Dukungan perbankan nasional terhadap Kredit Program Perumahan (KPP) terus menunjukkan tren yang positif. Hingga periode 1 Januari sampai akhir Februari 2026, Bank Rakyat Indonesia (Bank BRI) tercatat sebagai bank dengan realisasi penyaluran KPP terbesar secara nasional.
Dari total penyaluran KPP sebesar Rp 6,10 triliun, Bank BRI merealisasikan pembiayaan Rp3,42 triliun untuk 25.909 debitur, atau lebih dari separuh total debitur nasional. Capaian ini menunjukkan kontribusi signifikan Bank BRI dalam memperluas akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat.
“Tentu kami memberikan apresiasi tinggi kepada Bank BRI yang telah menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung Kredit Program Perumahan. Realisasi yang sangat signifikan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah dan perbankan berjalan efektif,” ujar Sri Haryati, Dirjen Perumahan Perkotaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Menurutnya, dukungan aktif perbankan termasuk Bank BRI sangat penting untuk meningkatkan capaian penyerapan dan realisasi KPP secara nasional sehingga target pembiayaan perumahan dapat tercapai secara optimal.
Program KPP atau KUR Perumahan ini diperuntukkan bagi UMKM pengembang, kontraktor, dan pedagang bahan bangunan dengan subsidi bunga sebesar 5 persen, plafon pembiayaan hingga Rp5 miliar, dan dapat direvolving sampai dengan Rp 20 miliar.
Selain itu program ini juga menyasar UMKM dari berbagai jenis usaha untuk membeli, membangun, maupun merenovasi rumah yang digunakan untuk mendukung kegiatan usaha, dengan suku bunga 6 persen dan plafon pembiayaan hingga Rp500 juta.


