Bukan sekadar membangun kawasan perkotaan, Ibu Kota Nusantara (IKN) dikembangkan sebagai laboratorium hidup bagi riset dan pendidikan pembangunan kota yang berkelanjutan.
Melalui kerja sama akademis antara Otorita Ibu Kota Nusantara, Leiden-Delft-Erasmus Universities (LDE), dan Universitas Mulawarman, Otorita IKN membuka ruang pembelajaran langsung bagi generasi muda di Auditorium Kantor Balai Kota Otorita IKN, KIPP Nusantara.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) riset pengembangan perkotaan berkelanjutan dan landscape-based management. Forum ini sekaligus menjadi bagian dari penjajakan kerja sama lanjutan yang mencakup pengembangan kapasitas, program short course, magang, hingga peluang melanjutkan studi di Belanda bagi insan Otorita IKN.
“Otorita IKN memiliki kerja sama bersama Konsorsium LDE ini salah satunya dengan menghadirkan mahasiswa terutama master students dari berbagai ilmu yang ingin mengembangkan riset mengenai IKN,” ujar Myrna Asnawati Safitri, Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN.
Kegiatan seperti ini juga untuk menjadi ruang bagi pegawai Otorita IKN dari berbagai kedeputian yang didominasi generasi muda untuk menyampaikan gagasan dan konsep perencanaan tata kota masa depan Nusantara. Forum ini sekaligus membuka ruang diskusi dan interaksi langsung antara pegawai Otorita IKN dan akademisi dari Indonesia maupun Belanda.
Kepala Riset Department of Urbanism, Delft University of Technology Steffen Nijhuis menambahkan, melihat perkembangan IKN hingga saat ini bisa disebut kawasan ini sebagai laboratorium hidup berskala global untuk pengembangan perkotaan dan lansekap berkelanjutan.
“Kami sangat senang di sini untuk melihat perkembangan langsung kota ini termasuk berdiskusi dengan generasi muda yang terlibat dalam perencanaan, pembangunan, dan pengelolaan kota. Karena itu menurut saya, Nusantara itu seperti laboratorium hidup, tidak hanya untuk Indonesia melainkan untuk seluruh dunia,” katanya.


