Pembangunan rumah susun (rusun) subsidi di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi, resmi dimulai. Proyek ini merupakan bagian dari percepatan program 3 juta rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dan dilaksanakan melalui kolaborasi pemerintah, sektor swasta, hingga lembaga pembiayaan.
Seremoni groundbreaking dihadiri oleh Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo, Menteria Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)/CEO Danantara Rosan P. Roeslani, pendiri Lippo Group Mochtar Riady, CEO Lippo Group James Riady, dan pejabat terkait lain.
Menteri PKP Maruarar menyampaikan apresiasinya kepada Lippo Group dan Danantara yang telah bekerja keras menyiapkan proyek hunian untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) khususnya selama sekitar dua bulan terakhir hingga tahap peletakan batu pertama (groundbreaking).
“Kami mengapresiasi kerja keras tim dari Lippo Group dan Danantara serta tim PKP yang dalam waktu sekitar dua bulan mempersiapkan proyek ini hingga dapat dimulai hari ini. Kami juga berterima kasih kepada pendiri Lippo Group Mochtar Riady atas dukungan dan kontribusinya bagi pembangunan perumahan rakyat,” ujarnya.
Sebelum proyek ini dimulai, pemerintah telah memastikan kepastian hukum dengan berkonsultasi langsung ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pemerintah juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan kesiapan lahan dan dukungan kebijakan.
“Saya datang langsung ke KPK untuk memastikan semuanya clear and clean sehingga memberikan kepastian hukum bagi masyarakat yang akan membeli, bagi perbankan, serta bagi para pengembang,” imbuhnya.
Pembangunan rusun atau hunian vertikal menjadi solusi efisien untuk menghemat penggunaan lahan sekaligus meningkatkan jumlah unit hunian yang dapat dibangun. Dari lahan sekitar 30 hektar di kawasan Meikarta, proyek ini diproyeksikan mampu menghasilkan sekitar 141.000 unit hunian.
Selain di Bekasi, pemerintah juga tengah menyiapkan pengembangan proyek serupa di Kota Depok. Pemerintah telah mengidentifikasi lahan milik Kementerian Komdigi sekitar 45 hektar yang berpotensi dibangun hingga sekitar 170.000 unit hunian.
Ketua Satgas Perumahan Hashim menyebut proyek rusun subsidi di Meikarta sebagai proyek teladan dalam program 3 Juta rumah karena melibatkan kolaborasi berbagai pihak serta memiliki dampak ekonomi yang luas.
“Industri perumahan memiliki multiplier effect yang sangat besar terhadap perekonomian. Dampaknya bisa 1,5 hingga 5 kali terhadap pertumbuhan ekonomi karena ada sekitar 185 sektor usaha yang terkait dengan bisnis properti, konstruksi, dan perumahan,” bebernya.


