Strategi yang tepat diikuti dengan produk inovatif terus membawa PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP/Paradise Indonesia) pada kinerja bisnis yang baik. Periode kuartal pertama tahun 2026, Paradise Indonesia mencatatkan peningkatan pendapatan sebesar 14 persen atau senilai Rp326,9 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Kami bersyukur bisa mencatatkan kenaikan pendapatan di tengah situasi bisnis yang penuh tantangan. Kontribusi positif ini berhasil diraih dari seluruh segmen bisnis dengan komersial menjadi penyumbang terbesar mencapai 19 persen atau Rp157,14 miliar,” ujar Presiden Direktur-CEO Paradise Indonesia Anthony Prabowo Susilo.
Untuk segmen lainnya, perhotelan naik 4 persen atau meraih Rp135,5 miliar sementara segmen penjualan properti mencapai Rp34,26 miliar atau naik 38 persen. Kenaikan yang tinggi ini salah satunya berkat serah terima unit di Apartemen Antasari Place Jakarta.
Sementara itu EBITDA perusahaan tercatat meningkat 20 persen menjadi Rp100,67 miliar. Kondisi ini mencerminkan fundamental bisnis Paradise Indonesia yang solid dan efisiensi operasional yang berkelanjutan.
Selanjutnya, Anthony kembali menegaskan tetap akan fokus pada penguatan segmen pendapatan berulang perusahaan atau recurring income yang ditargetkan tetap pada kisaran 70 persen sepanjang tahun ini.
Untuk mencapai target tersebut, salah satunya melalui ekspansi strategis seperti penyelesaian 23 Semarang Shopping Center pada kuartal kedua tahun ini dan pengembangan proyek mixed use 88 Plaza Balikpapan termasuk pengembangan Antasari Place tower kedua.
Pengembangan aset juga akan terus didorong untuk memperkuat porsi recurring income. Strategi ini diharapkan bisa mendorong stabilitas arus kas perusahaan sekaligus memperkuat pendapatan perusahaan di tengah dinamika bisnis industri properti.
“Di Paradise Indonesia, kami bukan sekadar mengembangkan properti tapi menghadirkan aset berkelanjutan untuk menciptakan nilai jangka panjang. Strategi yang kami siapkan diarahkan untuk terus bisa melakukan ekspansi yang terukur dan menjadi fondasi dalam menjaga stabilitas finansial yang solid dan berkelanjutan,” imbuh Anthony.


