan Medical Suites di Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (KEK ETKI) Banten atau D-HUB Special Economic Zone (SEZ) di BSD City.
Saat ini fasilitas kesehatan berstandar internasional untuk layanan medis, riset, serta pendidikan tersebut telah memasuki tahap akhir, yang ditandai dengan seremoni penutupan atap (topping off) pekan lalu.
Menurut Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Rizal Edwin Manansang, pihaknya sangat mengapresiasi semua pihak yang telah berkontribusi dalam pengembangan KEK ETKI Banten melalui PT Surya Inter Wisesa dan bagian dari SML atas keberhasilan pembangunan Medical Suites.
“Sejak resmi beroperasi pada November 2025 hingga Desember 2025 KEK ini mencatat realisasi investasi sebesar Rp1,19 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 836 orang serta melibatkan 14 pelaku usaha,” ujarnya.
Momentum topping off Medical Suites juga menjadi tonggak penting dalam pengembangan KEK ETKI Banten yang tidak hanya menandai selesainya struktur bangunan tetapi juga menunjukkan kemajuan nyata dalam pengembangan ekosistem khususnya sektor kesehatan.
Sejalan dengan capaian tersebut seluruh pemangku kepentingan diajak untuk terus mempercepat pengembangan KEK ETKI Banten agar dapat memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional khususnya dalam menghadirkan layanan kesehatan internasional yang mampu meningkatkan kualitas layanan di dalam negeri serta menahan aliran devisa ke luar negeri.
CEO Commercial BSD SML Anna Budiman menambahkan, topping off Medical Suites jadi penanda penyelesaian struktur utama bangunan setelah sebelumnya sukses mengembangkan proyek Biomedical Campus (MBC) dan Medical Suites ini dirancang sebagai living ecosystem yang mengintegrasikan layanan medis, pendidikan, dan inovasi.
“Kami berharap kehadirannya dapat mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan Indonesia menuju standar internasional sekaligus menjadi benchmark baru yang kompetitif di tingkat regional dan global. Pengembangan ini juga diharapkan dapat menarik kolaborasi dengan mitra internasional serta memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi layanan kesehatan berkualitas. Medical Suites ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal keempat 2026,” katanya.
Medical Suites merupakan pengembangan kedua di sektor kesehatan oleh BUPP PT Surya Inter Wisesa setelah pembangunan gedung BMC. Sebagai informasi, saat ini Gedung BMC telah mencapai 100 persen okupansi untuk Tower Science, didukung oleh tenant yang telah memperoleh Surat Izin Operasional serta tenaga medis asing yang telah memperoleh Surat Izin Praktik.
Pengembangan Medical Suites didorong oleh kebutuhan pasar akan fasilitas layanan kesehatan yang siap pakai sehingga investor, khususnya investor asing dapat segera memulai operasionalnya di dalam kawasan KEK. Ke depannya, D-HUB SEZ juga menargetkan kehadiran tenant strategis lainnya seperti universitas kedokteran, pusat laboratorium dan diagnostik, serta klinik spesialis sehingga gedung ini diharapkan menjadi pusat layanan sekaligus pengembangan sektor kesehatan.
Medical Suites terdiri atas enam lantai dan total luas bangunan hampir 20.000 m². Gedung ini menawarkan unit sewa dengan luasan fleksibel, mulai dari 200 m² hingga 2.600 m². Medical Suites dirancang dengan standar Biosafety Level 2 (BSL-2) guna menjamin keamanan operasional laboratorium dan fasilitas medis.
Gedung ini juga dilengkapi dengan sistem ventilasi alami yang optimal, cadangan daya listrik penuh (full genset backup) untuk memastikan kontinuitas layanan, serta kapasitas beban lantai tinggi (high dead-load capacity) yang mendukung penggunaan peralatan medis berteknologi tinggi. Dengan spesifikasi tersebut Medical Suites mampu mengakomodasi kebutuhan beragam penyedia layanan kesehatan, kegiatan penelitian, hingga pengembangan inovasi medis secara andal dan berstandar internasional.


