Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) Heru Pudyo Nugroho, menghadiri pembukaan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13 yang diselenggarakan Bank Indonesia (BI) di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta.
Mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital”, ISEF 2026 menjadi momentum penguatan kolaborasi antara pemerintah, regulator, lembaga keuangan, dan pelaku usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Menurut Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Dradjad Hari Wibowo, fundamental perekonomian Indonesia tetap kuat dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang disebut mencapai 5,4 persen hingga semester pertama 2026 dan didukung peningkatan investasi dan inflasi yang relatif terkendali.
“Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen pada tahun 2027 dan menuju 8 persen dalam jangka menengah. Untuk mencapainya, diperlukan peningkatan investasi, produktivitas, penguatan ekspor, serta sinergi antara pemerintah dan sektor swasta,” ujarnya.
Gubernur BI Destry Damayanti menambahkan, penekanan mengenai pentingnya pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang mengedepankan prinsip inklusivitas, keberlanjutan, dan keadilan harus terus digalakkan.
“Ekonomi syariah memiliki nilai universal yang mengedepankan inklusivitas, keberlanjutan, dan keadilan. Prinsip no one left behind menjadi penting agar seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan manfaat pembangunan dan memperoleh akses terhadap layanan keuangan,” katanya.
Penguatan inklusi keuangan tersebut sejalan dengan peran BP Tapera dalam memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), termasuk pembiayaan melalui perbankan syariah.
Selain menghadiri pembukaan ISEF 2026, BP Tapera turut berpartisipasi dengan menghadirkan booth pada area pameran sebagai sarana sosialisasi dan penyampaian informasi mengenai program FLPP kepada masyarakat.
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengatakan, keikutsertaan BP Tapera dalam ISEF 2026 merupakan bagian dari upaya mendorong percepatan realisasi penyaluran KPR subsidi FLPP.
“Sebagai upaya untuk terus mempercepat peningkatan realisasi KPR FLPP, kami turut berpartisipasi dalam kegiatan ISEF 2026. Partisipasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pembiayaan rumah subsidi sekaligus memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam memperluas akses kepemilikan rumah bagi MBR,” bebernya.
Berdasarkan data dashboard BP Tapera yang diakses pada 14 Oktober 2026, realisasi penyaluran FLPP telah mencapai 180.608 unit rumah dengan nilai pembiayaan sebesar Rp22,5 triliun.
Capaian tersebut didukung oleh 39 bank penyalur, 22 asosiasi, dan 8.239 pengembang, serta menjangkau 11.416 lokasi perumahan yang tersebar di 36 provinsi dan 391 kabupaten/kota.
Melalui penguatan kolaborasi dan perluasan sosialisasi program FLPP, BP Tapera terus mendorong percepatan penyaluran pembiayaan perumahan guna membantu lebih banyak masyarakat berpenghasilan rendah memiliki rumah pertama yang layak dan terjangkau.


