Komisi VII DPR melakukan kunjungan kerja spesifik ke Kawasan Pariwisata PIK2 pada masa persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 di Menara Syariah PIK2. Kunjungan yang disambut oleh manajemen Agung Sedayu Group ini bertujuan meninjau langsung pengembangan kawasan pariwisata urban terpadu sekaligus memastikan tata kelola, akses publik, keberlanjutan lingkungan pesisir, serta keterlibatan UMKM berjalan selaras dengan kebijakan nasional.
Kunjungan ini dipimpin oleh Evita Nursanty selaku Ketua Tim bersama Wakil Ketua Tim Rahayu Saraswati D. Djojohadikusumo. Dalam pertemuan tersebut Komisi VII DPR berdialog dengan PT Pantai Indah Kapuk 2 Tbk, Kementerian Pariwisata, Kementerian UMKM, Kementerian Ekonomi Kreatif, serta pemerintah daerah.
Evita mengatakan, pentingnya pengawasan terhadap pengembangan kawasan berskala besar seperti PIK juga menjadi perhatian legislatif terlebih PIK yang terus berkembang sebagai destinasi pariwisata urban terpadu dengan potensi besar untuk mendorong ekonomi dan lapangan kerja.
“Namun tentunya pengembangan skala besar juga memerlukan pengawasan yang berimbang. Karena itu kami hadir menjalankan fungsi pengawasan DPR dengan melihat langsung perkembangan kawasan ini,” ujarnya.
Anggota Komisi VII DPR Banyu Biru Djarot menambahkan, ia menilai PIK2 telah menjadi destinasi populer yang berpotensi memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dan dorongan dari DPR diharapkan bisa terus memperkuat ekosistem hingga level akar terbawah.
“Dengan begitu segmen UMKM benar-benar bisa merasakan dampak langsung dan masyarakat sekitar bisa merasakan keberdayaan ekonomi di kawasan ini sehingga bisa terus memberikan manfaat ekonomi maupun sosial besar,” katanya.
Sementara itu Direktur Utama Agung Sedayu Group Nono Sampono mengatakan, sangat mengapresiasi kunjungan anggota dewan ke PIK2 yang menunjukkan perhatian dan apresiasi yang baik terkait pengembangan maupun perkembangan kawasannya.
“Tentu kami sangat berharap hasil kunjungan ini bisa menjadi bahan penting dalam merumuskan rekomendasi kebijakan yang relevan dan berkeadilan sehingga pengembangan PIK2 dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan sejalan dengan pariwisata inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Selain diskusi, rombongan juga meninjau By The Sea PIK untuk melihat langsung peran ekonomi kreatif dan peluang UMKM non-franchise serta meninjau ke Masjid Al Ikhlas PIK. Kunjungan ini diharapkan menjadi dasar rekomendasi kebijakan yang lebih terukur sekaligus memperkuat pengawasan terhadap pengembangan pariwisata nasional yang berkelanjutan dan berpihak pada masyarakat.


