Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama Bank BRI dan PT Permodalan Nasional Madani (PMN) menurunkan suku bunga kredit ultra mikro hingga sebesar 5 persen. Hal ini merupakan sejarah baru untuk suku bunga terendah yang pernah dikeluarkan.
Penurunan suku bunga tersebut diumumkan dalam acara Kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat yang mempertemukan Kementerian PKP, BP Tapera, Bank BRI, PNM, dan PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) sebagai bentuk sinergi memperluas akses pembiayaan yang lebih terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan pelaku usaha ultra mikro, di Sumedang, Jawa Barat.
Menurut Menteri PKP Maruarar Sirait, kebijakan ini menjadi momentum penting dan bersejarah terlebih selama satu dekade terakhir belum pernah ada penurunan suku bunga untuk kredit ultra mikro namun hal itu bisa diwujudkan pada hari ini.
“Kebijakan ini bisa menyasar secara langsung 16,2 juta nasabah khususnya para ibu-ibu nasabah program Mekaar PNM di seluruh Indonesia. Mereka adalah tulang punggung ekonomi keluarga dan kita ingin golongan ini juga bisa naik kelas, usahanya berkembang, dan kesejahteraannya meningkat,” katanya.
PNM Mekaar merupakan idiom dari Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera yang merupakan layanan permodalan berbasis kelompok dari PNM untuk perempuan prasejahtera pelaku usaha ultra mikro.
Selain mencatat sejarah penurunan suku bunga, Maruarar juga menyampaikan kalau Bank BRI berhasil mencatatkan rekor akad Kredit Program Perumahan (KPP) sebesar Rp100,2 miliar untuk 217 nasabah yang menjadi bukti akses pembiayaan perumahan semakin mudah dan diminati masyarakat.
“Saya kembali menyampaikann apresiasi dan terima kasih atas kolaborasi yang terbangun khususnya antara Bank BRI dan PNM. Sinergi ini menjadi bukti kalau negara dan lembaga keuangan nasional berpihak kepada rakyat kecil,” imbuhnya.
Penurunan suku bunga merupakan arahan dari Presiden Prabowo Subianto supaya ekonomi masyarakat bisa naik kelas dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Akses pembiayaan yang ringan akan memperkuat daya beli, meningkatkan produktivitas, serta membuka berbagai peluang bagi masyarakat untuk berkembang dan memiliki rumah yang layak.


