PT Indonesian Paradise Property (Paradise Indonesia/INPP) masuk ke “kota minyak” Balikpapan dengan menghadirkan produk komersial 88 Plaza Balikpapan di Jalan Manuntung, Sepinggan Baru, Kota Balikpapan. Dari total luas area pengembangannya 8 hektar pada tahap pertama ini dikembangkan seluas 3 hektar.
Dengan perekonomian ditopang dari mining dan industri selain kota penyangga utama Ibukota Nusantara (IKN), Balikpapan terus menunjukan tren pengembangan baik infrastruktur maupun berbagai fasilitas penunjang kota lainnya. Hal itu menjadikan kota ini sebagai kota terbesar kedua dan termaju di Kalimantan Timur.
Menurut Diana Solaiman, Direktur PT Mitra Gemilang Mahacipta, anak perusahaan Paradise Indonesia, berbagai keunggulan kota ini menunjukkan sudah saatnya hadir pusat komersial baru untuk mengakomodir ritel modern yang dapat menjadi cermin wajah kota yang visioner.
“Pusat ritel yang kami hadirkan untuk menjadi urban district modern dengan menciptakan kawasan open plaza yang bisa menghadirkan suasana terbuka, nyaman, dan ramah pengunjung. Untuk tahap pertama kami akan menghadirkan produk komersial low density berupa ruko tiga lantai hingga hotel berbintang,” ujarnya.
88 Plaza Balikpapan dikonsep untuk menjadi tempat yang experience fun bagi semua kalangan dan itu akan dipadukan dengan membentuk ekosistem usaha yang produktif dan berkelanjutan. Produknya menawarkan ruang baru untuk bisnis yang seirama dengan perkembangan kota sekaligus investasi menarik.
Pada periode pre launching saat ini ruko tiga lantai yang dipasarkan seharga mulai Rp3 miliaran. Dari 40-an unit yang dipasarkan awal Februari ini telah terjual lebih dari 50 persen. Uniknya, bukan deretan ruko biasa tapi dikembangkan sebuah masterplan kawasan urban dan ikon baru kota.
Paradise Indonesia telah hadir selama 23 tahun dan Balikpapan menjadi kota pertama pada awal tahun ini yang dimasuki. Sebelumnya, Paradise Indonesia telah hadir di Bali, Batam, Bandung, Makassar, Jakarta, Yogyakarta, dan Semarang. Hingga saat ini Paradise Indonesia telah menghasilkan 26 proyek yang tersebar di delapan kota (100 persen completed).
“Kami konsisten mengembangkan dengan konsep bisnis 4 M yaitu menyasar major cities, menggarap segmen middle up, fokus pada pengembangan mixed use, dan skala proyek yang mid size. Hasilnya, proyek yang kami bawa selalu melampaui zaman atau building tomorrow hingga menjadi ikon kota,” pungkas Diana.


