Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait berdiskusi bersama para pengembang perempuan senior di Ruang Menteri PKP Wisma Mandiri 2 Jakarta, pekan ini. Pertemuan yang berlangsung hangat ini diisi dengan berbagai masukan yang konstruktif khususnya untuk sektor properti.
Para pengembang perempuan senior menyampaikan berbagai pendapat, pengalaman di lapangan, dan khususnya berbagai harapan terkait kebijakan perumahan nasional untuk mendorong program yang menyentuh masyarakat luas ini bisa berjalan lancar.
Beberapa apresiasi terkait kebijakann yang positif di sektor perumahan juga disampaikan. Beberapa diantaranya meliputi percepatan perizinan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), pembebasan PBG dan BPHTB untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), serta insentif pembebasan pajak pertambahan nilai (PPN DTP).
Begitu juga dengan penambahan kuota rumah subsidi secara signifikan sehingga semakin banyak segmen MBR yang bisa mengakses hunian pertama. Hadirnya kredit program perumahan (KPP) dengan subsidi bunga sebesar 5 persen untuk pengembang, kontraktor, hingga pedagang bahan bangunan juga telah memberikan dampak yang sangat positif untuk mendorong industri.
Berbagai kebijakan tersebut telah memberikan angin segar bagi industri properti dan mendorong percepatan penyediaann hunian bagi masyarakat. Salah satu pengembang perempuan senior Komisaris PT Sumber Karya Makmur Lertari Maria Nelly Suryani menyambaikan beberapa pengalaman positifnya.
“Ini fakta, kondisi saat ini memang telah mengalami beberapa kemajuan. Contongnya perizinan PBG yang sebelumnya kami urus bertahun-tahun sekarang bisa lebih cepat dan ini mendorong proses yang lainnya juga menjadi lebih cepat,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Maruarar kembali menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperbaiki berbagai layanan perizinan, mempercepat jalur birokrasi, serta memastikan seluruh program perumahan bisa berjalan tepat sasaran. Ia juga mendorong semakin banyak perempuan untuk naik kelas bukan hanya pada level UMKM tapi ikut mengambil peran dalam pengembangan proyek perumahan berskala lebih besar.
“Saya ingin semakin banyak pengembang, apalagi perempuan yang naik kelas. Bukan hanya berkarya di level usaha kecil dan menengah, tetapi juga berani mengembangkan proyek yang lebih besar, lebih inovatif, sehingga bisa berdampak lebih luas bagi masyarakat,” katanya.
Selanjutnya, Kementerian PKP akan terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan termasuk perempuan-perempuan hebat di sektor properti, sebagai bagian dari komitmen bersama mewujudkan hunian layak, terjangkau, dan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia.


