Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait meninjau langsung dua lokasi rencana pembangunan rumah susun subsidi di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari komitmen Kementerian PKP untuk mempercepat penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di kawasan perkotaan.
Dua lokasi yang ditinjau yakni di Desa Cibatu, Kecamatan Cikarang Selatan dan Desa Jayamukti, Kecamatan Cikarang Pusat. Dua lokasi yang ditinjau ini masing-masing memiliki luas lahan sekitar 10 hektar.
“Saya hari ini datang ke Meikarta sesuai dengan apa yang kami sampaikan, kita akan membangun rumah susun subsidi di kawasan Meikarta. Jadi saya bersama tim melihat langsung dengan survei di dua titik yang nantinya datanya akan dilengkapi untuk mewujudkan pembangunan rusun di kawasan ini,” katanya.
Kedua lokasi, jelas Maruarar, memiliki potensi yang strategis untuk dikembangkan karena berada di kawasan dengan akses transportasi yang baik dan berdekatan dengan kawasan industri. Jarak dari lokasi ke kawasan industri hanya sekitar 2,5 km.
Hal lainnya juga dipastikan yaitu kelayakan hunian dengan mempertimbangkan jarak ke fasilitas publik utama. Untuk itu akan dilakukan pemetaan seberapa jauh ke berbagai fasilitas maupun sarana seperti sekolah, pasar, rumah sakit, tempat ibadah, dan lainnya termasuk akses transportasinya.
Nantinya di atas lahan seluas 10 hektar tersebut akan dibangun sekitar 18 tower rumah susun lengkap dengan sarana penunjang seperti sekolah, klinik, taman bermain, fasilitas olahraga, dan sebagainya supaya menjadi kawasan hunian yang nyaman dan layak huni.
“Saya ingin rusun subsidi ini bisa menjadi contoh yang baik bagaimana masyarakat segmen menengah ke bawah bisa mendapatkan fasilitas yang layak. Kami akan terus mengupayakan berbagai terobosan untuk bisa mempercepat dan mewujudkan pembangunan rusun ini,” imbuhnya.
Nantinya seluruh proses pembangunan akan dilakukan sesuai aturan dan prinsip kehati-hatian termasuk memastikan status lahan yang digunakan buak merupakan lahan sawan. Hal lainnya lagi koordinasi lintas sektor termasuk dengan pemerintah daerah dan pihak swasta.


