Salah satu strategi perusahaan terkait pendanaan adalah dengan menerbitkan surat utang atau obligasi (bond). Seiring perkembangan bisnis, berbagai bond yang diterbitkan bukan lagi bond biasa namun dengan kekhususan tertentu misalnya untuk menunjukan aktivitas bisnis yang sehat.
Salah satu instrumen tersebut yaitu Sustainability-Linked Bonds (SLB) yang berbeda dari instrumen surat utang yang berlabel green lainnya seperti social atau sustainability bonds. SLB merupakan instrumen utang umum yang menawarkan biaya modal lebih rendah kepada penerbit jika dapat mencapai target keberlanjutan yang ditetapkan.
Salah satu dan yang pertama menerbitkan SLB yaitu PT Pollux Hotels Group Tbk. Perusahaan berkode POLI ini secara resmi mencatatkan penerbitan SLB I 2025 di Bursa Efek Indonesia (BEI). POLI menjadi perusahaan pengembang hospitality pertama yang melakukan langkah ini sehingga menunjukkan komitmen yang tegas sebagai pionir green development di Indonesia.
Menurut Presiden Direktur Pollux Hotels Group Handoyo K. Setyadi, penerbitan SLB ini merupakan langkah penting dan strategis perusahaan untuk terus memperkuat model bisnis yang berkelanjutan.
“Penerbitan bond pertama ini senilai Rp500 miliar dan telah mendapatkan jaminan penuh dan tanpa syarat dari Credit Guarantee and Investment Facility (CGIF), sebuah fasilitas di bawah Asian Development Bank (ADB),” ujarnya.
Dukungan CGIF juga menunjukkan kepercayaan internasional terkait fundamental keuangan perusahaan sekaligus pengakuan atas kinerja pengurangan emisi karbon, efisiensi energi, dan pengelolaan sumber daya yang telah menjadi strategi inti perusahaan.
Sebagai institusi penjamin, CGIF juga akan memberikan arahan bukan hanya untuk memastikan struktur transaksi yang kuat tapi juga kepercayaan pada fundamental bisnis maupun strategi pertumbuhan POLI. Kolaborasi ini tentunya akan menjadi landasan yang kokoh untuk inisiatif strategis kami di masa mendatang.
“Kami juga menunjuk PT Korea Investment and Securities Indonesia (KISI) sebagai penjamin emisi, Bank BJB sebagai waliamanat, dan menggandeng Irma & Solomon Law Firm, KAP Kanaka Puradiresa Suhartono, serta Notaris Elisabeth Karina Leonita untuk aspek legal,” tambahnya.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, SLB ini meraih peringkat AAA Corporate Guarantee dari CGIF yang menjadikannya instrumen berisiko sangat rendah bagi investor. Selanjutanya dana hasil penerbitan bisa digunakan untuk refinancing fasilitas kredit serta memperkuat inisiatif keberlanjutan di seluruh aset Pollux.
“BEI menilai instrumen ini bisa memperkaya pilihan investasi di pasar modal dengan kupon yang kompetitif. Kami berharap perusahaan dapat membangun struktur keuangan yang lebih sehat dan meningkatkan efisiensi sumber daya untuk menurunkan jejak karbon,” katanya.
Sementara itu Director of Social and Environmental Compliance Pollux Hotels Group Jo Diana Po menyebut, minat pasar terhadap SLB Pollux sangat tinggi karena dari target penerbitan Rp500 miliar, jumlah penawaran yang masuk hampir dua kali lipat.
“Ini menjadi bukti kalau pasar sangat siap dan confident kalau Indonesia tengah bergerak menuju standar ESG global. Penerbitan SLB ini juga menjadi pengingat kalau keberlanjutan bukan sekadar sloga dan bencana di Sumtaera menjadi penegas kalau penerapan ESG harus dilakukan secara serius dan kolaboratif,” bebernya.
Pollux sendiri dalam menjalankan akktivitas bisnisnya selalu mengutamakan upaya berkelajutan dengan berinvestasi dalam teknologi hijau. Berbagai aktivitas seperti pengurangan emisi karbon, peningkatan efisiensi energi, optimalisasi sistem pendingin, daur ulang air limbah dan condensate, hingga pengurangan non-revenue water melalui deteksi kebocoran dan pemeliharaan pipa.
Pollux Hotel Group memiliki kegiatan usaha utama mengembangkan proyek properti yang meliputi pembangunan, pengembangan, investasi, perdagangan, dan jasa penyewaan properti dan saat ini memiliki 12 aset properti yang telah beroperasi.
Aset properti yang telah beroperasi yaitu Paragon Mall, Central City Mall, Marquis de Lafayette Mall, Po Hotel, Merbabu Hotel, Louis Kienne Hotel Simpang Lima, Louis Kienne Hotel Pandanaran, Louis Kienne Hotel Pemuda, W/R Residence Apartment, The Pinnacle Apartment, Marquis de Lafayette Apartment, Pollux Mall Cikarang.


