Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meninjau lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) di kawasan Kiaracondong, Kota Bandung. Kunjungan ini didampingi oleh Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin dan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman.
Kunjungan ini untuk melihat potensi pembangunan hunian vertikal dengan konsep transit oriented development (TOD) khususnya untuk segmen masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
“Lokasinya sangat strategis untuk dibangun hunian vertikal karena berada di kawasan transportasi publik yang akan memudahkan penghuni terkait mobilitas sehari-hari. Lahannya seluas sekitar 6.000 m2 dan akan langsung dibentuk tim bersama Kementerian PKP, KAI, dan Pemkot Bandung,” ujar Maruarar.
IPengembangan kawasan berbasis TOD tidak hanya menghadirkan hunian tetapi juga fasilitas pendukung yang menunjang kebutuhan sehari-hari masyarakat dalam satu kawasan terpadu. Kawasannya akan mencakup hunian, fasilitas kesehatan, pendidikan, tempat ibadah, dan sarana pendukung lainnya.
Dengan mengoptimalkan lahan milik KAI di kawasan perkotaan akan memiliki potensi besar untuk membantu penyediaan hunian bagi masyarakat khususnya di wilayah dengan kebutuhan yang tinggi seperti Kota Bandung.
“Selama ini belum ada TOD berbasis kawasan kereta api seperti ini di Bandung, makanya kita mulai dari sini. Nanti akan dicari dan dirumuskan bagaimana skema pembiayaan terbaik dan itu akan dijalankan secepatnya,” imbuhnya.
Untuk mempercepat realisasi, Kementerian PKP juga membuka peluang pembiayaan melalui berbagai skema kolaboratif termasuk dukungan dari sektor swasta dan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Hal itu berkaca dari komitmen perusahaan Astra yang menyatakan akan membangun 1.000 unit rumah susun. Konsep dan peluang seperti ini akan terus didorong dari perusahaan maupun berbagai yayasan yang memiliki program perumahan. Berbagai konsep dan skema ditargetkan bisa selesai pada akhir bulan April 2026.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menambahkan, kawasan Kiaracondong direncanakan akan dikembangkan sebagai kawasan TOD yang terintegrasi dengan moda transportasi dan aktivitas masyarakat khususnya terintegrasi dengan Stasiun Kiaracondong, Stasiun Bandung, serta kawasan pengembangan lainnya.
“Jadi yang akan dihadirkan bukan hanya hunian tapi juga berbagai sarana lainnya termasuk ruang kreatif dan area bisnis untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Untuk jumlah unit maupun berbagai sarana lainnya masih akan dihitung yang pasti semuanya akan dioptimalkan sesuai dengan potensi lahan,” bebernya.


