Close Menu
UrbanBaz.id: Berita Properti Terkini Terlengkap Akurat
    Berita Terpopuler

    Nih Syarat Untuk Dapat Kredit Program Perumahan

    October 29, 2025

    Karya Arsitektur Lokal Bertengger di Barcelona

    July 21, 2024

    OPINI: ‘Tanah-Hanif’ (In Memoriam Raden Rasich Hanif Radinal)

    September 27, 2024

    Menengok Perkembangan Kawasan TOD LRT City

    May 5, 2025

    AI-IoT Bikin Rumah Kian Canggih

    March 10, 2025
    Berita Terpopuler

    Nih Syarat Untuk Dapat Kredit Program Perumahan

    October 29, 2025

    Karya Arsitektur Lokal Bertengger di Barcelona

    July 21, 2024

    OPINI: ‘Tanah-Hanif’ (In Memoriam Raden Rasich Hanif Radinal)

    September 27, 2024

    Menengok Perkembangan Kawasan TOD LRT City

    May 5, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    UrbanBaz.id: Berita Properti Terkini Terlengkap AkuratUrbanBaz.id: Berita Properti Terkini Terlengkap Akurat
    • Properti

      Grand Wisata Bekasi Punya Produk Komersial Modern Baru

      June 2, 2026

      BSD City Hadirkan Produk Komersial Wander Alley Walk

      June 2, 2026

      Beli Apartemen, Pastikan Status Alas Hak Bangunan

      May 31, 2026

      BP Tapera-BSSN Perkuat Kerja Sama Transformasi Digital Perumahan Nasional

      May 30, 2026

      Kementerian PKP Tinjau Pembangunan Rusun Meikarta

      May 26, 2026
    • Pembiayaan

      Bank BSI Dorong Pembiayaan Perumahan

      May 24, 2026

      Simak Nih Supaya Beli Rumah Nggak Overpay

      May 21, 2026

      Pembiayaan Griya Jadi Motor Utama Pertumbuhan Bank BSI

      May 20, 2026

      Penyaluran KPR Subsidi Di Jawa Tengah Capai 4.919 Unit

      May 13, 2026

      Laba Bersih OCBC Naik 5 Persen

      May 9, 2026
    • Desain

      PLN Usung Program Smart & Green Building

      May 31, 2026

      Pasang Keramik Jangan Asal, Simak Aplikasi Yang Benar

      May 31, 2026

      Bawa Inspirasi Alam Ke Dalam Kamar

      May 28, 2026

      Lebih Jauh Dengan Konsep Rumah Kantilever

      April 4, 2026

      Podomoro Park Bandung Membuat Rumah Yang Menyatu Indoor-Outdoor

      March 20, 2026
    • Tips

      Mitra 10 Berbagi Tips Pilih Cat Yang Sesuai

      April 19, 2026

      Rumah Adem Tanpa AC, Bisa!

      March 29, 2026

      Rumah Bersih-Rapi Selama Lebaran, Simak Tipsnya

      March 20, 2026

      Ikuti Tips Strategi Finansial Sesuai Fase Kehidupan

      February 9, 2026

      Solusi Untuk Dinding Lembap-Luntur

      January 27, 2026
    • Figur

      Astra Serahkan Rumah Layak Huni dan Luncurkan Program EcoBiz

      May 30, 2026

      Pemerintah Siapkan Regulasi Pengembangan Rusun

      May 26, 2026

      Integrasi Teknologi Efisienkan Organisasi Real Estat

      May 21, 2026

      KAI Commuter Rangkul Anak Muda

      May 19, 2026

      Tegas, YLKI Tolak Pengenaan Pajak Jalan Tol

      May 6, 2026
    • Investasi

      Cek Produk Pinjaman-Investasi Dari Pegadaian

      June 2, 2026

      Beli Emas Bagusnya Saat Harga Naik Atau Turun? Simak Panduannya

      June 2, 2026

      Kapan Saat Tepat Investasi Properti? Simak Panduannya

      May 31, 2026

      Lebih Rp72 Triliun Investasi Dengan 75 PKS Di IKN

      May 20, 2026

      Investasi Rp1,2 Triliun Masuk IKN Untuk Pengembangan Apartemen Hingga Sport Center

      May 2, 2026
    • Landscape

      Tatar Surawisesa Kota Baru Parahyangan Jadi Contoh Sertifikasi Greenship

      June 2, 2026

      Ada Aplikasi Sentuh Tanahku Yang Mudahkan Plotting Penetapan Bidang Tanah

      May 31, 2026

      Ubah HGB Ke SHM, Begini Caranya

      May 28, 2026

      Setiap Kota Punya Kelebihan, Survei Menyebut Bandung Paling Lengkap

      May 19, 2026

      Giant Seawall Bukan Hanya Melindungi Area Pesisir Tapi Dorong Pusat Perekonomian Baru

      May 17, 2026
    • Lifestyle

      Alasan Kenapa Gen Z Lebih Suka Sewa Dibanding Beli Rumah

      May 31, 2026

      Paradise Indonesia Soft Opening 23 Semarang Shopping Center

      May 23, 2026

      Metland Helat Event Olahraga Berbasis Komunitas

      May 22, 2026

      Media Membangun Perspektif hingga Kisah Yang Hidup dari Aktivitas Bisnis Properti

      May 13, 2026

      Riset Terbaru SiteMinder Tunjukkan Preferensi Liburan Masyarakat

      May 8, 2026
    • Opini

      Tranformasi Mal Menjadi Pusat Experience

      May 20, 2026

      Mutlak, Penerapan Manajemen Digital untuk Efektivitas Pelaksanaan Proyek

      May 15, 2026

      Pengertian Hingga Aturan Hukum Tanah Musnah

      March 8, 2026

      Konflik Iran-Israel-Amerika dan Dampaknya Ke Sektor Properti

      March 6, 2026

      Memaknai Perumahan Rakyat Bak Gurindam

      February 16, 2026
    UrbanBaz.id: Berita Properti Terkini Terlengkap Akurat
    Home»Opini»Pengaduan Jasa Keuangan dan Perumahan Mendominasi
    Opini

    Pengaduan Jasa Keuangan dan Perumahan Mendominasi

    UrbanBaz.idBy UrbanBaz.idJanuary 23, 2026No Comments4 Mins Read
    Pengaduan Jasa Keuangan dan Perumahan Mendominasi
    Bedah pengaduan konsumen 2025 (Dok. YLKI)

    Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) sepanjang tahun 2025 lalu menerima hingga 1.977 pengaduan konsumen dari berbagai sektor. Pengaduan itu terdiri dari 1.011 laporan individu sementara 966 laporan dari kelompok. Laporan kelompok meliputi 919 kelompok konsumen perumahan dan 47 kelompok konsumen kebugaran.

    Angka ini bukan sekadar statistik melainkan cermin dari masih rapuhnya sistem perlindungan konsumen di Indonesia dengan pengaduan yang masuk menunjukkan pola berulang: hak konsumen diabaikan, pengaduan tidak ditanggapi, dan penyelesaian yang berjalan lambat serta tidak berkeadilan.

    Tren pengaduan dari masyarakat juga menunjukkan kenaikan signifikan selama lima tahun terakhir. Jika dibandingkan dengan data sejak tahun 2021, jumlah pengaduan konsumen terus meningkat setiap tahunnya yang mencapai puncaknya pada tahun 2025.

    YLKI memandang kenaikan pengaduan pada tahun 2025 berkaitan erat dengan meningkatnya kebutuhan hidup masyarakat yang tidak sebanding dengan kondisi ekonomi dan kemampuan finansial rumah tangga. Masyarakat dihadapkan pada berbagai tekanan ekonomi mulai dari pemutusan hubungan kerja (PHK), ancaman pendapatan, hingga kenaikan biaya hidup.

    Dalam kondisi tersebut banyak konsumen terdorong untuk menggunakan jasa keuangan baik perbankan, pembiayaan, maupun pinjaman bold sebagai strategi bertahan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun dalam praktiknya, situasi ini kemudian berkembang menjadi ketegangan antara konsumen dan pelaku usaha yang pada akhirnya tercatat sebagai pengaduan ke YLKI.

    Adapun sepuluh besar pengaduan konsumen sepanjang tahun 2025 yang masih didominasi oleh sektor-sektor yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar dan layanan esensial masyarakat.

    Diantaranya, jasa keuangan sebanyak 325 pengaduan, belanja online 133 pengaduan, telekomunikasi 106 pengaduan, paket 61 pengaduan, dan perumahan 57 pengaduan menjadi sektor yang paling sering menimbulkan pertengkaran antara konsumen dan pelaku usaha.

    Selanjutnya ada sektor transportasi 44 pengaduan, listrik 39 pengaduan, elektronik 29 pengaduan, pariwisata 28 pengaduan, serta otomotif 24 pengaduan. Data pengaduan individu tahun 2025 menunjukkan bahwa konsumen laki-laki lebih banyak dilaporkan mengajukan pengaduan dibandingkan konsumen perempuan.

    Pada tahun 2025, sektor jasa keuangan kembali menjadi sektor dengan pengaduan tertinggi. Permasalahan pembiayaan dan leasing didominasi oleh praktik penagihan yang tidak beretika, dugaan penipuan, serta ketidakjelasan perjanjian pembiayaan yang kerap memuat klausula baku merugikan konsumen. Maraknya pinjaman baik legal maupun ilegal menunjukkan bahwa pengawasan dan perlindungan konsumen belum sebanding dengan laju ekspansi industri keuangan digital.

    Pengaduan di sektor belanja online dan ekonomi digital juga menunjukkan permasalahan struktural. Barang tidak sesuai, barang tidak dikirim, proses refund yang berbelit, hingga penipuan masih menjadi keluhan utama.

    Dalam banyak kasus, beban risiko justru dialihkan kepada konsumen dan kurir sementara platform digital belum sepenuhnya bertanggung jawab atas ekosistem yang mereka bangun. Ketiadaan aturan yang tegas termasuk dalam praktik pembayaran COD, membuka ruang ketidakadilan dan konflik di lapangan.

    Di sektor telekomunikasi perlindungan konsumen juga masih jauh dari prinsip keadilan layanan. Jaringan internet yang bermasalah, sulitnya pemadaman layanan pascabayar, serta ketidakjelasan standar kualitas layanan menunjukkan adanya praktik sepihak yang merugikan konsumen dan mengurangi hak atas manfaat layanan yang telah dibayar.

    Kemudian sengketa perumahan tetap menjadi persoalan krusial. Pengaduan muncul sejak tahap pra-pembangunan, proses pembangunan, hingga pasca pembangunan. Keterlambatan serah terima, dokumen kepemilikan yang tidak jelas, hingga proyek mangkrak menunjukkan lemahnya pengawasan negara terhadap sektor perumahan. Konsumen sering menjadi pihak yang menanggung risiko terbesar tanpa perlindungan yang memadai.

    YLKI juga menyoroti permasalahan regulasi dan kelembagaan perlindungan konsumen yang belum diperkuat secara serius. Amandemen Undang-Undang Perlindungan Konsumen hingga kini belum disetujui. Saat ini, konsumen dan lembaga perlindungan konsumen masih menghadapi ancaman pembungkaman melalui gugatan balik dan tekanan hukum saat memperjuangkan kepentingan publik. Kondisi ini menggambarkan ruang keadilan bagi konsumen.

    Berdasarkan temuan Bedah Pengaduan Konsumen 2025, YLKI memandang perlindungan konsumen membutuhkan perubahan mendasar. Negara perlu mempercepat penyesuaian regulasi, membangun mekanisme penyelesaian yang mudah diakses seperti Online Dispute Resolusi (ODR), serta memastikan kebijakan publik tidak dibuat secara terburu-buru tanpa mempertimbangkan dampaknya terhadap konsumen.

    Meningkatnya pengaduan konsumen adalah alarm keras. Tanpa perlindungan yang kuat, keadilan bagi konsumen akan terus menjadi janji kosong sementara praktik usaha yang tidak bertanggung jawab akan terus berulang. Perlindungan konsumen bukanlah hambatan bagi perekonomian melainkan fondasi kepercayaan masyarakat yang harus dilindungi oleh negara dan pelaku usaha.

    Tahun 2025 mungkin telah berakhir, namun bagi konsumen berbagai permasalahan yang terjadi sepanjang tahun tersebut masih meninggalkan luka dan infeksi. Mulai dari pemblokiran akun dormant, kualitas dan kuantitas BBM yang diteliti, beras maupun minyak dengan harga yang terus meninggi, keracunan massal dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga gagal berangkatnya Haji Furoda.

    Dalam konteks ini YLKI merangkum suara konsumen dalam berbagai aspek dalam Bedah Pengaduan Konsumen 2025 sebagai peringatan bahwa tanpa pembenahan mendasar, perjuangan konsumen akan terus berulang dan selalu menyisakan konsumen sebagai korban.

    Oleh: Niti Emiliana, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI)

    Ada 1.977 pengaduan yang masuk ke YLKI sepanjang tahun 2025 Pengaduan jasa keuangan dan perumahan masih mendominasi di YLKI Pengaduan konsumen merupakan peringatan perlu segera pembenahan mendasar
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    UrbanBaz.id
    UrbanBaz.id

    Urbanbaz menyuguhkan berita properti terkini, terlengkap, dan akurat. Serta menawarkan solusi lengkap bagi pengembang properti dalam mempromosikan produk, baik secara offline maupun online.

    Berita Terkait

    Grand Wisata Bekasi Punya Produk Komersial Modern Baru

    June 2, 2026

    Cek Produk Pinjaman-Investasi Dari Pegadaian

    June 2, 2026

    Tatar Surawisesa Kota Baru Parahyangan Jadi Contoh Sertifikasi Greenship

    June 2, 2026

    Beli Emas Bagusnya Saat Harga Naik Atau Turun? Simak Panduannya

    June 2, 2026

    BSD City Hadirkan Produk Komersial Wander Alley Walk

    June 2, 2026

    Beli Apartemen, Pastikan Status Alas Hak Bangunan

    May 31, 2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Berita Terbaru

    Grand Wisata Bekasi Punya Produk Komersial Modern Baru

    June 2, 2026

    Grand Wisata Bekasi menghadirkan produk komersial baru Terra at Prospera Hub yang berlokasi di boulevard…

    Cek Produk Pinjaman-Investasi Dari Pegadaian

    June 2, 2026

    Tatar Surawisesa Kota Baru Parahyangan Jadi Contoh Sertifikasi Greenship

    June 2, 2026

    Beli Emas Bagusnya Saat Harga Naik Atau Turun? Simak Panduannya

    June 2, 2026
    logo footer

    Your Daily Property
    and Lifestyle News

    Urbanbaz.id portal berita menyuguhkan berita properti terkini, terlengkap, dan akurat. Serta menawarkan solusi lengkap bagi pengembang properti dalam mempromosikan produk, baik secara offline maupun online.

    Kategori
    Properti
    Pembiayaan
    Investasi
    Desain
    Landscape
    Lifestyle
    Tips
    Opini
    Figur
    Global
    Video
    Informasi
    About Us
    Privacy Policy
    Ketentuan Layanan
    Contact Us
    Disclaimer
    Advertise
    Redaksi
    Media Sosial
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    All Rights Reserved | Optimized © 2026 by URBANBAZ

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.