PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) merilis laporan Tinjauan Pasar Surat Utang Indonesia Tahun 2025. Ini merupakan laporan publikasi rutin tahunan yang memuat perkembangan dan kinerja pasar obligasi dan sukuk Indonesia sepanjang tahun 2025 serta prospeknya untuk tahun 2026.
Laporan ini mengulas sejumlah indikator utama pasar surat utang, termasuk pergerakan indeks obligasi pemerintah dan korporasi, dinamika kurva imbal hasil, perkembangan penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) dan obligasi korporasi, aktivitas transaksi di pasar sekunder, serta komposisi dan perilaku investor domestik dan asing.
Dikutip dari siaran pers yang diterbitkan PHEI pekan ini, kinerja pasar obligasi syariah juga dibahas sebagai bagian dari perkembangan pasar surat utang nasional. Pasar surat utang Indonesia pada 2025 tercatat tetap menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian global.
Sepanjang tahun, indeks return obligasi Indonesia mencatatkan pertumbuhan dan mencapai level tertinggi, didukung oleh permintaan domestik serta berlanjutnya minat investor. Memasuki 2026, pasar obligasi Indonesia diperkirakan masih dipengaruhi ketidakpastian global, terutama arah kebijakan moneter AS dan dinamika geopolitik.
Di tengah kondisi tersebut, permintaan domestik diproyeksikan tetap menjadi penopang utama pasar, didukung oleh stabilitas inflasi, ruang pelonggaran kebijakan moneter Bank Indonesia, serta kebijakan fiskal yang masih ekspansif, meskipun penerbitan SBN dan kebutuhan refinancing korporasi diperkirakan tetap tinggi.
Sebagai informasi, PHEI adalah lembaga penilaian harga efek yang memiliki izin beroperasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sampai dengan tanggal 31 Desember 2025, PHEI telah melakukan perhitungan dan penetapan harga pasar wajar atas 1.534 seri Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) yang meliputi 259 seri obligasi dan sukuk pemerintah.
Kemudian 1.077 seri instrumen obligasi korporasi dan Sukuk Ijarah korporasi dengan peringkat (rating) Investment Grade denominasi rupiah, 35 seri Medium Term Notes (MTN), yang memiliki peringkat yang dipublikasikan dan terdaftar pada KSEI, 4 seri Commercial Paper (CP) yang memiliki peringkat yang dipublikasikan dan terdaftar pada KSEI, 23 seri sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), 50 seri Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI) dan 22 seri Sukuk Valas Bank Indonesia (SuVBI).


